Biarkan mereka bicara, karena itu hak mereka.
Dan aku hanya perlu menutup telinga dari suara-suara sumbang yang tak sesuai dengan kenyataan..

★

No title available
Peter Solarz
sheepfilms

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
tumblr dot com
Sweet Seals For You, Always
YOU ARE THE REASON
d e v o n

izzy's playlists!
noise dept.
occasionally subtle
One Nice Bug Per Day

Kaledo Art
cherry valley forever

blake kathryn

oozey mess
DEAR READER
Claire Keane

seen from Germany

seen from United States
seen from South Korea
seen from Syria
seen from T1
seen from Netherlands
seen from Pakistan

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Norway
seen from United States

seen from Japan
seen from United States

seen from Argentina
seen from Pakistan
seen from Argentina
seen from United States
seen from Canada

seen from Japan
@chochochipmunk
Biarkan mereka bicara, karena itu hak mereka.
Dan aku hanya perlu menutup telinga dari suara-suara sumbang yang tak sesuai dengan kenyataan..
Bolehkah aku kembali? Karena ku rasa sudah terlalu jauh. Hingga tak lagi mengenali diriku sendiri.
Karena semua hanya soal waktu..
Entah di tahun berapa, bulan berapa dan hari apa, tidak ada seorang pun yang tahu..
Karena semua telah ditentukan..
Bahkan di detik, menit, dan jam ke berapa pun semuanya telah di tentukan..
Sungguh, aku sudah baik-baik saja..
Hatiku juga tak lagi merasakan sakit..
Hanya saja aku bingung bagaimana menanggapi obrolan yang bagi ku begitu tiba-tiba..
Juga sebenarnya aku tidak ingin lagi mendengar apapun tentang masa laluku...
Untuk apa menyukai seseorang yang tak memahamimu? Bahkan menolehkan wajahnya padamu pun enggan ia lakukan.
Jadi untuk apa lagi berharap. Semua akan sia-sia.
Sadarlah, cintamu itu sempurna. Tapi hanya saja kau menaruhnya di tempat yang tak semestinya.
Cukup tangguhkan harapanmu pada Sang Pencipta, bukan pada makhluk-Nya. Maka semua akan indah di waktu yang tepat.
Bukan hanya sekedar mengucapkan kata "simsalabim" dan semua keinginan pun terkabul...
Tidak seinstan itu, karena semua butuh proses..
Awali dengan "Bismillah", hingga sang waktu menetapkan untuk mengubahnya menjadi "Alhamdulillah"..
Berhenti mengeluh..
Karena setiap orang sudah diberikan sesuai porsinya masing-masing, tak terkecuali dirimu..
Jadilah dirimu apa adanya..
Tanpa mengurangi ataupun menambahkan sesuatu pada dirimu..
Karena mengubah dirimu menjadi orang yang berbeda demi untuk di sukai oleh orang-orang di sekitarmu, hanya akan membuat dirimu lelah..
Juga tak perlu memaksakan seseorang untuk menyukaimu.. Karena hak mereka untuk menentukan suka atau tidak..
Be yourself..
Maka dirimu akan merasakan kenyamanan dalam menjalani kehidupanmu..
Ku kira dekat, ternyata tak sedekat itu..
Ku kira akrab, ternyata tak seakrab itu..
Bodohnya aku yang terlalu berharap, pada seseorang yang tak menetap..
Hingga sakit hati tertancap, karena merasa tak dianggap..
Bodohnya aku yang terlalu berharap, pada seseorang yang tak menetap..
Selalu berpikir positif.
Percayalah, semua yang terjadi padamu atas kehendak-Nya. Bahkan segala hal yang kau anggap bencana dalam kehidupanmu, semua telah menjadi rencana-Nya.
Aku tidak sebaik yang kalian pikirkan. Tak sesempurna yang kalian bayangkan.
Aku sama saja seperti orang-orang lain. Tak ada yang berbeda. Memiliki kekurangan, memiliki aib dan dosa-dosa.
Hanya saja Allah SWT membantuku dengan menutupi semua itu.
Terkadang ada rasa sesal ketika mengingat begitu banyak waktu yang telah aku buang selama ini.
Tapi kemudian aku merasa lega dan bersyukur, karena Allah SWT masih menyadarkanku dari penantian sia-sia ku.
Mengagumimu dalam diam.
Bolehkah aku melakukan itu?
Karena hanya itu yang bisa aku lakukan sembari menunggu takdir yang telah direncanakan-Nya untuk ku..
Dikelilingi oleh keluarga, teman dan orang-orang yang baik di dalam kehidupan adalah salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT yang patut disyukuri.
Dan aku bersyukur akan itu..
Hai hati..
Maaf ya kalau selama ini sikap ku terlalu banyak menorehkan luka padamu.
Tapi aku janji, untuk ke depannya tak lagi seperti itu. Aku akan selalu menjagamu, menjauhkanmu dari luka yang tak pantas kau rasakan.
Bersabarlah hati, insyaallah kebahagiaan yang sejati akan datang.
Walaupun aku juga tak tahu kapan datangnya itu, tapi aku yakin semuanya telah direncanakan. Aku harap dirimu akan selalu bersabar dalam menunggu.
Kau dan aku.
Kita..
Bukan karena fisiknya, bukan juga karena hartanya.
Tapi entah kenapa pandangan ku selalu tertuju padanya, pikiranku selalu dipenuhi olehnya, dan hatiku telah terikat dengan perasaanku padanya.
Luka-luka yang ia goreskan, seakan-akan telah menghilang bahkan tak sedikit pun meninggalkan bekas..
Tapi tak sedikitpun ia tahu tentang itu. Bahkan mungkin tak sedikitpun keingintahuannya padaku. Sehingga membuatku merasa patah sebelum berkembang.
Bisakah sedikit saja kau menoleh ke arah ku? Sedikit saja kau berikan kesempatan untuk ku mengutarakan segala perasaanku?
Sepertinya tidak. Kau bahkan tidak mempedulikan keberadaanku dan menganggapku seperti angin lalu. Aku tahu sikapmu itu, mungkin karena aku bukan seseorang yang kau inginkan dalam kehidupanmu.
Aku tak tahu..
Kenapa aku masih menautkan hatiku pada orang yang pernah menyakitiku..
Padahal tak terhitung lagi luka yang ia goreskan, tak terhitung lagi berapa banyak pedang yang ia hunuskan pada hatiku.
Tapi kenapa aku masih saja bertahan, kenapa perasaan ini tak mudah untuk dihilangkan.
Aku tak tahu.. Sungguh tak tahu..