Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga, Tanaman anggur adalah tanaman yang indah sekaligus berguna, dan merupakan salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan oleh manusia. Cara budidaya buang anggur memang mudah bisa dilakukan siapa aja, dan bahkan pada lahan yang sempit pula. Selain dapat untuk memperindah taman atau halaman rumah, tanaman buah anggurnya juga bisa untuk dinikmati buahnya.
Manfaat buah anggur untuk kesehatan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit, antara lain :
Menjaga Kesehatan Jantung
Meningkatkan pelebaran pembuluh darah, yang memberikan kesempatan untuk darah dapat mengalir lebih mudah.
Pada buah anggur hanya tersaji sekitar 43-53 kadar glikemik yang menunjukkan kadar glikemik yang rendah. Keseimbangan gula darah yang baik ini berkaitan dengan kandungan phytonutrisi di dalam anggur.
Menghasilkan fitonutrien di dalam anggur yang telah banyak dibuktikan sebagai zat anti mikroba. Zat ini membantu tubuh dalam mencegah masalah yang terkait karena mikroba makanan.
Sejumlah vitamin ditemukan di buah anggur seperti :
=vitamin C, sekitar 27 persen
= 22 mcg vitamin K (sekitar 28% dari nilai diet harian)
= 0,4 mg thiamin (27 persen dari nilai harian)
=vitamin A, asam pantotenat
Setiap 1 porsi anggur merah menyediakan mineral seperti :
Memberi dukungan terhadap pemulihan cidera otot bagi para atlet.
Perlindungan Terhadap Kanker Kulit
Resveratrol memberikan perlindungan pada kulit dari kerusakan sinar UVB dari matahari.
Buah anggur oleskan pada wajah dan diamkan lima belas menit. Anggur yang memberikan kelembaban alami kulit.
Tips Budidaya Buah Anggur Sebagai Tambahan Penghasilan Keluarga!
Di bawah ini akan saya uraikan tentang budidaya tanaman anggur serta manfaat anggur :
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga, dan lokasi penanaman dipilih yang cocok, baik di halaman pekarangan maupun di lokasi khusus. Lokasi penanaman diolah terlebih dahulu kemudian dibersihkan dari gulma, terutama alang-alang. Selanjutnya, dibuat lubang tanam.
Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 50 cm. Jarak tanam antar baris adalah 5 m, sedangkan jarak tanaman dalam barisan 3 m. Bila anggur ditanam di pekarangan maka jarak tanamnya cukup 3 m x 3 m. Pada tiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 20 -40 kg. Pada tanah berat, tiap lubang tanam perlu diisi pasir satu blek agar lebih porus dan aerasinya baik.
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga, dan model cara tanamnya dirambatkan di atas para-para atau bentuk pagar (kniffin). Perambatan sistem para-para lebih umum digunakan di Indonesia. Namun, pada agribisnis yang menggunakan mobil dalam pemeliharaannya, lebih tepat menggunakan sistem pagar. Tinggi para-para sekitar 2,5-3 m. Para-para yang terlalu rendah menyebabkan kondisi Iingkungan menjadi lembap. Namun, bila terlalu tinggi sukar dalam perawatannya.
Bibit yang ditanam pada umur 5–6 bulan, tingginya telah https://id.wikipedia.org/wiki/Anggur mencapai lebih dari 70 cm. Pada sistem pagar, digunakan tiang dan besi atau kayu hidup (Giiricidia sp. atau Hannea sp.) dan bentangan kawat untuk perambatan tanaman (3-4 bentangan dengan jarak 75-100 cm)
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga dan pemeliharaan selanjutnya adalah pemangkasan. Pemangkasan (pemotongan) yang penting dilakukan mencakup empat tahap, yaitu sebagai berikut :
Pembentukan batang pokok yang kuat dan kekar
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga akan berhasil apabila juga memperhatikan cara pemeliharaan misalnya pada tahun pertama, tanaman anggur dipotong setinggi para-para. Tunas yang tumbuh baru (maksimum tiga tunas) dirambatkan ke kanan dan ke kiri seperti sirip ikan, sedangkan yang tengah ditarik lurus ke depan di atas para. Pemotongan selalu dilakukan pada batas bagian batang yang berwarna cokelat (antara cokelat dan hijau).
Pembentukan cabang primer
Setelah tunas baru mencapai panjang 1 m atau lebih, dipotong lagi seperti pada pembentukan batang pokok. Tunas yang dipotong diutamakan yang berada di tengah (tumbuh lebih kekar).
Pembentukan cabang sekunder
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga dengan perawatan pembentukan cabang sekunder karena setelah tunas baru tumbuh (maksimum tiga tunas), pada ujung cabang primer mencapai panjang 1 m atau lebih maka tunas baru tersebut dipotong lagi seperti pada pemangkasan sebelumnya.
Pembentukan cabang tersier
Setelah tumbuh tunas baru (maksimum tiga tunas), pada ujung cabang sekunder mencapai panjang 1 m atau lebih maka tunas ini dipangkas lagi seperti pemangkasan sebelumnva Cabang tersier merupakan cabang buah yang permanen. Pemangkasan selanjutnya dilakukan pada cabang tersier yang akan dibuahkan. Setiap kali pemangkasan akan diikuti munculnya bunga.
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga dan bila akan membungakan tanaman anggur yang telah terbentuk, cukup dengan memangkas cabang tersier pada ukuran tertentu. Pada tipe anggur yang tumbuhnya cepat (isabella), cabang tersier dipangkas dan disisakan sepuluh ruas atau lebih. Pada tipe anggur yang tumbuhnya sedang, cabang tersier dipangkas dan disisakan 6-10 ruas. Pada tipe anggur yang tumbuhnya lambat (bali, probolinggo, dan biru ), cabana tersier dipangkas dan disisakan 2–6 ruas.
Pembentukan pohon anggur seperti sirip ikan dapat diselesaikan selama 1-2 tahun. Cabang siap dipangkas setelah ujung cabang mengeluarkan tetes air bila dipotes (dipotong pendek). Pemangkasan cabang buah sebaiknya diikuti dengan perompesan seluruh daun-daun tua. Tujuannya agar penyinaran matahari merata ke seluruh cabangdan membuang sumber hama maupun penyakit yang menyerang.
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga dan pemupukan pada tanaman anggur sangat penting, terutama pupuk nitrogen, kalium, danfosfat. Pupuk N P dan K diberikan dua minggu sebelum pemangkasan cabang buah dan setelah pembentukan buah kecil (pentil). Dosisnya sekitar 150-250 kgurea, 200-300 kg TSP (260-400 kg SP-36), dan tunas cabang tersier dipangkas dan diberi air secukupnya maka tanaman akan berbunga.
Budidaya tanaman anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga. Lokasi penanaman dipilih yang cocok, baik di halaman pekarangan maupun di lokasi khusus. Lokasi penanaman diolah terlebih dahulu kemudian dibersihkan dari gulma, terutama alang-alang. Selanjutnva, dibuat lubang tanam.
Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 50 cm. Jarak tanam antarbaris adalah 5 m, sedangkan jarak tanaman dalam barisan 3 m. Bila anggur ditanam di pekarangan maka jarak tanamnya cukup 3 m x 3 m. Pada tiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 20 -40 kg. Pada tanah berat, tiap lubang tanam perlu diisi pasir satu blek agar leblh porus dan aerasinya baik.
PENYAKIT TANAMAN ANGGUR DAN CARA PENGENDALIANNYA
Penyakit Tepung Palsu/Embun Berbulu (downy mildew)
Pada sisi atas daun timbul bercak-bercak kuning kehijauan yang berbatas tidak jelas, kemudian bercak meluas dan berubah menjadi coklat. Dalam cuaca lembab pada sisi bawah bercak terjadi lapisan putih bertepung. Akhirnya daun menjadi kering dan rontok. Gejala juga dapat timbul pada batang muda, sulur, tangkai bunga dan buah.
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga tak lepas dari serangan pada tangkai buah atau buah yang ukurannya sebesar lada menyebabkan buah busuk berwarna coklat kehitaman, kering dan rontok. Sedangkan serangan pada buah yang lebih besar akan menyebabkan terjadinya bercak berwarna coklat dan seperti berkerak, bahkan sering seluruh buah berwarna coklat sehingga dapat mengurangi mutu buah
Mengurangi kelembaban kebun
Memangkas ranting yang terkena penyakit (mengurangi sumber infeksi)
Daun yang sakit dan rontok dikumpulkan dan kemudian dibakar
Pemakaian atap plastik di atas para-para pada musim penghujan (Roesmiyanto et al, 1989)
Menggunakan fungisida bubur bordo (bahan dasar terusi/CuSO4 dan kapur tohor), atau menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb + karbendazim 0,2 %
Menanam varietas tahan Isabella, Delaware, Tegal Hitam spesies Vitis labrusca
Penyakit Embun Tepung (Powdery Mildew)
Pada daun gejala yang tampak adalah pada permukaan atas terdapat tepung berwarna putih yang meluas (massa spora), kemudian berwarna coklat dan selanjutnya daun gugur. Serangan pada buah mula-mula berwarna putih dan bekas serangan menjadi berwarna coklat berkutil atau berkerut-kerut sehingga menyebabkan buah cacat.
Memangkas daun-daun sakit dan dibakar (mengurangi sumber infeksi)
Menggunakan fungisida bubur california (bahan dasar dari belerang dan kapur tohor)
Menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb + karbendazim
Karat Daun (Phakospora vitis)
Penyakit karat daun banyak terjadi pada daun-daun tua.
Pada sisi bawah daun terdapat tepung berwarna merah jingga hingga merah sawo yang berisi spora jamur. Jika dilihat dari sisi atas tampak berwarna hijau kekuningan. Pada serangan yang berat seluruh permukaan bawah daun tertutup oleh lapisan spora dan daun akan segera rontok. Tanaman yang sakit hanya mempunyai sedikit daun sehingga produksi buahnya menjadi berkurang.
Memangkas dan membakar daun tanaman yang sakit
Eradikasi tanaman inang lainnya
Menggunakan pestisida alami bubur California dan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Benomyl
Antraknose (Gloeosporium sp)
Pada buah mula-mula menunjukkan gejala berupa bintik-bintik coklat yang meluas dan mengendap ke bawah. Selanjutnya pada bagian tengah bercak timbul massa berwarna jingga (spora).
Menggunakan pestisida alami bubur California
Menggunakan pestisida nabati serbuk biji mimba dengan takaran 30 g/l air
Menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb + karbendazim
Gejala penyakit tampak pada daerah pertanaman yang buahnya masak. Stadium awal serangan ditandai dengan merekahnya jaringan bagian dalam kulit. Buah yang terinfeksi menjadi mengkerut dan berubah menjadi coklat tua.
Menggunakan pestisida alami bubur bordo
Menggunakan fungisida berbahan aktif Maneb dan Zineb.
Penyakit Gulung Daun (Virus van leaf))
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga juga tak lepas dari bpenyakit gulung daun. Bentuk daun yang terserang penyakit ini menjadi tidak simetris. Bagian daun yang terkena infeksi menjadi lebih kecil daripada bagian yang normal.
Membinasakan tanaman yang terkena infeksi
Menanam anggur yang bebas virus
Menjaga kandungan kalium dalam tanah agar meningkat berdasarkan kesuburan tanah
Baca Artikel Ini Juga Ya :
HAMA TANAMAN ANGGUR DAN CARA PENGENDALIANNYA
Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga sangat rentan dimakan rayap pada kayunya. Dan terutama menyerang stek yang belum atau baru saja tumbuh dan pohon yang kurang sehat. Rayap ini seringkali muncul bila pupuk kandang yang digunakan kurang masak.
Penanaman stek anggur dalam media pasir
Menggunakan pestisida nabati serbuk biji mimba , disemprot dengan takaran 30 g/l air, atau ditaburkan di sekitar tanaman sebanyak 100 gram per tanaman.
Menggunakan insektisida kontak sesuai anjuran yaitu 1-2 g/l atau 1-2 cc/l
Burung, tikus, tupai, kelelawar dan musang
Hama ini menyerang buah, khusunya pada waktu menjelang buah masak
Membungkus buah dengan kertas menjelang buah masak
Memasang lampu di dekat tanaman
Memasang jaring-jaring di bawah para-para
Ulat kantung sering mengganggu daun anggur, yaitu dengan membuat lubang-lubang pada lembaran daun. Hama ini tinggal dalam kepompong seperti kerucut. Sehingga budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga ini juga repot mengatasi ulat kantung yang menjinjikan.
Menggunakan pestisida nabati serbuk biji mimba 30 g/l air, disemprotkan pada daun
Menggunakan pestisida sistemik pada daun
Kumbang Daun (Apogonia sp)
Kumbang ini menyerang daun, membuat lubang-lubang pada lembaran daunnya. Kumbang berwarna hitam atau coklat. Menyerang pada malam hari , sejak matahari terbenam sampai menjelang fajar. Pada siang hari kumbang bersembunyi dalam tanah..
Dengan cara menangkap dengan lampu atau alat penerang (trap). Jumlahnya terkadang banyak sekali sehingga sulit dikendalikan dengan pestisida yang ada
Tungau atau Gurem Putih ( Mite )
Tungau dapat menyebabkan tanaman kerdil pertumbuhannya. Terdapat gurem warna merah dan warna putih. Gurem putih lebih ganas daripada gurem merah.
Menaburkan Bubur Bordo atau Bubur California pada daun
Menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif belerang
Hama ini menyerang batang dan cabang yang kurang sekat. Bagian yang diserang sering mengeluarkan lendir dan akan mati.
Dikendalikan dengan memangkas bagian tanaman terserang kemudian dibakar
Menyumbat bekas lubang dengan serbuk biji mimba atau insektisida sistemik
Buah anggur tergolong tidak dapat diperam (non-klimakterik) sehingga hanya dapat dipanen setelah matang di pohon dan menimbulkan aroma, biasanya berkisar antara 110-120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Bila buah anggur dipanen sebelum matang sempurna maka rasanya akan kelat dan masam hingga mutunya rendah.
Demikian sekilas info tentang budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga, semoga bermanfaat.
Budidaya Buah Anggur Sebagai Tambahan Penghasilan Keluarga Budidaya buah anggur sebagai tambahan penghasilan keluarga, Tanaman anggur adalah tanaman yang indah sekaligus berguna, dan merupakan salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan oleh manusia.