Pagi ini matahari tampak terbebani karena berusaha menyingkap awan yang sudah bersiap menjatuhkan rintik hujan. Di hari yang baik ini aku sedang duduk di ruangan tempatmu biasa terjaga. Menyaksikan perselisihan antara mendung dan matahari. Jika matahari memenangkan pertarungan ini kami akan bekerja sama membahagiakan hari ini mu. Tapi jika akhirnya hujan tak mau kalah maka biarlah tetes airnya membawa sebilas rindu, membawa seharuman janji diantara harapan-harapan yang terbentang.
Dulu kita pernah terpisah oleh luasnya lautan. Juga peliknya jalanan yang berliku nan mengombak. Tapi tak peduli apa yang memisahkan, olehmu semua jadi terasa dekat. Aku senang bisa melampaui saat-saat terantuk batu dan balutan canda tawa bersamamu.
Karenamu aku jadi ingat banyak hal termasuk tanggal 5, aku jadi semakin peduli dengan bulan November. Kuucapkan penuh syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sebab engkau telah diizinkan menemui aku dan mengulang tanggal yang sama untuk yang kesekian kalinya. Duapuluh sembilan tahun lalu, kamu sepakat dengan Tuhan untuk bercerai dengan kegelapan alam rahim ibumu. Hadir di dunia memecah sepi, memperkokoh mahligai cinta kedua orang tuamu. Tak terbayang betapa lucu Binaini kecil kala itu.
Doa-doaku tidak akan pernah selesai, mungkin kini sedang ramai-ramai mengetuk pintu langit agar dikabulkan. Ia akan menjelma menjadi gumpalan awan yang maha sempurna dan hembusan angin sejuk yang mampu merampas lelahmu. Doa orang-orang yang mencintaimu akan mengangkasa, memeluk erat hatimu, mencipta keberkahan dalam setiap kesulitan yang kamu hadapi.
Semoga hatimu senantiasa dijaga diantara jemari Allah. Semoga semakin erat pertalian cinta denganNya. Selamat hari jadi Binaini..
"Kalau rindu adalah beban maka pikullah. Kalau rindu adalah musuh maka pukullah. Kalau rindu adalah aku maka temuilah" (Bude Sumiyati) Terima kasih quotesnya budee wkwk..
05.11.2019
Icons designed by Smalllikeart and Freepik from www.flaticon.com









