“Mood Booster” is Chocolate
Siapa sih ya yang belum pernah mencicipi jenis makanan/minuman ini. Dari anak kecil sampe dewasa pun pasti sudah pernah menikmati lezatnya cokelat. Selain mudah di dapat, olahannya pun beragam mulai dari minuman, batangan, pasta, meises hingga yang sudah diproses menjadi kue atau permen. Hhmmm, semuanya memiliki ciri khas rasa sendiri dan sudah pasti lezat, hehe.
Selain kelezatanya, cokelat memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh kita. Kalimat tersebut pasti sudah sering ditemui, di artikel-artikel ataupun buku. Salah satu yang sering kita dengar adalah cokelat bermanfaat sebagai peningkat mood atau bisa juga disebut “Mood Booster”. Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah mitos atau tidak ya?
Kadang-kadang terlintas dalam benak kita pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun kadang terabaikan oleh kelezatan coklat itu sendiri. Hehehe. Manfaat cokelat untuk meningkatkan mood bukanlah mitos tetapi fakta.
Dalam diri coklat, terkandung alkaloid-alkaloid seperti teobromina, fenetilamina, dan anandamida. Senyawa-senyawa tersebut memiliki efek fisiologis bagi tubuh kita yang bersifat stimultan ringan. Yaitu dapat menstimulasi sel saraf dalam otak kita sehingga menimbulkan perasaan bersemangat dan segar.
Teobromina (Theobromine) dipercaya memiliki mood elevating effects dan juga berfungsi menstimulasi susunan saraf pusat sehingga kita bisa merasa rileks. Senyawa ini merupakan zat yang bisa membuat kita ketagihan meskipun bukan termasuk dalam zat adiktif. Efek stimulasi dari theobromine hanya satu persepuluh dari kafein.
Fenetilamina (Phenylethylamine) berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah ke otak dan meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang akhirnya menghasilkan hormon serotonin dan dopamine yang mampu menimbulkan perasaan senang, rileks, ketertarikan, dan perbaikan mood.
Anandamida (Anandamide) memberikan efek stimulasi tergantung pada seberapa banyak otak secara alami menghasilkan zat tersebut ketika kita menikmati coklat. Cara kerja Anandamida hampir sama dengan THC (zat yang membuat seseorang merasa melayang seperti ketika mengkonsumsi marijuana) yaitu zat tersebut langsung menuju otak dan mengaktifkan semua reseptor cannabinoid. Tetapi, kandungan anandamida pada coklat tidak sebanyak di marijuana karena zat ini hancur oleh asam lambung.
Rangsangan-rangsangan yang terjadi pada otak dari zat-zat itulah yang mempengaruhi kita untuk ketagihan dalam mengkonsumsi coklat dan bisa meningkatkan mood kita walaupun sebenarnya rasa coklat itu masih sulit didefinisikan.
Seperti diungkapkan Joel Glenn Brenner dalam bukunya Emperors of Chocolate (Kaisar Coklat), rasa coklat muncul dari percampuran antara 1200 macam zat tanpa satu rasa yang jelas dominan. Dan sebagian dari zat tersebut memiliki rasa yang kurang cocok dilidah jika berdiri sendiri.
Meskipun begitu, dalam keseharian coklat tetap bisa merangkul berbagai kalangan dan menjadi makanan/minuman favourite. Efek psikologis lain yang muncul ketika seseorang merasakan coklat yang meleleh di dalam mulut adalah peningkatan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat dari biasanya.
Hal ini terjadi karena titik leleh lemak kakao terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh atau pada suhu darah yaitu di bawah 33 derajat Celcius. Jadi coklat sangat mudah meleleh. Rasa lembut lemak kakao yang lumer dimulut memiliki kekhasan tersendiri. Sensasi inilah yang menjadi salah satu kelebihan coklat dan membuat ingin terus mengkonsumsinya.
Hhmmm, lezat deh pokoknya, hehe. Meskipun coklat memang lezat tapi jangan dikonsumsi terlalu berlebihan ya karena segala yang berlebihan itu tidak baik dan akhirnya bisa menjadi sesuatu yang negatif.
Sekian dulu pembahasan tentang salah satu manfaat coklat sebagai “Mood Booster”. Masih banyak manfaat coklat yang lain yang akan dibahas. Stay tune terus di @co_drinks. Sampai ketemu lagi pada artikel berikutnya yaa :)
Selamat menikmati coklatmu hari ini! :-D