Seorang pria menyelidiki kasus pembunuhan “Bangbae-dong”, dan dia memulai cerita dengan mengisi suara: “Setiap cerita memiliki awal dan akhir. Akan menjadi seperti apa ceritaku? Cerita yang telah dimulai, belum berakhir namun berhenti di tempat. Tapi seseorang memintaku melanjutkan ceritaku, dan aku berniat untuk memenuhi permintaannya, walaupun aku tidak tahu siapa sebenarnya dia. Jadi ceritaku yang terhenti akan berlanjut…”
Tim investigasi tiba di lokasi pembunuhan, sepertinya kasus pembunuhan Bangbae-dong. Mereka berdiskusi bahwa apakah ini merupakan pembunuhan berantai, dan juga mereka akan bertemu ketua tim invetigasi yang baru di lokasi tersebut.
Ketika mereka masuk ke ruangan, seorang pria berdiri membelakangi mereka, dan bertanya-tanya apakah ini ketua tim barunya. Lalu dia berbalik badan, dan Cha Ji An (Jang Na Ra) langsung mengenalinya dan berkata dalam hati, “Si brengsek ini.”.
Pria tersebut berpikir tim investigasi tiba disini karena ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Bangbae-dong, dan berkata “Ini adalah pelaku yang sama”. Bukti yang ada tidak cukup banyak, namun dia yakin ada tanda tangan pelaku, dan itu yang harus dicari tim investigasi. Dia meminta daftar tersangka, tapi tim investigasi datang dengan tangan kosong karena kurangnya barang bukti dan saksi.
Melanjutkan analisisnya, memaparkan tanda tangan pelaku ke tim: kedua korban memiliki hubungan dengan kapal pesiar. “Meninggalkan tanda tangan dan TKP yang bersih, pelakunya bukanlah pembunuh sembarangan, namun seseorang yang memiliki kekuasaan besar.”
Sementara tim nya mendengarkan pria itu mengoceh, Ji An diam-diam mengamatinya dengan pandangan tajam dan berpikir, “Aku sudah menunggu dan menunggu, akhirnya pria ini, Lee Hyun, ada di depanku.”
Seorang pria lain mendatangi lokasi pembunuhan, sementara Lee Hyun (Seo In Guk) bertanya apakah mereka memiliki pertanyaan. Tim pun muncul dengan banyak pertanyaan: “Dari mana informasi kapal pesiar itu berasal?” “Dan tanda tangan itu juga.” “Saya yakin itu tidak disebutkan dalam berkas kasus Bangbae-dong, benar kan?”
Tiba-tiba, Hyun berhenti bicara dan perlahan menunjuk ke atap. Tim ini terkejut ketika seorang pria menyapa mereka dari belakang. Dia adalah ketua tim yang baru untuk unit 1 investigasi spesial Bonchon, Kang Eun Hyuk (Lee Chun Hee).
Tampak bingung, tim lalu berbalik menghadap pria misterius tadi, namun dia sudah menghilang. Mereka tidak menemukannya di ruangan, dan Ji An lari keluar dan menemukannya pergi berjalan dengan santai.
Tim bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu, pastinya bukan ketua tim (karena Ketua Tim Kang mengaku bahwa dirinyalah ketua tim), bisa jadi dia adalah pelaku. Mereka mengikuti Ji An keluar dan meninggalkan satu anggotanya untuk mengecek identitas ketua tim baru.
Ji An melihat Hyun pergi dengan taxi sambil senyum seringai, dan mengejarnya. Anggota tim lainnya berpikir apa mereka juga harus ikut mengejar taxi itu. Mereka harus, tetapi… lari itu sangat melelahkan.
Hyun melihat Ji An mengejar taxinya dan meminta supir taxi untuk mengubah kecepatannya. Kadang melambat dan kadang dipercepat sesuai permintaan, menghibur Lee Hyun melihatnya mengejar dengan serius. Dia memanggil nama Lee Hyun, yang membuatnya tercengang.
Ji An berlari menghampiri Hyun. Ji An mendongak penuh kemenangan, lalu mundur karena menyadari kedekatan mereka. Hyun menariknya maju agar Ji An tidak jatuh, kembali berdekatan, sebelum Ji An mendorongnya menjauh. Hyun lalu menanyakan apakah dia mengenalnya, dan kali ini Ji An menyeringai balik kepadanya.
Flashback ke masa 20 tahun sebelumnya. Ji An muda dan Ji An dewasa mengikuti Lee Hyun, dan berbicara, “Aku telah mengenal dia selama 20 tahun – tidak, aku menguntitnya selama 20 tahun, dan dia masih tidak menyadariku.”
Kembali ke masa sekarang, Hyun bertanya, “Apakah itu kau? Ji An perlahan mendekatinya dan memakaikan borgol, sambil meminta maaf dan berkata bahwa dia tidak lagi memiliki tenaga untuk mengejarnya. Saat interogasi, Hyun menjelaskan bahwa dia menerima informasi kasus Bangbae-dong melalui email dan hanya memenuhi permintaan bantuan untuk kasus tersebut.
Masih curiga, anggota tim investigasi Son Myung Woo (Min Sung Wook) menanyakan mengapa dia pergi ke lokasi pembunuhan. Dia mengangkat bahu mendakan dia sudah selesai dan merasa tidak perlu melanjutkan pembicaraan dengan investigator yang tidak kompeten.
Anggota tim lainnya, Min Seung Joo (Kim Jae Young) bagaimana dia bisa menganalisa lokasi pembunuhan secara detail. Hyun menjawab bahwa ada orang yang berada di level rata-rata, di atas rata-rata, dan – sambil melihat Myung Woo – di bawah rata-rata.
Tim member terakhir, Choi Eun Bok (Son Seung Woon) masuk ke ruang interogasi dan mengkonfirmasi bahwa Hyun bukanlah tersangka. Dia baru saja datang dari Amerika Serikat dan memiliki latar belakang peradilan pidana – semuanya cocok.
Tim berusaha menahannya untuk investigasi lebih lanjut, namun dia punya cukup hal terhadap mereka – penangkapan tanpa bukti, lecet di pergelangan tangannya karena borgol – untuk bisa bebas. Pertanyaan terakhir dari Eun Bok, bagaimana dia bisa menemukan lokasi pembunuhan hari ini, dan Hyun menjawab tanpa basa-basi bahwa bukti-bukti dari kasus Bangbae-dong mengarahkan dia kesana.
Ji An menegaskan bahwa mereka perlu menginvestigasi Lee Hyun lebih lanjut, namun otoritas tinggi di kepolisian mengkonfirmasi Hyun bebas. Ketua Tim Kang mencoba memperkenalkan dirinya lagi, namun Ji An mengikuti Hyun, dan tim lainnya berpencar sebelum dia mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri.
Ji An masuk ke lift bersama Hyun dan bertanya apa alasan sesungguhnya dia kembali ke Korea. Hyun berkata dia akan memberitahunya jika Ji An menjelaskan bagaimana dia mengenalnya. Hyun memandangi wajah Ji An, dan merasa familiar tapi tidak tahu mengapa.
Ji An menuduh Hyun memiliki ingatan yang lemah sebagai seorang penyidik, dan Hyun membalas dengan mengatakan mungkin tidak ada alasan untuk mengingat Ji An. Hyun melangkah pergi, dan Ji An mengingatkan Hyun agar tidak melepas tanggung jawabnya sebagai konsultan atas kasus tersebut.
Hyun memikirkan pertanyaan Ji An, alasan sebenarnya dia pulang ke Korea. Dimulai dari sebuah email.
Flashback ke adegan pertama, dimana Hyun mengamati bukti kasus dan merasakan adanya hubungan dengan masa lalunya yang terkubur. Memejamkan matanya untuk mengingat ketika dia kehilangan ayah dan adiknya di masa kecil. Kasus ini adalah sebuah undangan.
Hyun naik pesawat paling awal ke Korea, dan waktu tiba, Hyun melihat angka, huruf, dan tanda di bandara sebagai kode. Hyun menyadari bahwa bukti dari kasus Bangbae-dong termasuk kode bendera isyarat (semaphore), yang dibaca menjadi titik koordinat dan membawanya ke lokasi pembunuhan berikutnya.
Hyun berpikir, “Siapa dia? Siapa yang mengirimiku pesan ini? Apakah orang dan anak itu masih hidup? “ Inilah alasan Hyun kembali: Hyun harus mencari jawabannya dan menemukan orang itu.
Hyun kembali ke rumah lamanya dan teringat momen masa kecilnya. Dia membayangkan Hyun kecil bersama adik dan ayahnya, serta mengingat Hyun kecil menemukan ayahnya meninggal. “Tempat dimana aku dibesarkan, tempat ak mengubur masa laluku, tempat dan masa kritis yang membentuk jiwaku. Disini, aku melanjutkan ceritaku.”
Kembali ke tahun 1996. Ayah Hyun (cameo Jeon Gwang Ryul) menemukan Hyun sedang mengubur sesuatu di bawah pohon, lalu meminta Hyun untuk membantu membongkar barang di rumah baru mereka. Adik Hyun keluar dan agak mengamuk karena dia tidak menemukan buku sketsa dan crayonnya. Hyun menatap ayahnya lalu pergi membantu adiknya.
Penasaran dengan apa yang anaknya kubur, Ayah Hyun menemukan kaki binatang. Terkejut atas apa yang ditemukan, mundur dan berbalik, lalu menemukan Hyun sedang melihat ke ayahnya. Hyun menjelaskan bahwa binatang itu sudah mati ketika Hyun menemukannya.
Dengan busana kerja, sang Ayah masuk ke dalam penjara. Di sebuah sel, seorang tahanan (cameo D.O) meminta penjaga untuk membuka jendela, namun petugas itu menolaknya. Ketika si Ayah masuk ke sel, dia menemukan tahanan tersebut sedang membuka jendela dan petugas dalam keadaan diborgol dan menggeliat di lantai.
Ayah merekam pernyataan tahanan soal kekerasan ibunya, tapi ayah menghentikannya. Ayah memutar rekaman dari 2 minggu lalu, yang menceritakan dengan kakek dan paman, tapi tahanan itu tidak memiliki ayah, paman, maupun ibu.
Ayah berkata suatu saat tahanan itu akan menceritakan yang sebenarnya suatu hari. Tahanan itu membalas dengan senyum menyeramkan, penasaran dengan apa yang sebenarnya si Ayah cari. “Saya bertanya-tanya mengapa seseorang bisa membunuh manusia lain, dan mengapa hal itu salah. Saya hanyalah seorang anak biasa yang bertanya-tanya akan hal ini.”
Dalam perjalanan pulang, petugas polisi mengenali Ayah sebagai kepala polisi dan menyapanya ramah. Petugas polisi memperingatkan Ayah soal pencurian anjing di area tersebut, dan sedikit ketakutan muncul di mata Ayah. Ketika tiba di rumah, Ayah menemukan Hyun sedang duduk di luar dalam gelap, menatap Ayah tanpa emosi. Lalu terbangun kaget, setelah tertidur di meja kerjanya.
Ayah kaget melihat Hyun berada di sampingnya dengan secangkir mug untuk Ayah. Menyadari Hyun memperhatikan foto para kriminal, Ayah cepat-cepat menyimpannya. Hyun berkomentar bahwa para kriminal itu tampak seperti orang biasa, dan sang Ayah merespon, “Kejahatan bersembunyi di tempat yang biasa. Orang paling kejam bisa saja memiliki wajah malaikat, jadi berhati-hatilah terhadap orang asing.”
Ayah juga meminta Hyun untuk bersikap seperti anak pada umumnya. Untuk itu, Hyun merespon dengan meminta pergi ke taman bermain. Mulai saat ini, Hyun berjanji tidak akan memandikan dan menggantikan baju Min (adik Hyun), juga tidak akan mengantar dan menjemput adiknya dari sekolah. Hyun juga tidak mengerjakan PR, lupa akan tagihan sehingga listrik dan gas mati, tidak membuatkan kopi untuk ayahnya, dan hanya akan bermain dengan robot.
Menyesal atas permintaannya, sang Ayah meminum kopi lalu memuji keahlian anaknya sebagai barista. Hyun mengingatkan ayahnya akan segera terlambat dan juga mengingatkan ayahnya yang pelupa untuk membawa jaket dan tas. Sebelum Ayah pergi, Hyun bertanya, “Mengapa seseorang bisa membunuh manusia lain? Dan mengapa hal itu salah?” Wajah ayah menunjukkan kekecewaan.
Kembali ke masa kini. Ketua Tim Kang akhirnya mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri, namun tim tidak ada yang memperhatikan. Setiap anggota tim memikirkan informasi dari Hyun: barang bukti Bangbae-dong mengarahkannya ke lokasi pembunuhan selanjutnya, tanda tangan, ilmu penyidikannya, dan senyum seringanya.
Ketua Tim Kang menyelesaikan perkenalannya dan bertepuk tangan untuk dirinya sendiri. Dia kembali fokus ke kasus dan menyebut nama Lee Hyun, yang menarik perhatian tim. Tim kembali kecewa ketika ketua Kang bertanya-tanya siapa sebenarnya Lee Hyun.
Di rumah lama, Hyun memperhatikan kotak-kotak kardus dan menemukan buku sketsa. Gambar-gambar yang cukup mengerikan untuk usia muda, dan Hyun menemukan gambar yang menyerupai gambar di barang bukti Bangbae-dong. Menarik.
Di kantor, tim terus bertanya-tanya tentang orang misterius di lokasi. Myung Woo yang iri menepis informasi bagus mengenai Hyun, tapi Eun Bok mengkonfirmasi bahwa itu semua benar. Hyun adalah profesor di peradilan pidana bahkan menulis buku kriminologi.
Ketua Tim Kang menyarankan untuk merendah dan meminta Hyun untuk bekerjasama, dimana Ji An langsung setuju. Ji An mengura Lee Hyun akan mengabulkan permintaan ini karena Hyun sudah datang jauh-jauh dari Amerika Serikat untuk kasus ini. Ji An bersedia untuk meminta Lee Hyun bekerjasama.
Ji An menelepon Hyun ketika Hyun sedang membersihkan rumah. Hyun tahu dia menelepon untuk meminta bantuan dan bertanya apakah mereka sudah mendapat petunjuk baru. Sebelum Ji An menjawab, Hyun sudah menduga mereka belum mendapat apa-apa, karena itu mereka meminta bantuan Hyun.
Ji An meminta untuk bertemu, namun Hyun menolak karena… ya hanya karena tidak mau. Hyun meminta agar Ji An meminta dengan sungguh-sungguh, tapi setelah Ji An melakukannya, Hyun tetap menolak. Ji An mengumpat sebentar lalu menahan ucapannya. Hyun cepat-cepat menutup telepon, dan Ji An berjanji akan menangkapnya jika bertemu di TKP.
Setelah percakapan di telepon tersebut, Hyun berjalan di sekitar rak buku dan mencari buku catatan ayahnya. Buku itu hilang, namun, dia malah menemukan rekaman Lee Joon Young.
Kembali ke masa lalu. Hyun kecil sedang membersihkan rumah mengenakan celemek dan bandana. Dia menyadari tas ayahnya tertinggal di rumah dan menelepon ayahnya. Ayah sedang di penjara dan berbicara dengan teman polisinya, yang menyadari suasana hati si ayah yang tidak baik. Teman ayah bercerita bahwa dia akan segera bercerai karena tidak bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan di rumah. Sang ayah tidak bercerita mengenai dirinya dan hanya meminta untuk mempersiapkan pemindahan Lee Joon Young ke Kantor Pusat sebelum persidangannya.
Di Kantor Pusat, Hyun menghibur petuga polisi dengan kejeniusannya dalam matematika, tapi Hyun lebih ingin mencari ayahnya. Sang ayah sedang istirahat dari interogasinya dengan seorang tahanan, Lee Joon Young, ketika Hyun menemukan jalan ke ruangan tersebut. Joon Young tersenyum ketika dia menyadari Hyun adalah anak si ayah, dan mengajaknya masuk.
Hyun mengenal Joon Young dari foto-foto milik ayahnya, dan bukannya merasa takut, Hyun malah penasaran. Bagaimana bisa orang ini menjadi seperti ini? Dengan senyum miring, Joon Young bertanya orang seperti apakah dirinya, dan Hyun menjawab dengan sederhana bahwa Joon Young adalah orang yang berbeda dari yang lain.
Joon Young menjelaskan bahwa bebek berpikir hal pertama yang dilihat adalah induknya. Semua mahkluk memiliki periode kritis dimana otak mereka mengalami perkembangan yang signifikan. Hal yang dipelajari, didengar, dilihat, dan dirasakan selama periode tersebut tidak mudah untuk diubah. Untuk bebek, periode ini berlangsung dalam hitungan jam, 1-2 tahun untuk monyet dan sekitar 10-12 tahun untuk manusia seperti usia Hyun saat ini. “Itulah periode kritis untuk manusia, dan aku menyebutnya periode itu adalah saat jiwamu terbentuk.”
Hyun bertanya bagaimana dengan periode krtitis Joon Young, namun Joon Young membalikkan pertanyaannya ke Hyun. Bagaimana periode kritis Hyun? Hyun juga terlihat berbeda dari orang lain. Tidakkah itu berat? Apa orang-orang mengerti kamu? Apa ayah mempercayaimu?
Petugas polisi yang mendatangi ayah saat istirahat dan mengatakan semua petuga polisi terkesan pada Hyun karena kejeniusannya. Karena Ayah yang belum bertemu Hyun, dengan panik dia langsung berlari mencari Hyun.
Di ruang interogasi, Joon Young membuka borgolnya dan menyodorkan tangannya pada Hyun. Joon Young mengajak untuk saling berbagi rahasia, dan Hyun mengambil tangannya. Ayah berjalan ke ruangan dan melihat keduanya setuju untuk bertukar rahasia. Ayah merinding dengan interaksi di antara mereka berdua dan cepat-cepat menarik Hyun keluar ruangan. Tapi sebelum Hyun keluar, Joon Young berkata kepada Hyun bahwa mereka akan bertemu lagi, seperti yang dijanjikan.
Ayah meminta temannya untuk menjaga Hyun, membawanya keluar. Para petugas polisi masih memuji kejeniusan Hyun, namun Hyun tampak biasa saja dengan pujian itu.
Di ruangan, Ayah mengepak barang-barangnya, dan mengatakan bahwa ini adalah interogasinya yang teraakhir dengan Joon Young. Ketika Ayah pergi, Joon Young memancing kekhawatirannya mengenai Hyun, dan juga tentang kemiripan antara Hyun dan Joon Young. Joon Young mengakui bahwa dirinya dan Hyun cukup mirip, yang membuat Ayah terpojok.
Joon Young melanjutkan ucapannya, “Pikiranmu, kecurigaanmu mengenai anakmu itu benar.” Joon Young seperti menyuarakan pikiran Ayah bahwa anaknya akan mejadi monster sepertin Joon Young, dan hal itu membuat Ayah memukul Joon Young. Ayah memukulnya berkali-kali, dan Joon Young tertawa.
Di buku catatan, Ayahnya menulis bahwa “Seiring aku mengobservasinya, dia juga mengobservasiku. Dia mengetahui ketakutanku dan menanamkan keraguan.” Si Ayah mencari di kamar anaknya dan menemukan buku sketsa dengan gambar-gambar yang mengerikan. Ayah bertanya pada Min apakah kakaknya yang mengambar itu semua, dan Min mengiyakannya, namun Min meminta agar Ayah tidak memberitahu Hyun bahwa Min mengatakannya. Min tidak takut pada Hyun, tapi Min memperingati ayahnya agar tidak mempercayai Hyun.
Tidak seperti anak lain seumurannya, Hyun duduk di atas jungle gym (alat-alat di taman bermain) dan mengamati. Ayah menyadari perbedaan ini, dan mengunjungi dokter karena takut anaknya menunjukkan tanda-tanda dari seorang psikopat, yaitu mengompol, suka membakar, dan berlaku kejam terhadap binatang. Ayah juga meyakinkan dirinya bahwa Hyun bukan anak biasa dan menulis di buku catatannya bahwa Ayah takut anakya adalah monster.
Hyun menemukan catatan ayahnya ini esok paginya dan menaruhnya kembali ke rak buku, hatinya nampak terluka. Malamnya, Ayah duduk bersama Hyun dan memikirkan kembali Joon Young, yang berjanji untuk melarikan diri dan menemui Hyun. Menggenggam tangan Hyun, Ayah berjanji untuk melindungi Hyun.
Pagi harinya, Ayah memanggil Hyun ke ruang bawah tanah dan mengatakan bahwa Ayah akan menghabiskan hari-harinya disini. Orang lain akan berpikir Hyun ke luar negeri dan tidak ada di rumah. Ayah mengakui bahwa ini adalah solusi tercepat yang terpikir olehnya. “Hal ini untuk melindungimu dari dunia dan melindungi dunia dari ka–“ Ayah berheenti bicara dan tersedak sebelum menlajutkannya.
Mulai sekarang, mereka akan belajar bersama mengenai seperti apa dunia dan bagaimana orang-orang biasanya hidup. Hyun menatap ayahnya dengan tatapan sedih, dan perkataan Joon Young terngiang di benaknya: “Apa ayahmu mempercayaimu?”
Hyun kembali memikirkan interaksinya bersama Joon Young, yang bisa mengerti dunianya. Dia percaya beberapa orang menjadi indah karena dibilang seperti itu sejak lahir, beberapa menjadi bodoh karena disebut bodoh. Begitu juga dengan monster – ada orang terlahir menjadi monster dan ada yang menjadi monster karena disebut monster. Bagaimana ayah menganggapmu?
Hyun menatap ayahnya dengan campur aduk antara ketakutan dan pedih, dan ayah menatap balik dengan ketakutan dan kekhawatiran.
Hello Monster Episode 1: “All children’s stories begin with their parents” Seorang pria menyelidiki kasus pembunuhan “Bangbae-dong”, dan dia memulai cerita dengan mengisi suara: “Setiap cerita memiliki awal dan akhir.