Perayaan Hari buku dunia 2017 Mari membaca,,,
No title available
Not today Justin
hello vonnie
Claire Keane
todays bird
$LAYYYTER
Mike Driver
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
DEAR READER

★
KIROKAZE
macklin celebrini has autism

blake kathryn
tumblr dot com
Jules of Nature
Peter Solarz
RMH
occasionally subtle
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Chile
seen from India
seen from United States

seen from India
seen from United States
@darmeento-blog
Perayaan Hari buku dunia 2017 Mari membaca,,,
Sajadah panjang,,,,
Rujak e bibik,,,nyosss
Mergo gethuk iku asale saka telo,,
Lemu ( depan ) yang sedang mencoba menenun kain lurik gedog, dengan disaksikan oleh Ayem ( belakang ). Hal yang sudah jarang dilakukannya belakangan ini, hal ini tak lain karena memang spesialisasinya yang hanya membuat kain gedog polos untuk bahan batik. Berbeda halnya dengan Ayem, dia merupakan salah satu sisa penenun yg masih aktif berkarya hingga kini. Sudah tak terhitung banyaknya karya yang sudah dia hasilkan, yang kebanyakan adalah pesanan para juragan batik di sekitar desanya ataupun dari luar wilayah tempat tinggalnya. Keberlanjutan tenun gedog lurik di wilayah ini sangat memprihatinkan. Selain tidak adanya penerus, kaum muda belum terlihat ada yg mau belajar menekuninya. Padahal ada banyak sekali motif dan teknik tenun dari wilayah ini. Kaum wanita muda lebih tertarik untuk membatik dibandingkan dengan menenun. Maka tak heran jika makin jarang terlihat karya tenun yang masih bisa kita lihat dihasilkan dari wilayah ini. Benar kiranya tentang tenun gedog ini, sama dengan batik, yakni sebuah warisan tak benda yang merupakan sebuah karya tutur. Dimana pengajarannya dituturkan secara turun temurun, dari orang tua kepada anaknya. Bagaimana tidak, dari puluhan motif tenun yang ada, dengan teknik yang pembuatan yg berbeda - beda hanya diajarkan melalui sebuah sobekan kain kecil, yang kemudian dijelaskan dan diuraikan bagaimana cara membuatnya. Sebuah karya indah yang membutuhkan tak hanya pemikiran untuk melestarikannya, namun juga biaya yang pantas agar kehidupan para penenun makin baik dan semakin semangat dalam berkarya. Lemu dan Ayem adalah salah satu potret pejuang kemandirian budaya yang sesungguhnya. #batikgedog #tenungedog #lurikgedog #tuban #tenuntuban #fabric #heritage #tubanheritage #tubanculture
Kang,,,sepedamu opo wes mbok dol,,, Wakakakakak (di Desa Sugiharjo Tuban)
Sejauh mata memandang,,,
Nggelar klasa
Ngeri ngeri sedapp,,
Selamat Hari Film Nasional 2017. Semoga seluruh insan perfilman Indonesia dapat tetap bertahan dalam menghasilkan film yang mengedukasi dan bermutu. Sudah seyogyanya kita mengapresiasi segala jerih payah dan ide kreatif mereka, sesuai dengan cara dan kemampuan kita.
Fiuhhh,,,,suwanteee,,,koyok nithili remis, utawa gresek dele bakar,,,
Wes wayahe mangan awan lurr,,,
Kesengsem Lasem Salah satu sentra pembatikan yang sampai saat ini masih sangat produktif menghasilkan batik tulis adalah Lasem. Daerah yang berada di pantai utara jawa ini menghasilkan batik dengan ragam corak dan warna yang sangat khas. Kekhasan corak terutama nampak dari adanya akulturasi budaya tiongkok dan jawa. Batik lasem banyak menampilkan corak - corak hewan mythologi cina, seperti naga, kilin, burung hong dsb. Sementara itu corak lokal terlihat dari dibuatnya motif yang bersumber dari alam sekitar Lasem, seperti ragam tumbuhan. Pengupayaan batik di daerah ini dulunya banyak dilakukan oleh para warga keturunan tiongkok. Meskipun kini semakin banyak warga pribumi yang sudah mampu dalam membuat batik dengan corak dan warna beragam yang juga sangat khas. Lasem dijuluki sebagai little tiongkok karena tingginya konsentrasi para imigran dari tiongkok di wilayah ini, yang juga memberi warna tersendiri pada hal perdagangan, arsitektur, dan selera pada ragam kain batik. Melihat selembar kain batik, akan langsung dikenali bahwa itu kain batik lasem. Hal ini nampak pada warna merahnya yang sangat khas, berbeda dengan warna merah pada batik dari daerah lain. Kemudian warna birunya yang ringan, kuning, hijau, ungu, dan coklat muda. Salah satu motif yang sampai saat ini masih diupayakan pembuatannya adalah motif tiga negeri, dengan dibuat model pagi sore ( satu kain terdapat 2 motif yang berbeda ). #batik #batikkuno #batiklasem #batiktiganegeri #oldbatik #heritage #batikindonesia #lasem
Latar galaran. Pada batik, latar adalah motif pengisi dari suatu motif utama. Ada banyak ragam hias latar batik, dengan nama, teknik pembuatan, makna, dan corak yang berbeda di tiap sentra pembatikan. Galaran, adalah salah satu latar pada motif pada batik yang sangat banyak dan jamak digunakan. Latar galaran adalah latar yang berbentuk garis - garis lurus berwarna yang sejajar dalam bentuk memanjang. Umumnya, dibuat dalam bentuk miring, dan kalaupun dibuat vertikal, akan dibuat pendek. Penamaan galaran sendiri mengacu kepada penyebutan masyarakat jawa pada istilah " galar ". Yakni susunan bilah bambu yang dijadikan penopang tikar pada sebuah dipan tempat tidur. Pada beberapa daerah, penamaan ragam hias latar ini bisa jadi berbeda, seperti ada yang menyebutnya motif rawan, atau rawan kenceng. Makna rawan sendiri mengacu pada kata rawa yang berakhiran - an, yakni sebuah penamaan latar yang terilhami dari keadaan sekitar masyarakat pembatik tersebut. Motif yang hampir mirip dengan motif latar galaran adalah latar banyu mili. Bedanya pada pembuatan latarnya yang tidak lurus, akan tetapi dengan lengkungan kecil rapi dan sejajar. Kedua latar tersebut memberikan efek menonjolnya motif utama dan memberikan kesan lebih hidup. #batik #batikkuno #batikklasik #oldbatik #maknabatik #latargalaran #batiksidoarjo #batikstorjoan #indonesianheritage
Cocohan. Merupakan salah satu teknik dalam proses pembuatan batik. Yakni dalam proses pembuatan motif latar batik yang berupa titik titik kecil yang berwarna. Khasanah latar cocohan dalam batik ini tumbuh dan berkembang dalam sentra pembatikan di daerah Tuban, indramayu, dan cirebon. Latar cocohan umumnya dibuat pada batik berlatar bledhak atau putih. Proses pembuatannya yakni dengan cara menusuk malam tembokan ( popokan ) agar warna dapat masuk dan menciptakan sebuah motif titik berwarna yang berjajar rapi ataupun acak. Warna- warna yang umumnya dipakai pada pembatikan dengan latar cocohan adalah merah, biru, dan hitam. Cocohan sendiri biasanya terbuat dari jarum yang dirangkai sedemikian rupa sehingga saat penggunaannya dapat langsung menusuk dan menghasilkan banyak lubang di malam sekaligus. Di Tuban, teknik ini banyak digunakan pada kain gedog yang secara khusus dikerjakan oleh masyarakat dari desa Karanglo. Sebuah khasanah yang sangat menarik dan patut untuk terus dilestarikan. Gambar : batik motif urang ayu latar cocohan gaya indramayu ( batik dermayon ) #batik #batiktulis #batikgedog #cultural #indonesianheritage #batikcocohan #cocohan
Ragam hias pada pinggir kain batik tiga negeri. Banyak orang yang menyebutnya susimoyo, hal tersebut mengacu kepada sebutan ragam hias yang terdapat pada batik hokokai. Terletak di ujung bawah kain panjang, dan biasanya menyambung ke arah kanan dan kiri kain ( pinggir kain ). Berfungsi sebagai " frame " dari motif utama yang berada di tengah kain. Umumnya bermotifkan ragam bunga, antara lain sakura, dahlia, anggrek, dan atau krisan. Di beberapa batik ditambahkan pula ragam hias kupu - kupu. Istilah yang tercipta pada masa pendudukan jepang di Indonesia. Meskipun singkat, namun ragam hias ini masih terus diupayakan pembuatannya hingga sekarang. Tak hanya di pekalongan, namun juga telah diadaptasi secara luas di berbagai sentra pembatikan di Indonesia, antara lain solo, cirebon, dan madura. Khusus pengaplikasian di batik tiga negeri memang tak begitu banyak, namun dari corak yang ada memberikan kesan yang sangat apik. #batik #batikkuno #batikklasik #oldbatik #batiktjoa #batiktiganegeri #heritage #indonesian #cultural
ArtWork