bộ 😭 mắc 😭 ôm 😭 eo 😭 lắm 😭 hả 😭
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Netherlands
seen from Germany
seen from Belgium
seen from Russia

seen from United States
seen from Singapore
seen from New Zealand
seen from United Arab Emirates
seen from Malaysia

seen from Italy

seen from Tajikistan

seen from Russia

seen from South Africa

seen from Slovakia
seen from China

seen from Russia
bộ 😭 mắc 😭 ôm 😭 eo 😭 lắm 😭 hả 😭
Students with Colour Vision Deficiency: Academic Stress and Emotional Well-Being
https://www.prittleprattlenews.com/education/students-with-colour/
Usai Purna
Aku adalah manusia yang dinilai ambisius namun kini kehilangan motivasi.
Usai menggenapkan seluruh tanggung jawab yang diberi, aku larut dalam pusara emosi kesedihan itu. Hal yang sebelumnya ditunggu-tunggu agar cepat purna, kini berganti menjadi kelalaian dalam diri yang tak seperti biasanya.
Bagaimana tak sedih, genap tiga tahun hidupku di kampus, hari-hariku diisi oleh kegiatan organisasi tersebut. Kala pagi di kampus, pikiranku sudah melayang memikirkan apa yang akan ditulis. Usai mengikuti perkuliahan, aku beranjak untuk istirahat di sekretariat kecil nan tinggi itu. (Aku menyebutnya tinggi karena memang posisinya di lantai 3 yang membuat lutut mati rasa jika bolak-balik naik-turun tangga). Dan menjelang malam, tepatnya pukul 19:00 WIB kegiatan di organisasiku itu mulai berjalan. Entah itu rapat redaksi, rapat suatu event, editing tulisan, hingga penyelesaian deadline tabloid.
Kembali ke kalimat awal, ‘aku adalah manusia yang dinilai ambisius namun kini kehilangan motivasi’ seperti menggambarkan keadaan ku sekarang. Mulai beranjak dua bulan dari selesainya kepengurusan, jiwa ini masih bergeming tak tahu lagi apa yang harus dikejar. Semangat yang biasanya muncul setiap bangun dari tidur hilang entah kemana. Padahal masih tersisa banyak proses yang harus kulalui sebagai mahasiswa tingkat akhir.
Ya Allah, mengapa untuk hal-hal seperti ini saja, diri ini lambat sekali untuk move on?
Mau Nitip buat Mahasiswa Baru: 5 Hal yang Perlu Dilakukan sebagai Mahasiswa
...Masa kuliah tentunya masa untuk menjalani kuliah, tapi waktu kalian cukup fleksibel untuk eksplor banyak hal. Jadi, dengan kesempatan tersebut dengan kewajiban kalian yang melekat adalah kuliah, pasti defaultnya kalian akan kuliah. Dan main adalah sesuatu yang penting.
Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat buat teman-teman mahasiswa baru di tahun 2020, angkatan mahasiswa yang berbeda dari biasanya karena tahun ini akan didominasi oleh kata daring karena Covid-19, jadi kehidupan mahasiswa pun akan berubah dari biasanya. Ucapan selamat ini tidak terbatas untuk keberhasilan teman-teman atas pencapaian kalian bisa masuk kampus favorit--atau setidaknya bisa merasakan bangku kuliah, tapi lebih dari itu, ucapan selamat atas datangnya kesempatan yang kalian dapat untuk belajar banyak hal dalam rangka meningkatkan kapasitas dan nilai tambah diri kalian. Mudahnya, kalian bakal jadi seseorang yang “naik kelas” “Naik kelas kan udah dari SD sampai SMA?” Betul, tapi ini sekarang berbeda. Kalian bisa naik kelas jadi orang yang pemalu menjadi berani berbicara di depan banyak orang, dari yang ikut-ikutan, menjadi orang yang memimpin dan menunjukkan jalan, dari orang yang sempit wawasan menjadi orang yang berwawasan luas dan terbuka. Kesempatan ini sangat terbuka ketika kalian menjadi mahasiswa karena menjadi mahasiswa adalah menjadi dewasa dan dengan kesempatan menghabiskan banyak “jatah salah” untuk belajar. Pokoknya masa mahasiswa itu masa yang mahal banget, deh! Nah, di sini saya ingin “menitipkan” beberapa hal yang rasanya perlu dibagikan sebagai panduan menjalani kehidupan kampus. Ada beberapa poin yang penting untuk merangkumnya: 1. Bikin rencana setelah lulus Loh, baru masuk sudah disuruh mikirin lulus?
Iya, bahkan menjadi nomor satu yang perlu dilakukan menurut saya sebagai mahasiswa baru. Kalian udah berhasil untuk mendapatkan masa belajar lebih lanjut, kalian juga berhasil masuk jurusan yang akan membentuk diri kalian akan bisa apa. Walaupun akan ada bahasan terkait passion versus jurusan, tapi yang mau saya sampaikan adalah ketika kalian masuk suatu jurusan, kalian pasti akan diajarkan sesuatu yang nanti ketika kalian lulus, setidaknya kalian akan memiliki satu kemampuan. Contoh, pengalaman saya yang lulusan Hubungan Internasional, mungkin tidak akan semua lulusan HI menjadi diplomat, tapi setidaknya selama kuliah kalian diajarkan untuk menganalisa peristiwa dan menuliskannya dalam sebuah artikel. Dan akhirnya banyak lulusan HI yang tidak menjadi diplomat, tapi banyak yang bisa menjadi seseorang dengan memanfaarkan skill tersebut seperti A. Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara, Philip J. Vermonte, direktur lembaga think tank CSIS, atau Ernest Prakasa, Stand Up Comedian yang harus menulis materi sebelum menampilkannya di depan orang.
Nah, lalu apa yang mau kalian jalani setelah lulus? Rencanakan sedini mungkin. Kira-kira apa cita-cita kalian, langkah apa yang bisa dilakukan, apa yang bisa didapat dari bangku kuliah untuk mencapai cita-cita itu, juga kegiatan-kegiatan apa yang dapat menunjang diri kalian untuk mencapai ke titik itu. Untuk cita-cita kalian, hanya kalian sendiri yang bisa merencanakan dan memutuskan bagaimana langkahnya. Oh iya, untuk membuat langkah tersebut, kalian perlu baca sampai habis agar sempurna perencanaannya, ya!
2. Jangan lupa main! Saya mau bilang kalau ini penting banget. Masa kuliah tentunya masa untuk menjalani kuliah, tapi waktu kalian cukup fleksibel untuk eksplor banyak hal. Jadi, dengan kesempatan tersebut dengan kewajiban kalian yang melekat adalah kuliah, pasti kalian defaultnya akan kuliah. Dan main adalah sesuatu yang penting.
Berkemah bersama teman-teman lintas fakultas di gunung belakang kampus (dok: Pribadi)
Mengapa main adalah pendamping kegiatan yang penting? Karena dari main ini kalian harus percaya bahwa kalian bisa naik kelas. Dari main ini kalian akan banyak tau tempat, banyak tau orang, bisa belajar bersikap, banyak tau kesempatan lain yang bakal membuka sudut pandang kalian dan wawasan kalian. Dengan begitu kalian akan menjadi orang yang kaya. Karena pengetahuan tidak hanya di kelas, tidak sebatas di buku, tidak cukup lengkap dari internet, tapi dengan main kalian akan bertemu dengan lingkungan dan melakukan barter nilai tanpa kehilangan nilai yang sudah kamu punya. Maka susun waktu kamu di sela waktu kuliah dan tugas untuk main!
3. Berteman dengan siapa saja Setelah kalian sudah menyusun waktu untuk main, jangan lupa ajak teman untuk saling berbagi kebahagiaan ketika kalian bermain. Selain kebahagiaan, kalian juga bisa menemukan sesuatu dari mereka apa-apa yang tidak kalian temukan di dalam diri kalian atau keluarga kalian. Sesuatu itu akan membuat kalian sadar bahwa dunia tidak sesempit yang ada di kepala kalian. Banyak hal yang tidak kita ketahui di dunia ini jika kita tidak memiliki cukup teman untuk bermain dan berbagi.
bersama wakil ketua KPK, Laode M Syarif (tidak mengenakan almamater), dalam agenda penyerahan kajian strategis pemberantasan korupsi dari beberapa kampus tahun 2017 (dok: pribadi)
Maka untuk menemukan banyak hal di dunia ini, kalian perlu berteman dengan siapa saja, dari fakultas mana saja, jurusan mana saja, angkatan mana pun, bahkan kampus mana pun. Hal tersebut akan membantu kalian menemukan apa yang tidak kalian temukan sebelumnya, akan membantu kalian melihat dunia lebih luas, dan akhirnya dapat membantu kalian untuk bersikap bijak dengan menerima keragaman dunia dengan prinsip yang kalian miliki. Selain itu semua, tentu kalian akan mendapatkan banyak jejaring sehingga kalian memiliki banyak jalan jika ditengah jalan kalian membutuhkan bantuan atau ketika menemukan ide dan butuh rekan untuk berkolaborasi.
4. Wajib magang Poin ini mungkin tidak semua pernah melakukannya ketika menjadi mahasiswa, termasuk saya. Bahkan mungkin ada juga jurusan yang belum mewajibkan. Tapi menurut pengalaman dan pengamatan saya, magang adalah poin penting dan wajib untuk diikuti.
Pengalaman saya sendiri yang berkaitan dengan magang adalah ketika ditanya oleh manajer ketika wawancara kerja di suatu perusahaan. Beliau menanyakan “Kenapa ga ada pengalaman magang?” sambil melihat Curriculum Vitae saya lalu menatap saya dengan tatapan sinis. Hal itu saya nilai sebagai kekurangan saya sebagai lulusan baru walau pada akhirnya saya diterima di perusahaan itu mungkin karena saya menjawab saya fokus di organisasi. Terlepas dari itu, magang masih menjadi hal yang vital.
Selama kuliah mungkin kalian akan mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang nuansanya “sangat mahasiswa”. Artinya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting. Namun perlu ditambah wawasan bagaimana dunia profesional bekerja. Akan sangat berbeda dunia kampus dengan dunia profesional.
Panduannya, kalian perlu memetakan di tempat mana kalian akan magang. Pastikan tempat tersebut menunjang langkah kalian untuk mencapai apa yang ingin didapat selepas kuliah. Baik di lembaga pemerintah maupun swasta. Banyak informasi tersebar mengenai lowongan magang bagi mahasiswa. Kalian juga bisa temukan di Career Development Center atau Direktorat Mahasiswa dan Alumni kampus kalian.
Dari magang ini, selain pengalaman, banyak juga yang akhirnya dipanggil kembali untuk bekerja di perusahaan tempat magangnya setelah ia lulus, biasanya hal ini terjadi di perusahaan swasta dan si mahasiswa memiliki reputasi baik dan rekomendasi dari seniornya baik di kampus atau di tempat magang.
5. Mengikuti kegiatan yang variatif Poin ini mungkin sudah tidak asing bagi teman-teman. Ada yang ingin ikut UKM ini lah, itu lah, bahkan ada yang bercita-cita ingin jadi ketua BEM sejak maba. Jadi mungkin sudah umum bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan. Namun saya tulis di sini untuk menekankan bahwa mengikuti kegiatan selama kuliah memang sepenting itu. Kegiatan ini tidak terbatas hanya di dalam kampus, banyak juga kegiatan ekstra kampus yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
Di poin ini ketika demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau sejenisnya kalian mungkin akan menargetkan akan ikut di kegiatan apa. Apakah UKM kebudayaan, UKM bidang kajian trategis, UKM olahraga, UKM kepemimpinan dan manajemen organisasi seperti BEM, Himpunan, dan lain-lain. Hal yang ingin saya tekankan adalah ada baiknya kalian perlu mengikuti unit kegiatan yang beragam selama berkuliah. Misal kalian ingin belajar manajemen organisasi dan kepemimpinan kalian bisa ikut BEM atau ingin di bidang legislatif kalian bisa ikut BPM/DPM, lalu kalian ingin menyalurkan bakat atau hobi kalian di bidang olahraga, kalian bisa ikut UKM olahraga, atau passion kalian adalah berbicara atau ingin mengasah kemampuan debat, kalian bisa ikut UKM debat, atau kalian minat dengan lingkungan, kalian bisa mengikuti UKM pecinta alam. Kalian juga bisa ikut komunitas di luar kampus yang beragam bidangnya atau mengikuti kegiatan kerelawanan (volunteer). Jangan lupa tingkatkan cakupannya sampai ke tingkat internasional. Banyak sekali kesempatan ini yang beredar informasinya di internet.
Foto bersama mahasiswa volunteer Interpol General Assembly 2016 (dok: pribadi)
Dengan mengikuti kegiatan yang variatif, selain akan menambah jaringan, kalian akan memiliki beragam aktivitas sekaligus banyak ilmu-ilmu baru dari kegiatan-kegiatan yang kalian ikuti sehingga kalian menjadi mahasiswa yang banyak bisa dan menjadi pribadi yang kaya. Apalagi ketika kalian mau nyalon ketua BEM, bisa jadi modal buat dapet suara besar hehe
***
Dari beberapa poin di atas mungkin ada banyak lagi yang bisa diikuti oleh seorang mahasiswa. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi ketika menjalani waktu sebagai mahasiswa selama 5 tahun. Ya, saya telat lulus karena waktu itu di tahun terakhir mendapatkan kesempatan menjadi ketua badan legislatif tingkat kampus yang mana bukan bidang saya haha.
Semoga bisa menjadi panduan kalian yang baru masuk dunia kemahasiswaan, atau mungkin kalian mahasiswa tingkat atasnya yang masih punya waktu untuk eksplor lebih luas. Tentu dengan kondisi pandemi akan banyak penyesuaian yang terjadi di dunia kemahasiswaan, tentu hanya yang menjalaninya yang akan bisa menyesuaikan. Ini hanya sedikit pengalaman yang bisa menjadi panduan.
Sekali lagi, status mahasiswa itu sangat mahal, manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan bekal untuk langkah selanjutnya.
underrated klaine moments (1/?)
↳ (2x17) aw, you miss them
di tengah ondemi sekarang ini jika kalo salah satu yang terkena dampak korona bisa mencoba bisnis ini ya
Rabu: Wisuda, Bulu Tangkis di Fakultas, dan Hal Ajaib Lainnya (2-selesai)
Kegilaan yang sesungguhnya baru dimulai di sini. Menghadiri wisuda ‘bukan siapa-siapa’ hanya pendahuluannya. Hari itu temanku sudah berniat untuk bermain bulu tangkis di fakultas. Seperti kala semester satu di rumput Harvard atau Panggung Terbuka. Tetapi fakultas kami sedang sangat ramai karena acara wisuda. Lagipula kalau hujan deras begini, siapa juga yang mau merelakan diri untuk masuk angin secara sia-sia?
Rencana pun diubah. Bulu tangkis tetap harus dilaksanakan, tetapi tidak di fakultas sendiri. Kebetulan, setelah menghadap Bos Besar di Musholla Psikologi, kami melihat spot yang tampaknya menarik untuk dijadikan lapangan jadi-jadian. Di mana lagi kalau bukan di koridor Filsafat? Maka, tanpa ragu-tanpa malu, kami bergiliran menangkis shuttlecock sambil yang lain berjaga kalau-kalau ada orang mau lewat—karena letaknya dekat kamar mandi.
Mungin orang lain yang melihat bakal mengira kami tidak ada kerjaan atau…gila, tapi memang beginilah adanya.
Ada satu teman yang dengannya kami bisa melakukan apa saja yang awalnya bahkan tidak pernah terlintas di benak seorang mahasiswa biasa, sepanjang tidak melanggar batas norma dan agama.
Hal itu bukannya membuat kami risih atau terganggu, tetapi justru menciptakan kenangan baru yang membuat masa perkuliahan kami (((yang baru semester dua))) sama sekali tidak datar-datar saja.
Di tengah gerimis, bermain bulu tangkis, menumpang fakultas orang, ternyata cukup mengesankan. (hanya disertai cuplikan tangkapan layar, tidak bisa mengunggah video aslinya)
Apalagi setelahnya kami memesan seblak untuk menghangatkan diri dan berpindah tempat ke Selasar Fakultas Ekonomi. Banyak yang sedang mengadakan pertemuan di sana. Rapat UKM, interview himpunan, dan yang, lagi-lagi bermain bulu tangkis juga ada—siapa lagi kalau bukan kami, tetapi singkat saja, tidak sampai lima menit karena malu…dan lapar. Salah satu alasan kami ke sini adalah ‘orang-orang’ yang sedang rapat itu.
Sampai di sana aku terkejut (tapi berusaha penuh untuk pura-pura biasa saja) karena mendapati sosok yang baru kutemui di Selasar Fisipol sehari yang lalu. Ia terlalu terlihat diantara yang lain—mungkin hanya bagiku, tidak mencolok tapi ia berbeda sehingga aku begitu mudah menemukannya. Ia duduk di sebelah kekasih temanku yang semakin membuat perutku mual karena kesenangan. Kebetulan juga, stop kontak yang masih kosong ada di dekat lingkaran rapat mereka. Mau tidak mau aku memilih tempat di dekat situ, tidak peduli yang lain bilang “modus lu” karena ya tidak salah juga….
Setelah urusan baterai ponsel beres, aku langsung mengajak temanku ke kamar mandi untuk ‘sedikit merias kembali’ agar tampak segar karena, ya aku baru saja bermain bulu tangkis dan berkeringat dan kalau ada kesempatan untuk menampilkan diriku yang terbaik, kenapa tidak?
Sosok itu…aku tidak pernah menyangka bisa bertemu secara tiba-tiba. Bahkan pada awalnya aku sudah malas menunggu hujan dan langsung ingin pulang, tetapi di sisi lain aku tidak nyaman kalau berkendara dengan jas hujan. Maka keputusanku untuk ikut tetap tinggal bersama teman-teman nyatanya cukup bijak juga.
Sebab, sosok itu sebetulnya penghuni fakultas yang untuk mencapainya harus menyeberang Jalan Persatuan. Mesti memutar melalui perempatan Mirota Kampus atau Bundaran FKH supaya bisa memarkirkan kendaraan di Perpusat dan pinggir GSP. Sosok itu perlu usaha lebih untuk menyambangi ‘tempat-tempatku’ setiap hari. Singkat kata, kami tidak terlalu bersinggungan; apalagi bertabrakan, sehingga kalau tiba-tiba bertemu begini pasti bukan sebuah kebetulan.
Sore itu, tidak ada senja. Langitnya lebih jelas terlihat dari sebelah selatan fakultas. Langit-langit gedung yang tinggi ini lebih sering menyilaukan juga. Untungnya ada riuh-rendah suara diskusi yang membuat rintik gerimisnya tersamarkan.
Sore itu, di tempat yang sama aku menonton Reality Club secara cuma-cuma; menikmati Faiz dan Iqbal yang wangi memainkan gitar dari depan mata (kapan-kapan aku cerita di tulisan tersendiri), aku makan seblak level satu di dekatmu. Rasanya lebih pedas dari biasanya tetapi aku harus tetap makan karena lapar. Aku malah tidak sengaja menggunakan dua sendok yang menempel atas-bawah, tetapi teman-teman mengatakan itu efek salah tingkah, pengaruh adanya sosok itu di seberangku (kami pindah tempat setelah baterai ponselku penuh). Hah, yang benar saja.
Sore itu menjelang Magrib, rapatnya selesai. Kekasih temanku membubarkannya. Temanku tidak sabar untuk segera intens berinteraksi lagi. Seblakku masih separuh porsi. Aku sedang menyendokkan cuanki saat sosok itu lewat dan menoleh ke arahku (dan teman-temanku) dengan senyum tipis. Kemudian azan berkumandang dan aku tahu sosok itu buru-buru pulang, namun mungkin hujan menahannya kalau ia tidak mengendarai jipnya.
Aku dan teman-temanku masih betah di sini sampai azan Isya lagi. Kekasih temanku ternyata masih meneruskan rapatnya bersama yang seangkatan. Untung temanku tidak gusar. Bahkan ketika sampai pulang pada sekitar setengah sembilan, temanku memilih tetap bersamaku karena musim hujan ini agaknya terlalu berbahaya bagi mereka yang tengah memadu cinta.
Tapi pada intinya aku bahagia juga. Kadang susah dilakukan, tapi aku belajar pelan-pelan. Bahwa sesuatu yang tidak terduga akan terjadi kalau kita tidak kebanyakan ekspektasi. Sampai selanjutnya, semoga.
^aku, yang sedang berbahagia setelah kenyang makan seblak dan bertemu orang-orang teristimewa.
**
Keesokan harinya aku baru mendapat kabar kalau sosok yang lebih tua itu juga menghadiri wisuda, selisih satu jam denganku dan teman-temanku, tentu saja untuk mewakili UKM-nya. Kenapa kita tidak juga bertemu waktu itu? Kenapa harus menunggu sore harinya?
Namun betul ternyata ketika ia berkata, kalau sudah jalannya pun pasti akan bertemu, kalau bukan jalannya…mau bagaimanapun tetap tidak pada akhirnya.
Jalan kita yang mana, ya, kira-kira?
Founded by Chang Jake Hwee in 2019. Play Hard company is a newly established hard disk drive manufacturer company. It comprises a team of established and experienced individuals, with years of extensive knowledge and skills within the technology storage industry.