
@theartofmadeline
NASA

ellievsbear

oozey mess
hello vonnie
One Nice Bug Per Day

Origami Around

Kaledo Art
$LAYYYTER
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
RMH

Product Placement
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Mike Driver
styofa doing anything
art blog(derogatory)
I'd rather be in outer space 🛸
trying on a metaphor
Lint Roller? I Barely Know Her
cherry valley forever
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Denmark

seen from Finland

seen from China
seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Kenya
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Germany
@citrasatya
Jam digital menunjukkan pukul 9.41 PM artinya hampir 2 jam aku terlibat dalam online meeting yang baru saja berakhir. Pembahasannya cukup menarik. Walaupun mata berat karena udah ngantuk tapi sebelum lupa, aku mau bilang kalau negeri ini gak pernah kekurangan orang baik. Kita gak pernah kekurangan orang yang punya keahlian di bidang tertentu dan mereka bersedia berbagi pengetahuan yang dimiliki.
Jadi teringat obrolan 'Abah' di Makna Talks. Semoga benar, bahwa kumpulan orang-orang yang memiliki niat baik untuk negeri ini menjadikan Indonesia kelak (belum tahu kapan) menjadi Indonesia yang adil, makmur, rukun, sejahtera.
Semoga kita gak pernah hilang harapan walaupun masih sangat banyak PR yang harus diselesaikan bareng.
Rabu, 8 Januari 2025.
Mengawali Senin pertama di tahun 2025 dengan journaling tulis tangan. Betapa kaku dan kagok setelah berbulan gak journaling dan sudah sekitar dua mingguan gak pegang pulpen.
Harapannya masih sama. Untuk segala hal baik yang sedang diupayakan, semoga Allah mudahkan. Aamiin.
Senin, 6 Januari 2025.
Ramadan #2
Ada momen dalam hidup di usia 30-an ini aku mempertanyakan kenapa aku tidak seperti dulu, aku yang semangat, aku yang tidak suka menunda, aku yang energinya banyak untuk bertemu orang lain, aku yang penuh ide dan keberanian, dan aku lainnya yang membuatku sekarang bertanya-tanya, apa yang telah mengubahku sehingga aku tak seperti dulu? Perasaan rindu pada versi diri yang sebelumnya ini menjadi hal yang mungkin akan kamu temui juga, saat pekerjaan telah menenggelamkan dirimu dalam rutinitas, saat uang telah mematri ketakutanmu untuk mencoba hal-hal lainnya karena kalau gagal - mungkin kamu akan kehilangan uang yang secara rutin telah kamu dapatkan, atau hal-hal lainnya yang membuat diri terasa semakin jauh. Alih-alih bertumbuh, kini justru semakin tersesat.
Tarik diri dari keriuhan. Luangkan waktu untuk melihat lagi ke dalam diri, berkatalah secara jujur bahwa dirimu yang sekarang memang sebeda itu. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dan harapkan. Apakah kamu masih di jalanmu atau sebenarnya udah melencenga jauh dari tujuan.
Memang tidak mudah untuk sejujur itu sama diri sendiri, sebab barangkali kita akan mendapati hal-hal yang membuat kita kecewa ternyata disebabkan oleh diri sendiri yang tidak berani, tidak tegas, tidak berpendirian, tidak cukup kuat memegang komitmen sama mimpi, dan hal-hal lain yang membuat kita ingin menyalahkan diri sendiri.
Memang tidak mudah. Tapi paling tidak, kalau kita ingin memperbaiki hal yang telah terlampu jauh dari tujuan, kita masih memiliki kesempatan untuk menariknya kembali. Membuat diri kembali percaya bahwa hidup ini sudah seharusnya diperjuangkan, oleh diri kita sendiri. Siapalagi kalau bukan dirimu sendiri?
Seringkali menjadi dewasa itu membutuhkan banyak proses yang “painful”.
Hal yang harus dilakukan;
1. Menyadari bahwa sebagai manusia, kita akan dihadapkan dengan berbagai proses pendewasaan
2. Menerima bahwa cara mendewasa seringkali tidak menyenangkan
3. ‘Hadir’ saat dihadapkan dengan hal yang tidak menyenangkan, bukannya denial atau malah menghindar
4. Tidak ada cara lain kecuali bersedia bertumbuh
5. Setia dengan proses dan sabar
Ada banyak sekali orang yang menua tapi tidak mendewasa. Perkataannya tidak mencerminkan usianya. Perilakunya seperti selalu tidak siap. Tidak pernah mau mengalami hal-hal yang ‘painful’. Maunya jalan pintas.
Semoga kita termasuk orang-orang yang setia dengan proses dan sabar. Bukan orang-orang yang melewati waktu tanpa mendewasa.
———
Lembang, 17 November 2023
05.07 AM
Ternyata menyenangkan menyaksikan seseorang bertumbuh. Beberapa saat lalu, aku menonton salah satu youtube channel tentang seseorang yang tinggal di luar negri dan coba berjualan makanan Indonesia. Rasanya baru kemarin melihat mba ini berjualan di depan toko keluarganya menggunakan meja sederhana, dengan menu makanan yang sederhana seperti bakwan dan bakso.
Sampailah hari ini dia berjualan makanan di food truck. Rasanya ikut senang luar biasa. Proses demi proses dilalui. Dari yang awalnya belajar masak melalui tutorial di youtube kemudian sampai berguru kepada ahlinya/chef yang cukup terkenal. Dari yang sebelumnya dapurnya sangat sederhana, sekarang sudah sangat layak bahkan seperti dapur contoh atau studio masak.
Pasti ada banyak hal juga yang dilalui dibalik layar. Kemungkinan besar ada malam-malam panjang kurang tidur karena mengedit video. Ada diskusi dengan keluarga tentang apa dan bagaimana bisnis jualan makanan sekaligus membuat konten setiap hari.
Dengan kesederhanaan dan (aku rasa mba ini sangat) vulnerable, juga mau menerima kritik dan saran, mau belajar lebih giat, berani ambil risiko, berani gagal, juga pasti ada support system yang begitu kuatnya sehingga tumbuhlah sampai dengan saat ini, dengan subscriber yang cukup besar dan solid.
Aku jadi teringat dengan kata-kata yang sangat berkesan saat berkuliah dulu, "Kamu boleh saja bodoh, yang tidak boleh itu tidak punya semangat".
Orang baik yang mau belajar pasti akan dipertemukan dengan orang baik lainnya yang mau mengajari/membimbing.
Sekali lagi, makasih ya Mba! Saya serius ikut berbahagia.
Aku mau bilang sama diri sendiri bahwa seindah-indahnya suatu hal yang orang tampilkan melalui sosial media, itu tidak sepenuhnya benar.
Bahkan di tempat yang paling indah sekalipun, hal-hal yang tidak menyenangkan bisa saja terjadi.
Jika boleh aku definisikan, tempat terbaik adalah tempat yang kita kunjungi langsung. Wisata terbaik adalah wisata yang kita lakukan. Makanan terbaik adalah yang bisa kita rasakan sendiri. Pengalaman terbaik adalah hal-hal yang kita alami sendiri.
Kagum melalui layar kaca boleh saja tapi jangan terpana berlebihan. Dan jangan percaya 100%.
Kita memang tidak pernah benar-benar serius. Yang kita dahulukan adalah bagaimana agar terlihat bagus, cantik, proper dan hal-hal keren lainnya. Tapi akar masalahnya selalu kita abaikan. Benar sih jika kedatangan tamu harus kita jamu sebaik mungkin. Tapi terasa ada perbedaan jauh antara kenyataan dan saat -short event- acara berlangsung. Tamu-tamu kita suguhkan jalanan yang kosong (karena rekayasa lalu lintas), gala dinner terbaik dengan makanan yang pasti lezat dan musik serta tari-tarian yang menyenangkan, dan light show yang megah dan memanjakan mata, juga polusi kita ‘rekayasa’ barang sehari.
Tapi setelah itu kita kembali lagi. Bermacet-macet lagi, belum lagi jika tiba musim hujan, bisa jadi banjir dimana-mana. Apalah isu polusi udara. Biarkan semua ‘bengek’. Anak-anak kecil yang terkena ISPA. Regulasi yang ‘aneh’. Lagi-lagi bukan menyelesaikan masalah tapi menambah masalah baru. Bagi masyarakat yang membeli sepeda motor listrik akan diberi subsidi. Lantas setelah itu udara membaik?
Ditambah lagi menginjak pilpres. Hoax dimana-mana. Berita-berita palsu disebar. Buzzer dikerahkan. Gosip-gosip selebritis jadi topik utama.
Kita diajak lupa. Apa yang penting dan mendesak. Kita abai lagi. Terlena lagi.
Kontemplasi sehabis melihat kilasan gala dinner KTT Asean.
Jakarta, 7 September 2023.
Tentang menjaga lisan.
POV: kamu lagi meeting lalu tau-tau ada yang menjelekan suatu unit tertentu terlepas itu bercanda atau bukan. Tapi kamu merasa secara langsung atau tidak langsung, kamu mati-matian berjuang di unit itu.
Rasanya super gak nyaman. Diketawain lalu dibilang “bubarin ajalah gak ngehasilin juga”. Like what? Dalem hati tuh teriak “HELLO LU PALING OKE? Udah achieve segimana sih?!!!”
Untung cuma dikepala. Gak keluar jadi omongan. Astagfirullah harus banyak tarik nafas. Semoga gak usah ketemu orang itu sering-sering. Bawaannya negatif sama orang yg mulutnya gak dijaga. Jangan sampe deh jd orang yg semudah itu mengolok/menghina sesuatu.
Bagaimana jika ternyata kebahagiaan yang kita ‘cari’ atau kita idam-idamkan adalah semu?
Bagaimana jika bahagia versi kita ternyata menyakiti orang-orang sekitar kita?
Bagaimana jika bahagia itu tidak pernah ada? Yang ada adalah cara kita bersikap atau cara kita memandang hidup
Lantas apa itu bahagia?
Jakarta, 7 Juli 2023. Di dalam Transjakarta Jumat malam yg muaacett.
Sesungguhnya jalan pagi atau jalan sore atau bahkan combo jalan pagi dan jalan sore bikin mood jauuuuh lebih baik.
Rasanya jadi lebih sayang sama diri sendiri.
Terima kasih kaki sudah kuat menopang beban dan melangkah lebih banyak 🫶🏼 akur terus ya kita!
Jumat, 26 Mei 2023. Saat WFH dan baru kelar online meeting 🥰
Ya Allah, remove all arrogance and selfishness from my heart, and teach me to be humble, to always remember You in everything that I do.
Sebuah catatan untuk diri sendiri.
Hari ini (dan semoga di hari-hari kedepan) aku ingin akur dengan diri sendiri. Aku berusaha memaafkan kesalahan-kesalahanku di masa yang lalu. Aku terima segala kekuranganku. Semuanya. Aku yang kadang terlalu perasa, kadang judgemental, tidak sabar, tidak sungguh-sungguh. Aku yang terlalu cepat memutuskan. Kadang terlalu bertele-tele dan sibuk pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Aku yang begini dan begitu.
Juga aku yang penyayang dan selalu berusaha hadir. Aku yang supportive. Aku yang mau mendengarkan. Aku yang begini dan begitu.
Walau keadaan selalu berubah-ubah, semoga aku selalu bisa berkawan dengan diri sendiri. Selalu bisa berdamai dengan hal yang bisa aku ubah dan tidak bisa aku ubah. Akur terus ya, diri!
Jakarta, 22 Mei 2023. Senin yang banyak meetingnya.
Ada seorang teman, sebut saja oknum S, teraktir es kopi susu. Lalu aku bilang, makasih ya kopinya. Dia menjawab sambil lalu, dahlah ditunggu undangannya. Yang dimaksud tentulah undangan pernikahan. yeuu, dikata sebar undangan nikah semudah itu. Kan nikah bukan hanya one-day event. Tapi event seumur hidup. Lalu aku berpikir lagi, aku memang menginginkan pernikahan (tapi tidak sekarang, lalu kapan?). Kemudian kapankah merasa siap? Sudah melakukan apa untuk memantaskan diri? Kapan berani untuk membicarakan hal-hal yang menyertai pernikahan? Kesiapan fisik dan mental, kesiapan ilmu agama, kesiapan finansial, kesiapan untuk mengalah dan bersabar, kesiapan untuk mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Ya Alloh, ingin peluuuuk. Ngetik sambil berkaca-kaca. Disisi lain aku meyakini bahwa Alloh akan pertemukan dengan jodoh terbaik menurut-Nya di waktu dan tempat yang tepat, inshaAllah.
Kantor, 13 Maret 2023 (saat nyambi bikin report tapi kok berisik amat)
Jangan-jangan kamu hanya merasa ‘terhubung’ tanpa benar-benar terhubung.
Jaga kewarasan ya!
Krisna Bali -saat nunggu orang lain belanja-
Mengikuti acara kantor di luar kota itu mengajarkan banyak hal terutama masalah komunikasi dan kesabaran.
Hampir membuncah dapet watsap dari rekan sejawat yg kok dia spt memahami isi hati yang ketahan dari semalem.
Alhamdulillah Alloh karuniakan orang-orang baik. Alhamdulillah ala kulli hal..
Catatan di Sheraton Bali, 2 Maret 2023.
Ya sudah, lakukan saja apa yang menurutmu benar. Kamu tidak perlu validasi semua pihak. Biarkan kita bergerak sesuai tujuan masing-masing.
Walau seringkali benar itu relatif tergantung sudut pandang, semoga kamu jadi orang yang arif, yang bijaksana. Dan juga menjadi orang yang adil, yang bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.
Jangan pernah berhenti belajar. Stay relevant!
Rabu pagi sebelum ngantor.
22-Feb-2023