Setiap hari, km tidak pernah absen dari hatiku. Bahkan pikiranku saja tidak pernah sampai melupakanmu. Setiap Pagi, yang aku ingat saat aku membuka mata adalah langsung menyapamu melalui chat sederhanaku.
Aku begitu bahagia, walau hanya membaca balasanmu. Dan teramat sangat tersanjung setiap kali aku membaca kata "sayang" yang tersalip dalam chat mu. Walau aku tau, tidak setiap hari engkau mengirimkan kata itu atau memanggilku.
Entahlah, bagaimana nanti. Aku bahkan sangat menyayangimu. Semua yang bisa kulakukan hanya untuk orang yang aku sayang. Karena begitu didikan orang tuaku. Mereka begitu mencintai anak2nya. Dan begitu pula aku. Aku belajar untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang yg aku sayangi.
Terkadang aku mengerti tidak selalu komunikasi itu berjalan lancar. Contohnya saat ingatanku yang terkadang suka lupa, itu membuat engkau marah, atau terkadang memojokkanku. Tidakkah kau berpikir, engkaupun pernah lupa hal2 kecil, lantas apakah aku pernah mempermasalahkannya? Mungkin kau bisa memikirkannya kembali.
Aku memang memiliki banyak sekali kelemahan. Apakah km bisa menerima aku?
Saat pertanyaan itu muncul diotakku. Ingin sekali aku langsung bertanya kepadamu. Aku memiliki jutaan kekurangan, apakah km mampu menerima-nya? Terkadang aku merasa tak berdaya saat km berkata bahwa dirimu lbh hebat, lbh cekatan dari aku. Aku merasa apakah aku pantas untuk diri mu?
Terkadang aku tidak suka dgn sifatmu yang selalu menyombongkan kelebihan mu. Aku tau km hebat. Tp apakah km sadar? Km terkadang cepat marah, dan aku dibuat serba salah.
Masih kah km ingat, kata2mu yang begitu menyakitiku?
Aku masih belum melupakannya sampai saat ini. Bahkan kata2 itu masih sering terdengar saat kita bertengkar kecil.