Seperti mata & bayangan. You'll never walk alone. Selalu ada yang melihatmu dan mengikutimu kemanapun kamu pergi. #shadow #neverwalkalone šŖš«šš¬šÆš„
Monterey Bay Aquarium

Love Begins
Keni

No title available
𩵠avery cochrane š©µ
Mike Driver

JVL

oozey mess

if i look back, i am lost
EXPECTATIONS

⣠Chile in a Photography ā£
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.
Show & Tell

romaā

Kiana Khansmith
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
ojovivo

izzy's playlists!
seen from United States

seen from Kenya
seen from Spain

seen from Belgium
seen from Paraguay
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Poland
@coverable-id
Seperti mata & bayangan. You'll never walk alone. Selalu ada yang melihatmu dan mengikutimu kemanapun kamu pergi. #shadow #neverwalkalone šŖš«šš¬šÆš„
š¤ . Lg pada pusing.. Berapa hari lagiiii menujuuuuuuu #ujiannasional ??!?!?!?! š„
I miss you like crazy.. ):
Take me to reality please
I love bloging.
Describing Taylor Swift for practice English exam. Wish me luck!:)
One of my favorite songššššā¤ļø.
My love by Westlife
Ada terjemahannya juga loh:p
I An empty street Jalanan terasa sepi An empty house Rumah terasa kosong A hole inside my heart Terasa ada lubang di hatiku Iām all alone Aku sendiri The rooms are getting smaller (smaller) Semua ruang terasa semakin sempit
II I wonder how Aku bertanya-tanya bagaimana semua terjadi I wonder why Aku bertanya-tanya kenapa semua terjadi I wonder where they are Aku bertanya-tanya dimanakah The days we had Hari-hari kebersamaan kita dulu The songs we sang together (Oh yeah) Lagu-lagu yang kita nyanyikan bersama
III And, oh, my love Dan, oh, cintaku Iām holding on forever Aku kan bertahan Reaching for a love that seems so far Merengkuh cinta yang tampak begitu jauh
IV So I say a little prayer Maka kupanjatkan doa And hope my dreams will take me there Dan berharap mimpi-mimpiku kan membawaku ke sana Where the skies are blue Ke tempat di mana langit biru To see you once again Tuk bertemu denganmu sekali lagi My love Cintaku Overseas from coast to coast Seberangi lautan To find the place I love the most Tuk temukan tempat yang paling kusuka Where the fields are green Di mana ladang menghijau To see you once again Tuk bertemu denganmu sekali lagi My love Cintaku
V I try to read Kucoba membaca I go to work Aku pergi bekerja Iām laughing with my friends Aku bercanda tawa dengan teman-temanku But I canāt stop to keep myself from thinking (Oh no) Tapi tapi bisa kuberhenti memikirkan(mu)
Back to II, III, IV
To hold you in my arms Tuk mendekapmu To promise you, my love Tuk berjanji padamu, cintaku To tell you from my heart Tuk katakan padamu dari hatiku Youāre all Iām thinking of Engkaulah yang selalu kupikirkan
Iām reaching for a love that seems so far Kan kurengkuh cinta yang tampak jauh So⦠Makaā¦
Back IV
Great minds are to make others great. Their superiority is to be used, not to break the multitude to intellectual vassalage, not to establish over them a spiritual tyranny, but to rouse them from lethargy, and to aid them to judge for themselves.
William Ellery Channing (via observando)
Good quote ā¤ļø
In Chinaās Sichuan Province, we created the first land trust preserve for giant pandas and golden monkeys. Cheers to 2013!
Kamu ngapain ngumpet-ngumpet sih?! š¼
"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams." Eleanor Roosevelt
Skiers relax by a fire at a Stowe dormitory in Vermont, August 1967. Photograph by B. Anthony Stewart, National Geographic
Young boys throw a ball on a lush green hillside below castle ruins in Warwickshire, England, 1968.Photograph by Ted Spiegel, National Geographic
Water from the Dez River in Iran is used for irrigating once-parched land, January 1968.Photograph by Frank and Helen Schreider, National Geographic
From Commoner to Royalty: The Story of Anne Hyde, Duchess of York
When Catherine Elizabeth Middleton walked down the aisle at Westminster Abbey and married Prince William, she was the first non-aristocratic commoner to marry an heir to the British throne since Anne Hyde married James, Duke of York (the future James II). While Lady Diana Spencer and the Queen Mother were commoners, they were both aristocrats. Diana was the daughter of Earl Spencer, while the Queen Mother was the daughter of the Earl of Strathmore and Kinghorne. Whatās that you say? What about Camilla? Well, she is descended from George Keppel, brother of the Earl of Albemarle, so she doesnāt count either.
Our story begins in 1638 when Anne was born at Cranbourne Manor in Windsor Park, owned by her grandfather, Sir Thomas Aylesbury, then Master of Request. Her father, Edward Hyde, was Charles IIās principal advisor while he was in exile, so Anne didnāt see much of her father while growing up. At the age of 15, she was appointed a maid of honor to Mary, Princess Royal, who was the widow of the Prince of Orange, much to the annoyance of the Queen Mother Henrietta Maria, who despised Hyde and his influence over her eldest son. Anne was a big hit at court. She was a particular favorite of the Princess Royalās aunt, Elizabeth, the Queen of Bohemia for her gaiety.Ā
Read More
Bismillahirahmanirahim...
Dahulu, aku sangat menyukai matematika. Tak ada satu hari pun aku lewati tanpa matematika. Suatu saat guruku tidak bisa menjawab soal yang dia berikan kepada muridnya, akupun akhirnya mencoba memecahkan soal itu dan ternyata ku temukan jawabannya!. My world is mathematic.Ā
Matematika akhirnya menjadi bagian dari hidupku sepenuhnya saat itu. Kecintaanku kepada Matematika tak bisa diungkiri lagi, disaat akupun akhirnya mendapat nilai Ujian nyaris sempurna. Oh.. Matematika rasanya semua begitu sempurna. Ayah dan Ibuku memujiku, guru dan teman-temanku memujiku. Sampai-sampai saudara-saudaraku yang jauh di sanapun ikut memujiku. Betapa luar biasa senangnya aku rasakan saat itu, Tak ada yang bisa menandingi keahlian Matematikaku saat itu.
Pada suatu ketika, aku merasa cukup untuk belajar matematika, keahlianku sudah tak tertandingi lagi. Akupun mulai malas mengerjakan matematika karena soal-soalnya terlalu mudah. Akhirnya kemalasan menghantuiku dan saat itu game terpopuler adalah Play Station dan Game Online.Ā Aku berpaling dari mateatika dan mulai menggeluti game yang bernama Play Station.Ā Beberapa minggu kemudian, temanku mengajakku untuik bermain game terpopuler lainnya yaitu, Game Online. OMG! How interesting this game!Ā
Waktupun menunjukkan pukul 5 sore. Matahari mulai bersembunyi. Aku masih berada di dalamĀ Warnet ( Warung Internet ).Ā Aku habiskan sisa liburanku untuk bermain di sana. Sampai lupa makan, minum, beribadah dan Matematika. Aku sibuk mencari teman partner-ku untuk bermain suatu game. Aku melupakan semuanya. Semua kebutuhanku demi beberapa jamku di sebuahĀ WarnetĀ ini.Ā
Pagi hari itu ujian Matematika, aku bergugam dalam hatiku. "Males banget! cepet pulang dong biar bisa main lagi!"
Aku tak fokus ujian, aku ngantuk bahkan beberapa nomer yang menurutku sulit untuk mengerjakannya. Tapi akhirnya aku tetap bisa mengerjakannya walau tak semudah dahulu. Tak sadar waktupun telah habis dan syukur aku sudah mengerjakan semua soal. Biasanya aku selalu yang paling utama mengumpulkan soal saat ujian matematika. Tapi saat itu aku bersikap acuh tak acuh, yang penting semua sudah selesai. Pulang sekolahpun tiba, akhirnya aku cepat bergegas untuk keĀ WarnetĀ favoritku. Ternyata teman-teman mayaku telah menungguku untuk cepat bermain bersamaku. Senang rasanya! beberapa jam aku bermain, hpku bergetar. Ternyata Ibu menelfonku. Terkejutlah aku dan dengan hati yang tak enak langsung aku angkat telfon dari Ibu.
"Kamu dimana? Kenapa belum pulang? Biasanya kamu pulang jam 1 siang. Kenapa Maghrib aja belum pulang?!" Kata Ibu sambil dengan nada tinggi. Jujur aku takut.Aku terdiam sejenak. Belum pernah Ibu semarah ini padaku. Aku memutar otak, berpikir cepat untuk menjawab pertanyaan Ibuku.Ā
Tadinya aku ingin berbohong bahwa aku sedang berada di rumah temanku dan sedang bermain di sana. Tapi aku sadar suara di sini bising dan banyak suara laki-laki tertawa. Aku urungkan niatku untuk berbohong dan memantapkan hatiku untuk berbicara sejujurnya.
"Aku diĀ Warnet,Ā bu. Maafkan aku buu..." kataku dengan nada takut-takut. "APA? WARNET?! Pulang sekarang juga! hati-hati di jalan, jangan lupa doa. Kau sudah makan belum?"Ā "Belum bu" "Yasudah, ibu siapkan makanan untukmu. Sekarang pulanglah." "Baik bu.." Tuutt... tuutt... tuut...