Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang mustahil kau miliki Nelis??
Barangkali, seperti menulis surat surat masa depan yang selalu kulakukan dan dikirim kepada angin dengan tujuan dia menerimanya, tapi kau tau itu tak akan sampai. Tapi tetap saja aku menulis nya.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya hanya kupandang dari kejauhan. Cinta ini, alih alih membawa bahagia justru menjadi pengikat yang menyakitkan.
Aku ingin melupakan, namun setiap kali mencoba, bayangan nya tetap hadir, menghiasi malamku dengan tanya yang tak pernah terjawab.
Andai berpindah hati semudah membalikkan telapak tangan, mungkin aku takkan terjebak dalam rasa yang tak berujung ini. Tapi hati menyimpan nya terlalu dalam dan lama. Ia bukan mesin yang bisa diperintah semauku. Dia tumbuh liar, mencintai yang tak seharusnya, lalu menangis dalam diam.
Yang tau dengan perasaan ku ya aku sendiri, dan yang tau harus bagaimana caranya ya aku sendiri, dan yang harus menyelesaikan ini semua yah aku sendiri. Tidak ada yang bisa membantu, kalau dulu aku memilih mundur walaupun rasanya tidak pernah selesai. Paling tidak aku sudah bertanggung jawab atas rasa yang disengaja atau tidak.








