Pada akhirnya kita tidak bisa berbagi pada mereka yang tidak mengerti rasa sakit yang sama.
Not today Justin

No title available

PR's Tumblrdome

roma★
Three Goblin Art

❣ Chile in a Photography ❣
EXPECTATIONS

ellievsbear
Monterey Bay Aquarium
No title available
occasionally subtle
No title available
official daine visual archive
hello vonnie
Noah Kahan
macklin celebrini has autism
Lint Roller? I Barely Know Her

Love Begins

@theartofmadeline
Misplaced Lens Cap
seen from Norway

seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Poland

seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil

seen from Argentina
seen from Qatar
seen from Germany
seen from Russia
seen from Canada

seen from Singapore
seen from Moldova
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore
@cloudnotes26
Pada akhirnya kita tidak bisa berbagi pada mereka yang tidak mengerti rasa sakit yang sama.
Babak demi babak telah berhasil kita lalui, walaupun penuh dengan ego dan permintaan maaf.
Tapi kenapa babak ini terasa sangat panjang sekali? Ada apakah diujung sana hingga proses yang di lalui begitu berat, apakah rencana rencana yang telah kita bangun sebelumnya dapat terwujud di babak ini? Apapun itu hasilnya nanti semoga sesuai dengan apa yang kita harapkan dan perjuangkan bersama.
dewasa itu menyadari bahwa pilihan kita hanya dua; kalah atau dikuat-kuatin aja.
Apakah perjalanan ini akan berakhir seperti yang di harapkan?
Aku tidak tau siapa yang akan menjadi akhir dari perjalanan ini, aku tidak tau siapa yang bersedia menungguku di ujung jalan, atau aku tidak tau siapa yang telah berjuang untukku tanpa kusadari. Aku tidak tau, siapapun itu terima kasih telah memilihku, terima kasih telah menjadi kan ku tujuan akhirmu.
Untuk saat ini aku berusaha sebisa mungkin untuk menjaga, apapun itu. Kenangan dari masa lalu cukup membuat ku untuk berhenti dari hubungan yang tidak punya tujuan, aku sudah tak pandai untuk berbasa basi, aku sudah mulai lelah dengan pendekatan yang berakhir kehilangan.
Yang aku butuh seseorang yang mampu memilihku dari banyaknya pilihan, seseorang yang menjadikanku tempat nya pulang, bersedia menerima keburukan dan kekurangan ku, itu saja sudah cukup terlepas dari rentetan calon pasangan yang terbaik.
No more games.
Aku lelah berbasa-basi yang tidak ada artinya. Jangan tanyakan padaku kalimat seperti “Sudah makan belum?” dan “Lagi apa?”, kamu tidak akan mengenal seseorang jika hanya bertanya pertanyaan dangkal seperti itu. Jika kamu benar-benar ingin mengenalku, tanyakan apa ketakutan terbesar dalam hidupku dan siapa orang-orang yang berarti dalam hidupku.
Aku sudah bosan mengejar-ngejar hati yang memang tidak pernah ingin dikejar. Datang dan pergi seakan-akan aku hanyalah keset. Sengaja menghindar beberapa hari agar dicari-cari.
Cukup sudah. Aku sudah muak bermain permainan hati ini.
Maka sudah kuputuskan sekarang jika memang benar ada orang di luar sana yang menginginkan masa depan bersamaku, tolong berkatalah yang jujur padaku dan buktikan semua perkataanmu dengan perbuatan.
Kau merindukanku? Beritahu aku.
Kau ingin bertemu denganku? Datanglah ke rumahku atau ajak aku untuk bertemu denganmu.
Kau marah denganku? Beritahu aku alasannya dan mari kita cari solusi bersama.
Kau menginginkanku? Bilang padaku dan aku akan disini bersamamu, takkan kemana-mana.
Hidup kita tidak lama, sayang. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya untuk bermain permainan hati seperti itu. Bukankah lebih baik jika kita habiskan waktu kita dengan bersama-sama?
Andira W.
Bandung, 20 Januari 2019.
Setelah dipikir-pikir gak ada doa yang tertolak, yang ada ditunda atau diganti dengan yang jauh lebih baik. Tapi karena emang manusia sukanya tergesa-gesa dan terburu-buru dalam banyak hal seringkali membuat pikiran doanya tidak terkabulkan. Padahal ya bisa jadi waktunya aja yang belum pas. Sabar. Semua yang tertakar tidak akan tertukar.
Tidak semua yang terasa bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Terkadang kau harus menyimpannya rapat-rapat untuk menjaga perasaan seseorang, tapi sampai kapankah akan begini? Kau pilih batinmu yang tersiksa atau menjaga perasaan seseorang?
Tampaknya kita semua butuh pengakuan
Bahwa ingin di akui cantik, baik, cerdas
Kau mengesampingkan perasaaan demi sbuah pengakuan
Kau mengesampingkan rasa nyaman demi sebuah pengakuan
Karena sejak kita lahir dari dunia ini sebuah pengakuan akan berdampak pada kehidupan yang akan di jalani
“Semakin tua dirimu, menatap hujan tak lagi tentang kerinduan pada seseorang saja. Melainkan pada hari - hari yang telah lewat, masa muda yang terus berjalan, orang orang yang salah kamu percayai, teman - teman yang tak sengaja kamu lewati karena kesibukan. Mungkin isinya bukan soal penyesalan. Melainkan kerinduan, atas pilihan - pilihan yang tak kamu ambil, sebab waktu menunjukkan betapa mudanya dan cerobohnya dirimu untuk semua pilihan itu dahulu. Semakin tua dirimu, hujan tak turun rintik - rintik dan menimbulkan sendu di hati. Melainkan berangin, menyisakan dedaunan yang berantakan dan hawa lembab yang tak menyenangkan.”
—
“To say goodbye is to die a little.”
— Raymond Chandler, The Long Goodbye
“…Maybe everybody in the whole damn world is scared of each other.”
— John Steinbeck, Of Mice and Men
Jarak itu hanyalah sebuah kata
Jika kedua hati saling menghargai, sejauh apaun keberadaanya
Ribuan suara pun akan mampu di tengahi
-Perindu Senja
Rintik hujan di awal maret mengingatkan ku pada maret-maret sebelumnya adalah ketika kita berlomba mengucapkan kata cinta tanpa ada paksa
-Perindu Senja
Rindu itu selalu datang
Tiap kali wajahmu ku bayang
Bila kau lelah tualang
Ingatlah aku tempatmu pulang