Sintang, 25 September 2023
Malam ini sangat panas seperti siangnya. Kipas angin tak henti berputar meredakan panas yang senantiasa memeluk dengan setia. Baik dimeja kerjaku maupun di kamarku. Ah, gerahnya...
Alhamdulillah, tahun ini telah dibuka lagi penerimaan CASN, pintu gerbang menuju profesi impianku sedari dulu, abdi negara. Namun sayangnya formasi pemerintah daerah hanya dibuka untuk PPPK, sedangkan PNS tidak ada. Ah, tidak apa. Alhamdulillah, formasi lain untuk jurusanku masih ada. Yah, walau sedikit setidaknya masih ada. Alhamdulillah.
Ditengah syukur yang tak henti meninggi, ada saja keluh yang menjadi riak di bawahnya. Tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa jurusannya tidak tersedia untuk formasi manapun. Pun jika ada maka hanya dibuka untuk PPPK yang notabene ialah pegawai honorer yabg memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun. Sakit memang. Harapan kandas bahkan sebelum bertanding. Dipaksa mundur sebelum berjuang. Rasanya tidak adil. Begitu, bukan?
Aku pernah pernah di posisi itu. Bahkan sampai karena seringnya, aku pernah merasa bahwa aku mengambil jurusan yang salah. Sampah, dan tidak memberi dampak apa-apa. Apa gunanya nama jurusan keren, lulus dengan IPK yang sangat baik, cumlaude pula tapi tidak bisa melamar kerja? Saat ada dibuka lowongan pekerjaan sebagai staf administrasi pada perusahaan yang cukup besar maka kualifikasi yang mereka minta bukanlah sarjana jurusan ilmu administrasi, namun jurusan akuntasi atau manajemen. Pun jika ada yang membuka lowongan untuk jurusan administrasi, selalu syaratnya ialah khusus perempuan. Hanya usaha UMKM yang membuka lowongan pekerjaan administrasi dengan kualifikasi "Minimal SMA/sederajat". Bukan meremehkan lulusan SMA, tapi rasanya sayang sekali gelar S1 ku itu dianggurin. Alhasil aku kerap kali menelan pil pahit kenyataan bahwa jurusanku itu sangat tidak dibutuhkan pada sektor industri. Sedangkan jika ingin masuk ke lembaga pemerintah, jalurnya sangat susah. Harus ada orang dalam jika bukan melalui jalur resmi CASN. Toh sudah buka jalur CASN pun hanya khusus bagi mereka yang honorer.
Haha, lawak sekali hidup ini. Saking lawaknya, aku tak tau, air yang menetes saat aku menulis ini lahir dari sebuah rasa kesal, sedih, lucu, atau marah. Hehe...
Namun saat aku kembali merenung dan tenang sejenak aku sadar bahwa ini adalah bentuk keadilan dalam kacamata yang berbeda. Bagi yang sedang tidak diuntungkan maka mereka akan merasa dirugikan, dicurangi, dan jauh dari kata adil. Sedang yang melihat ada peluang bagi dirinya menaikkan statusnya maka inilah saat yang paling ditunggu-tunggu. Sangat banyak pegawai honorer pemerintah yang tersebar diberbagai instansi. Bekerja over time namun dibayar under price. Pemerintah yang keuangannya terbataspun tidak sampai hati untuk memecat honorer yang sudah lama mengabdi. Aku tau, banyak dari mereka yang menjadi honorer pun karena orang dalam. Namun disamping itu, dia tetap bekerja untuk mencari penghidupan, bukan? Mari kita sama-sama hargai itu terlepas cara dia masuk seperti apa. Untuk mengatasi jumlah honorer yang membludak, maka dibukalah pintu PPPK seluas-luasnya. Agar mereka punta status yang pasti.
Ya, aku tau. Tidak adil memang untuk lulusan baru yang hendak melamar di instansi itu. Namun bukankah ada formasi lain? Jika tidak ada maka anggap saja kesempatanmu di tahun ini bukan di sana, atau bahkan jalurmu bukan menjadi ASN. Mungkin ada jalur lain yang baik dan pas untukmu di luar sana. Jadi tolong jangan terlalu merasa menjadi korban. Percayalah, sudah banyak korban yang jauh lebih menderita dari kita dan menunggu saat saat ini bagi mereka. Jangan juga sinis ya sama mereka yang berkesempatan untuk masuk atau adu mekanik, "ah, kau sih enak. Aku..." Percayalah, perbuatanmu tidak ada kerennya sama sekali. Tidak ada yang empati. Bahkan kau akan dipandang sebagai manusia yang tidak berempati dan pecundang. Jadi tolong, yah.
Teruntuk teman-teman seperjuangan yang berkesempatan, mari kita langitkan do'a yang senantiasa kita bisikkan pada bumi. Semoga tahub ini Allah, Tuhan yang masa kuasa menjabah do'a dan harap kita. Aamiin...