Dan ia akan semakin meradang dan menjadi tidak tertahankan setiap kali hati dan pikiran kacau.
Sialnya, patah hatinya masih setiap hari.
Tolong maafkan, Raya, karena belum berhasil menjaga tempatmu bermula.
Monterey Bay Aquarium

#extradirty

izzy's playlists!
cherry valley forever
Sade Olutola
KIROKAZE
DEAR READER

Kaledo Art
hello vonnie
TVSTRANGERTHINGS
Today's Document
Three Goblin Art
Game of Thrones Daily

No title available
almost home

PR's Tumblrdome

Product Placement

JVL
he wasn't even looking at me and he found me
No title available

seen from Italy
seen from Brazil

seen from United States
seen from Colombia
seen from United Kingdom
seen from Algeria

seen from United Kingdom

seen from Colombia
seen from India
seen from Brazil
seen from China

seen from Argentina
seen from Paraguay

seen from Germany
seen from Costa Rica

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@dansementara
Dan ia akan semakin meradang dan menjadi tidak tertahankan setiap kali hati dan pikiran kacau.
Sialnya, patah hatinya masih setiap hari.
Tolong maafkan, Raya, karena belum berhasil menjaga tempatmu bermula.
As if all these things that we feel are not a problem.
Ngga semua keinginan harus dikasih.
Ngga semua cita-cita harus terwujud.
Ngga semua doa harus dikabulkan.
Dan, ngga semua rindu harus terbayar, Raya.
Kalau memang belum boleh dirayakan, semoga dikayakan.
I cannot complain, can I? I live the life that people around me wish they had.
Seorang teman belum lama cerita, “patah hati di umur 35 berat, ya”. Saat itu hanya bisa mengamini, lagipula bukankah setiap patah hati memang berat?
Tapi ternyata, patah hati di umur 35 memang luar biasa. Berbeda dengan patah hati sebelumnya yang justru penuh harap. Kali ini ada rasa terperangkap. Seperti kehabisan ruang gerak.
Tahun ini dimulai dengan patah hati. Yang mau tidak mau dijalani. Karena ngga ada yang bisa diupayakan lagi. Lagian patah hatinya juga dibuat sendiri.
Percayalah, hati, meskipun belum pernah lebih dari ini, masih bisa dilalui.
35. Semoga disempatkan, Raya. Semoga disempatkan.
Tolong doakan, agar patah hatinya tidak terlalu lama. Agar bisa cepat menerima. Dan berhentilah hadir dalam mimpi yang menyesakkan. Lelah terbangun gemetar tiap malam. Lelah menahan tangis setiap perjalanan.
I’ll stop being selfish, then.
Ya sudah. Siapa juga yang bisa melawan cinta?
Bukan patah hati pertama juga. Pada waktunya juga akan baik-baik saja.
Ada tangisan panjang yang belum sempat dikeluarkan. Meski telah dilepas perlahan setiap jalan pulang. Tangkinya kepenuhan, apalagi hal-hal yang menyakiti tidak selalu bisa terhindarkan. Semoga tidak tumpah sembarangan.
Cuma ingin segera pulang.
Wahai dikau yang maha pemberi,
Apakah itu terlalu tinggi?
Bodoh, ya?
Bagaimana caranya menghilangkan keinginan? Bagaimana caranya menghentikan harap? Karena tahu tidak akan dikasih.
Selain panjang, perjalanannya ternyata cukup menyakitkan. Ngga bosan-bosan dan ngga pernah sekalipun berhenti meminta hati untuk sabar.
Seperti yang sudah disangkakan, akan jadi yang disalahkan. Atas ketidakmampuannya. Atas kepicikannya. Atas sembrononya. Dan sedihnya, datang dari mereka yang diharapkan bisa menenangkan. Yang diharapkan akan menginginkan yang terbaik.
“Kita hidup di budaya yang menuntut, may, bukan didorong untuk mencari sebaik-baiknya.”
Tidak pernah, tidak pernah sekalipun mengharapkan kesempurnaan seperi yang dikira. Tidak pernah sekalipun mengharapkan semua titik keinginan terpenuhi. Sadar masih manusia, kok.
Kalau begitu, dalam perkara ini, sejauh apa harus usahanya? Di titik mana harus menerima? Di mana batas antara berserah atau pasrah?
Hai, Raya.
Ngga tau mau nulis apa.
Lagi kangen kamu banget aja.
Sesekali dalam sebuah pelukan rasanya seperti diyakinkan bahwa suatu saat akan dipilih.
Sampai akhirnya sadar dan ditampar kenyataan.