Tuhan memberkati Papua melalui kesungguhan hati orang-orang didalamnya.
YOU ARE THE REASON
Monterey Bay Aquarium
dirt enthusiast
sheepfilms
Mike Driver
RMH
Sweet Seals For You, Always
d e v o n

if i look back, i am lost

blake kathryn
tumblr dot com
KIROKAZE

ellievsbear

@theartofmadeline
Not today Justin
Sade Olutola

★
cherry valley forever
$LAYYYTER
Lint Roller? I Barely Know Her
seen from United States

seen from United States
seen from Finland
seen from Brazil
seen from Nepal

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Venezuela
seen from Taiwan
seen from United States

seen from United States
seen from Venezuela

seen from Chile

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@deboranapitupulu
Tuhan memberkati Papua melalui kesungguhan hati orang-orang didalamnya.
9 months
"Debo, kapan balik?" "Ntar, gue balik ke Indonesia bulan desember" "Dih, emang Wamena sebegitu luar Indonesia banget ya?" KZL Jauh. Wamena masih Indonesia, hanya saja terlalu jauh dari kenyamanan. Bagiku pribadi, yang suka jalan dan diterjunkan kemana saja, ini adalah perjalanan terjauh. Dari keluarga, dari orang-orang kukasihi. Lalu? Pengen balik deb? Tidak. Aku belum melakukan apa-apa disini. Mungkin, keberadaanku sebenarnya tidak berpengaruh banyak, atau tidak berpengaruh sama sekali. Bagi yang pernah tinggal dan bekerja di Wamena pasti mengerti rasanya. Lalu, kenapa bertahan? Ntahlah, tidak ada alasan pasti. Kalaupun punya alasan, sebenarnya bisa saja dilakukan di luar kota ini. Lalu, apa usahamu? Hanya mengerjakan tugas-tugas kantor, terlarut dalam pekerjaan, atau kadang asik menghibur diri dengan tv, satu-satunya penghibur. Kemana Tuhan yang selalu kau banggakan dan kau cari dulu? Dia masih ada. Aku saja yang lari, mencari keinginanku sendiri. Berlari, sedikit tidak terima dengan kondisi disini. Bukan hanya kondisiku, tapi kondisi tanah ini, kondisi suku ini. Memangnya kenapa disana? Tanah ini begitu kaya, begitu subur, begitu byk hal yang bisa dieksplorasi, tapi apa kenyataannya? Banyak pembodohan. Banyak pembodohan dan banyak pembodohan. Aku takut, disini bukan tempat aman dan bukan tempat nyaman. Kekerasan apa saja bisa terjadi dan terkadang tidak di blow up. Kalaupun di blow up, akan tenggelam begitu saja, seperti tidak pernah terjadi, dianggap biasa. Aku baru 9 bulan berada di tempat ini dan hampir putus asa. Putus asa menemukan alasan, putus asa memberikan pencerahan, putus asa menjadi secercah cahaya. Nothing's gonna happen here? I dunno. Let us see. If He says done, it is done. Just do small thing. I need a mood booster anw.
bekerja itu memberi arti, bekerja itu memberi makna, bekerja itu menjadi inspirasi. bukan tanpa alasan Tuhan membiarkan kita tumbuh di Indonesia. ada rencanaNya yang tidak pernah kita pikirkan menempa kita agar 'eksis' di mataNya. saya tidak mampu sendiri dan saya tidak sendiri. Allah memilih, mengutus dan menyertai sampai akhirnya Dia nyatakan "Sudah Selesai". Indonesia for His Glory!
kalau ada yang membencimu, ingat masih ada orang yang menyayangimu.
Debora, 2015.
no caption needed! #wanderlust #wanderer Salam gosong, Pantai Koka, Maumere, NTT.
jadi ceritanya, posisi saya saat ini lagi di Ende. Ende merupakan salahsatu Kabupaten di salahsatu kepulauan terseksi di Indonesia. Agak ribet ya bahasanya. Tp emang hampir seluruh daerah di Indonesia itu seksi-seksi sih, jadi mau gimana lagi dong. oke balik lagi ke inti cerita kenapa saya pake gambar kain-kainan disitu. Oh ya, kerennya lagi, di Indonesia yang punya banyak daerah seksi ini punya kain-kain kece hasil karya tangan yang dari keahlian pembuatnya turun temurun. Katanya sih, tiap motif itu punya arti sendiri. Nama kainnya Kain Tenun. Nah, karena kekecean kain-kain ini, emak gue yang kolektor kain (ngoleksi doang, alasannya mau dibikin baju, ujungnya gajadi gara-gara uang jahitnya mahal -_-) nitip kain khas Ende. Sebagai anak yang berbakti pada orang tua, akhirnya saya bela-belainlah mencari kain dengan kualitas sebagus2nya, dengan budget semampu saya. Dengan semangat seorang anak sayang mama, saya pun hunting pun dilakukan. Rekues emak saya "Warna coklat, ada corak hitam, jangan terlalu rame". Akhirnya, seluruh tukang jualan kain tenun saya curhatin tentang rekuesan emak saya dan kebiasaan emak saya yg suka beli kain tapi gak dijadiin apa-apa dgn alasan uang jahitnya mahal, dan mereka pun ikut bingung. Setelah pindah2 lokasi toko (kebanyakan karena harganya kemahalan sih, tapi seorang hunter suka beralasan barang yang di cari ga ada :p). Tanpa saya sadari, ada seorang bapak-bapak terpesona melihat saya. Saat saya nyamperin dia, beliau pun menjadi korban curhat saya. Setelah dia menawarkan beberapa kain, saya pun bilang "Duh pak, saya bingung beneran deh. Yang budget dibawah 500ribu dong" bapak nya ketawa. Dia tetep kekeh nawarin kain yang bagus seharga 750ribu. Saya suka sih kainnya, cuma kemahalan. Akhirnya saya mengajukan penawaran ala-ala saya "500ribu ya paaak. Oke paaak, tolong dong saya udah bingung banget. Gopek mau ya pak" Bapaknya cuma senyum, "550ribu ya, tambahin 50 ribu" "Yah bapak, saya kan budetnya dibawah gopek pak" sambil pasang-pasang muka ngambek. Bapaknya ketawa, "Yaudah, boleh deh. Saya suka liat kamu, cekatan. Calon-calon orang sukses" Saya ikutan ketawa kaget, "hahahaa, iya pak ya? Yaudah pak, saya ambil duit dulu ya" saya bergegas narik duit di atm sebelum bapaknya berubah pikiran. Setelah balik ke toko, si bapak dengan semangat 45 menjelaskan lagi tentang kainnya "Ini kain yang kamu pilih yang bagus, bahan pewarna nya dari akar kayu. Udah jarang sekarang. Yang buat juga udah sepuh-sepuh. Kalo yang bikin orang sekarang, modelnya begini. Itu juga pake pewarna tekstil, jadinya juga cepet, sebulan juga udah jadi" "Oh iya pak? Bagus dong ya" "Iya, kalo kamu ambil satu lagi saya kasih murah deh. Tapi jangan bilang-bilang sama yang lain. Kalo ditanya harganya bilanh aja 750ribu" Bapaknya tetep trik marketing. "Duh pak, saya tau sih kalo bagus, tapi duit saya udah ga ada, hahaha lagian buat mama saya sih pak" Sambil menarik-narik kain digantungan, bapaknya nanya "kamu kapan balik?" "Minggu depan pak hehe" "Nih, saya kasih kenang-kenangan buat kamu" kata bapaknya sambil mengalungkan kain selendang kecil ke leher saya. Saya histeris, "Ah bapak? Makasih banyak ya pak, ya ampuuunnn" *histeris beneran* "Iya, kamu kan udah beli kenang-kenangan buat mama kamu. Sekarang saya kasih kenang-kenangan buat kamu" Pembicaraan kita pun berlanjut ke arah kenapa kota Ende sepi dengan penjualan sovenir2 untuk oleh-oleh gak kayak di Bali. Kata bapaknya sih, karena kurangnya keahlian dari masyarakat sendiri. Sedikit cerita saya tentang hangatnya orang Indonesia. Hangatnya orang Ende. Bahkan semua ibu saya panggil Mama disini. Terimakasih Tuhan, terimakasih Ende.
like His creation that too Wonderful, so does Him. #letsgetlost #kelimutu #extremelybeautiful Salam Gosong, Danau belerang 3 warna, Kelimutu, Flores, NTT, Indonesia.
wherever you are, get lost! #letsgogetlost #wanderer #wanderlust Salam gosong, Puncak Kawah Gunung Iya, Ende, Flores, NTT.
Hello my team! Ga nyangka yah kita bakal bareng2 diterjunkan di Ende dan Palu! Tetap saling mendukung biar lulus semua yah :p May God bless us!
satu-satunya cara untuk menunjukkan pilihanmu yang terbaik untukmu adalah mengerjakannya dengan segenap hati. #kolose3ayat23 #worldvisionindonesia
banyak yang nanya, "debi kerja dimana, debi kerja dimana" Puji Tuhan, melalui proses seleksi yang (amat) panjang, saya diterima untuk training di Wahana Visi Indonesia, mitra dari World Vision. Butuh doa dan usaha yang keras memang untuk berada di organisasi ini. NGO (Non-Government Organization) ini berfokus (pada semua hal yg berhubungan langsung maupun tidak langsung) terhadap pendidikan dan kesehatan Anak dengan memberdayakan masyarakatnya sendiri dan segala potensi yang ada di masyarakat. Jadilah nanti saya akan ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan perubahan. Saya belum bisa bilang di sini passion saya, karena baru seminggu sih. Tapi saya mencintai budaya organisasi ini dan orang-orangnya. Sedikit cerita saya, Gbu :) in frame: MT Batch 16 World Vision Indonesia.
I am wanderer! #letsgogetlost
Sepi
Papa mama sm cua udah berangkat ke Balige. Sepi? Banget. Sedih? Pasti. Keberangkatan mereka malah mengalahkan kesedihanku kehilangan opung. Jam segini udah ga punya teman ngobrol. Apalagi si teman yang biasa minta ditunjang nampaknya sedang sibuk banget, ga enak ganggunya. Makin sepiiiiiii. Terus gatau harus ngadu kemana, nulis aja deh drpd saya main hati curhat kesana-kemari *eh. Selasa ntar berangkat ke Jakarta. Ga di anter papa mama sm cua :(. Saya manja? Biarin. Saya cengeng? Biarin! Mumpung masih bisa karena mereka masih ada. Ya Tuhan, saya kesepian banget ini. Pengen protes rasanya, kenapa opung meninggalnya di waktu begini sih, tapi durhaka banget saya -_-. Di waktu begini saya lagi butuh support, lagi butuh orang lain, lagi butuh papa mama. Kapan lagi bisa ketemu mereka ditengah training 4 bulan dan ikatan dinas 2 tahun? Ya ampun opung, kenapa di waktu seperti ini? Saya memilih tidur, siapatau kangennya ilang. Tapi sama aja, malah pusing kebanyakan tidur. Lebay ya. Ya lebay lah, meninggalkan itu selalu lebih berat! Mungkin Tuhan ngajarin biar ga manja lagi, deb. Hmmm. Mau 23 tahun deb, apa-apa masih diomelin, apa-apa masih ditolongin. Jangan manja deb! Ya gimana ga manja, mereka yang sering khawatir keberadaanku di Jakarta nanti. Padahal selalu dengan (sok) tegar saya bilang, “Udah, santai aja sih. Aku akan baik-baik saja”. Dan kalimat sakti yang biasanya ampuh buat gebetan2, ga ngaruh buat papa-mama. Wkwkwkw. Wes, nulis bikin sedikit lega. Walaupun yang baca ya saya-saya juga. Udah segitu aja deh zurhatnya. Panjang-panjang aib juga.
Papa mama cua! Ya ampun ga kelar kangennya!
Selamat Jalan!
Segala sesuatu ada waktunya. Baik yang ada di atas bumi maupun di surga Pagi ini papa teriak-teriak manggil kakak saya. Kebetulan saya yang sudah bangun dan sedang berdoa segera membangunkan kakak saya yang masih tertidur. Feeling saya gak enak. Antara efek kecapekan seharian diluar dan kesedihan krn opung saya yang sedang koma di rumah sakit di balige. Dan ternyata benar. Setelah terbangun dan berlari menuju papa, papa langsung berkata “Opung meninggal” Saya terdiam. Niat devosi jadi saya pending. Saya memang tidak terlalu dekat dengan opung seperti saudara-saudara yang lain. Bahkan saya lupa kapan terakhir ketemu opung. Saya sedih, tapi tidak shock. Betapa banyaknya bonus yang Tuhan kasih untuk opung saya. Umurnya 87 tahun, cukup panjang untuk rata-rata umur orang Indonesia. Yang saya sesalkan adalah saya sama sekali belum sempat ketemu opung selama dia sakit. Sama sekali. Mendoakannya pun hampir tidak pernah. Terlalu terdistraksi dengan masalah-masalah pribadi. Sedih. Saya mengenal Tuhan tapi belum sempat mengenalkan Tuhan pada opung saya. Saya belum sempat melayani opung saya. Bahkan sampai dia meninggal hari ini, saya tidak bisa hadir di acara penguburannya. Ntah apa maksud Tuhan. Saya percaya Tuhan sangat mengasihi opung saya, dengan berbagai cara Tuhan menunjukkan itu.
Opungku yang tidak terlalu aku kenal. Betapa tawa ompongmu kurindukan. Aku cucumu yang mungkin tidak terlalu kau rindukan. Pagi ini akhirnya aku mendoakanmu. Mendoakan supaya Tuhan mengampuni dosamu dan kita bertemu di Surga nanti. Selamat jalan opung yang telah meninggalkan kami. Berharap anak-anakmu semakin bersatu dan saling menguatkan. Kita tidak tau kapan waktu terakhir bertemu dengan orang yang kita kasihi. Berilah waktu untuk mereka, jangan terlalu sibuk dengan masalah pribadi. Selamat jalan opung. Damai beserta Tuhan Yesus Kristus di Surga. Terpujilah Tuhan!
Kapal mana yang akan menjemput?
Karena pembicaraan melalui telpon dengan seorang teman yang kalo ngobrol suka ngalor-ngidul gatau waktu. Karena dia merasa expert di bidang kapal-kapal-an. Karena dia tetep masih pengen ditunjang. Dia menganalogikakan kisah "pertemanan"ku dengan beberapa teman lelaki seperti kapal dan pelabuhan. Aku sedang menunggu di pelabuhan, menunggu dijemput kapal. Kapal pertama merupakan kapal karet, dimana artinya, awalnya menyenangkan sih, seru katanya kalau naik kapal karet, tapi gak bakal kuat kalau diterjang ombak yang besar. Artinya kalau aku naik kapal tersebut, mungkin aku akan celaka. Kedua adalah kapal sedang, tapi ada banyak bocornya. Dimana artinya mungkin kapal ini masih membawa luka-luka kali ya. Yang kalau saya naik, lagi-lagi tidak aman dan bisa tenggelam. Yang ketiga adalah kapal besar. Yang artinya kapal ini memang berjalan lamban dan membosankan. Tapi kapal ini adalah kapal yang paling aman dan kapal yang bisa membawamu ketempat yang dituju. "Kalau aku jetski" katanya. Ntah apa maksudnya aku juga tidak bertanya. "Lalu aku maunya naik kapal pesiar" kataku. "Kapal pesiar tidak menjemputmu. Dia menjemput orang dibelakangmu. Kau saja yang kepedean." kembali dia terus menghinaku, benar-benar minta ditunjang memang. "Kalau kita lagi duduk-duduk di cafe pelabuhan" katanya lagi. Saya memang terlalu blo'on untuk menafsirkan ucapannya. Analogi yang menarik. Kapal akan selalu datang ke pelabuhan. Silih berganti. Ntah hanya untuk memperbaiki kapal, membeli persediaan makanan, atau lainnya. Hati-hati, tidak semua kapal itu benar-benar datang menjemputmu. Ada yang hanya singgah dan memang harus pergi tidak denganmu. Ada yang tampak menarik tapi diperjalanan tidak aman. Pilihlah kapal yang memang aman untukmu dan nyawamu. Bersabarlah. Sekali naik kapal, hal itu akan merubah hidupmu selamanya. Dih, sok iya banget gueee.
LASAK
Lasak adalah bahasa yang berasal dari sumatera (kayaknya, googling aja sendiri biar pasti). Artinya kalo versi gaulnya, pecicilan, gabisa diam, grasak-grusuk. Seorang teman sering berkata pada saya, "Lasak kali sih kau, deb!". Ya, mereka memang tidak berdusta. Saya akui bahwa saya seorang yang lasak. Pertanyaannya, apa ada yang salah dengan wanita lasak? Gabisa diem, kalau ketawa suka gak di-control, kalo ngomong semua anggota tubuh bergerak, gak-ada-yang-salah, kan? *maksa Terkadang saya memilih diam, tenang, ga banyak bicara. Tapi kembali mereka bingung, "Kok tumben diem, deb?" "Kok tumben debo cewe banget hari ini?" Sebenarnya mau kalian apa sih?! *angkat celurit* Saya gak pernah marah dibilang lasak, paling saya tinju aja itu orang *eh. Tapi jujur, dibalik sebuah kelasak-an saya, saya hanya bermaksud mencairkan suasana, menimbulkan keakraban dan kehangatan. Terus, ga takut orang pada ilfil, deb? Jawabannya, engga. Saya mah bodo amat. Temen saya masih banyak. Lasak-lasak gini juga masih ada yang nungguin *eh. Lah, daripada saya harus terkurung dalam kemunafikan? Tidak menjadi diri sendiri adalah hal yang paling saya takutkan di dunia ini. Jadi kesimpulannya, saya ga punya kesimpulan. Simpulin aja sendiri. Bhay~
Mereka yang menajamkan saya, mereka yang mensuport saya, mereka yang menghajar saya untuk terus maju dan tidak malas. Terimakasih untuk menemani 4 tahun lebih perjalanan iman yang tidak bisa saya bayar dengan apapun. Teruslah bertumbuh ke arah Kristus dimanapun kalian berada. Jangan ragu untuk menghubungi saya kalau kangen, saya sih ga pernah kangen, saya mah gitu orangnya, wkwk. Terimakasih banyak KTB Odong yang sampai sekarang saya lupa kepanjangannya. Tuhan memberkati kitah! (Di foto kurang selfri sama anet, lupa juga mereka dimana~)