Manusia itu hidup dalam tiga waktu; masa lalu, masa depan dan masa kini.
Pertanyaannya, bagaimana harus bersikap akan tiga waktu tersebut? Sebab salah dalam bersikap, menentukan kadar kualitas hidup manusia.
Misalnya, mereka yang terlalu setia tinggal di masa lalu, akan menghadapi hidup tanpa gairah, karena setiap waktu yang berlalu hanya akan dipenuhi rasa penyesalan—"Kenapa dulu tidak ini? Kenapa aku memilih itu?" Atau juga, mereka yang terlalu 'bergairah' untuk hidup di masa depan, akan terbuai oleh angan yang kadang justru memicu ketakutan yang tak berkesudahan—"Nanti kalau ini gimana? Bisa nggak ya aku nanti?"
Itulah kenapa penting bagi kita dalam berlaku adil dalam menyikapi segala sesuatu. Adil itu mudahnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bagaimana kita menaruh porsi yang menurut kita tepat, berdasarkan pertimbangan matang sebagai bentuk ikhtiar terbaik dalam mensyukuri kehidupan.
Jika diibaratkan, tiga masa itu layaknya kita berkendara dalam mobil. Masa lalu adalah spionnya, masa depan adalah jalan yang kita kihat di depan, dan masa kini adalah tangan kita di atas kemudi. Kita sesekali melihat spion, tapi tidak untuk terus menatapnya. Karena jika terlalu lama menoleh ke belakang, kita kehilangan arah di depan.
Kita juga perlu melihat jauh ke depan, membaca jalan untuk memetakan potensi dan peluang, serta mengantisipasi tikungan. Namun jika terlalu sibuk membayangkan apa yang belum terjadi, kita justru kehilangan kendali atas kendaraan yang sedang kita jalankan.
Maka kuncinya bukan memilih salah satu, tapi menempatkan semuanya secara proporsional. Melihat ke belakang seckupnya, menatap ke depan seperlunya, dan memastikan tangan tetap teguh mengendalikan arah di saat ini. Sebab pada akhirnya, bukan masa lalu yang bisa kita ubah, dan bukan pula masa depan yang bisa kita pastikan, melainkan bagaimana kita mengemudi hari ini, yang akan menentukan kita sampai di mana.
Nikmati setiap peristiwa yang dihadapkan, hargai sebuah pertemuan, dengan sesekali kita bermuhasabah atas apa yang telah kita bekalkan. Semoga Allah meridhoi setiap hajat yang sedsng kita ikhtiarkan. Aamiin ya Robbal 'alamin :)