Pernah baca tanggapan seorang penulis untuk pembacanya yang kesulitan membangun pikiran positif setelah diselingkuhi suaminya dan memilih mempertahankan pernikahan.
Seorang istri punya dua pilihan ketika suaminya melakukan perselingkuhan. Pertama, memaafkan suami dan mempertahankan pernikahan. Konsekuensinya tentu harus berani melanjutkan hidup tanpa mengungkit kesalahan.
Tapi, kalau ternyata perselingkuhan itu sulit dilupakan sampai mengganggu kedamaian hati, perceraian adalah solusi. Kalau sendirinya dipenuhi rasa tidak aman, maka akan sulit membangun kedamaian dalam pernikahan. Kalau menikah itu ibadah, mengabdi pada suami pun bukan lagi berkah kalau selalu diiringi resah.
Jika tujuan pernikahan supaya merasa tenteram dan damai namun dua hal tersebut tidak lagi ditemukan dalam menjalankan pernikahan, maka tidak ada lagi urgensi untuk mempertahankan.