arogan itu perlu tetapi sopan itu nomer satu
dedi purnawan

祝日 / Permanent Vacation
occasionally subtle
Sade Olutola

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

★
Misplaced Lens Cap
ojovivo

Andulka

izzy's playlists!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
Cosimo Galluzzi
wallacepolsom
trying on a metaphor
will byers stan first human second
Today's Document

⁂
taylor price
No title available

seen from United States
seen from France

seen from Argentina

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Bangladesh
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from Thailand

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Italy
seen from United States
@dedipurnawan-blog
arogan itu perlu tetapi sopan itu nomer satu
dedi purnawan
aku mencintai musuhku yang menikam perutku ketika aku tersadar namun aku membenci sahabat yang menjadikan aku memiliki musuh baru
dedi purnawan
untuk apa memakan nasi bila harus membenci padi
dedipurnawan
hidup ini tidaklah seperti berdagang yang berorientasi mencari laba dan rugi
dedi purnawan
saya sangat menghormati orang yang mencintai sikapnya
dedi purnawan
siapakah gerangan dirimu yang berani melampiaskan nafsumu diatas keringat orang lain
dedipurnawan
angin mendatangi dedaunan bukan lantaran karma namun karena tugas
dedi purnawan
masa kini adalah ketakutan bagi mereka yang terburu-buru di masa lalu
dedipurnawan
mengikuti naluri hanya saja membawa kita kearah yang lebih damai, namun kerap kehilangan keseimbangan. karena tak ada teman yang dapat diajak untuk mengambil kesimpulan
dedi purnawan tanahgayo
adalah kemuliaan jalan bagi mereka yang merindu bukan mereka yang menipu
dedipurnawan
"Semua orang tau harus bagaimana, tapi tak semua orang mengerti harus memulai dari mana" Kita pemula yang wajar bila salah mengambil keputusan kemudian gagal di waktu muda dan masih ada kesempatan memperbaikinya " Sungguh kasihan ketika tua kau hanya melakukan apa yang orang lain lakukan karena alasan hanya cari aman. #hiduphanyasekali #hidupadalahsandiwara #omongkosong (di National Diet Building)
Suka cita mengejar sarjana. Dari kota satu ke kota lainya, cari ijazah untuk masa depan katanya. apakah gelar ini sekedar pengakuan, jika melawan akan dikucilkan. Sarjana oh sarjana, menentukan kau pantas bicara dan duduk dengan siapa. Sarjana oh sarjana, belum menentukan orang mendapat kerja. #harussarjana #ijazah #sarjana #koetaradja #ahgataulah
Terkadang tampilan tak sejujur cermin, ketika seseorang berpeci belum tentu layak menjadi pemimpin. Telah banyak yang beretorika di dalam mimbar megahnya mengumumkan bagaimana gebrakannya ketika ia keluar sebagi juara. Antek-antek dan simpatisan saling bersuara mencari warna agar di lihat oleh sang raja. Percayalah, dengan loyalitas yang ikhlas akan lebih pantas untuk merajut tali yang berkualitas. #kabarnyamaupilkada #ilovegayo #rebbecoffee
Ketika menghadapi masalah, kita kerap kali merasa bahwa kita lah manusia yang paling sulit di dunia. Kita tak sadar sebenarnya cobaan adalah cara tuhan untuk membuat kita lebih hebat dan kuat dari saat ini. Kita hanya melihat masalah ibarat gunung yang menjulang tinggi, kita kerap lari dan pasrah terhadap masalah yang seolah memaksa kita untuk menyerah. Kita kadang tak pernah sadar, bahwa nikmat tuhan sedalam palung di lautan. Hanya saja kita tak melihatnya secara kasat mata. Karena tertutupi air . Percayalah nikmat tuhan akan selalu ada di setiap air mata yang mendera. Cari bukan berlari. Jalan keluar setiap masalah akan selalu ada bagi mereka yang ingin mencari, bagi mereka yang lari dari masalah, hanyalah menunda dan memperburuk suasana setelahnya. Tak ada masalah yang tak terselesaikan, selalu ada jalan keluar bagi mereka yang mencarinya.
Tidak ada alasan untuk berhenti, selama nafas masih berhembus dan denyut nadi masih dimiliki. Hidup bukanlah soal siapa yang finish di posisi terdepan, sudah pasti semua kehidupan akan finish di garis kematian. Kadang bagi mereka yang berada posisinya berada di belakang menyesalkan betapa tidak adilnya kehidupan. Bagi mereka yang sedang berposisi di depan selalu menginginkan tetap berada terdepan sebelum finish di garis kematian. Sebenarnya berada di depan atau di belakang adalah nikmat yang sama besarnya, tergantung bagaimana cara menikmati indahnya kehidupan. Semakin berusaha berada di posisi terdepan, selalu saja di ikuti kaki lain yang lebih kuat dan lebih hebat lagi. Saat menginginkan satu langkah kedepan ketika di belakang, ternyata bila menoleh kebelakang masih saja ada yang menempati posisi yang lebih belakang lagi. Bila mereka mencoba menikmati ritme kehidupan yang telah mereka capai sebenarnya sangat indah dan tak terlupakan. Namun karena nafsu yang di miliki manusia kepuasan tampak sangat sulit di capai, bersyukur seakan sulit terucap dari bibir para pemuja kemegahan. Sehingga ia tidak sadar sikapnya telah menipu dirinya dengan nikmat yang dimiliki ditukar menjadi nafsu yang tiada henti. Nikmat terasa seperti sayat jika tak pandai mensyukuri, tak salah jika ingin berlari lebih cepat untuk mendapat peringkat yang lebih tinggi. Namun satu hal yang perlu di pahami, apabila nurani berada dilingkungan tirani keinginan, maka kemewahan terasa paceklik tak berkesudahan. Hidup ini seni,Suka dan duka di dalam hidup adalah estetika yang tak dapat dituliskan dengan pena dan di ucapkan dengan lisan. semua orang dapat hidup namun tak semua orang pandai berseni di dalam hidup. Memaknai hidup dan membawa nya menjadi lebih hidup. Jarang yang berhasil membawa hidupnya menjadi merdeka sebelum azalnya. Karena perbudakan nafsunya tak mampu di tepis dan di bumi hanguskan bersama dengan rasa puas yang sangat buas.
Sakit adalah perasaan yang sulit di definisikan dengan kata atau angka. Puisi yang rumit juga tak akan dapat menggambarkan secara nyata bagaimana rasa itu mendera. Ketika rasa sakit belum sempat kita nikmati, maka syukuri sehat yang sedang di dapat. Jagalah sehat agar tak berubah menjadi sekarat, akbitnya bisa sampai melarat tak perduli raja atau rakyat. Simpati yang datang hanyalah ilusi untuk membohongi sakit agar pergi. Lakukan apapun yang dapat kita perbuat agar sehat tak cepat berangkat dari belenggu diri. #penaamatir #penulis #amatiran
Peran wanita dalam perbaikan dan pembangunan daerah
Siapa yang tidak mengenal R.a Kartini, yang kita ketahui adalah sosok yang memperjuangkan hak-hak wanita, dengan sebutan lain “emansipasi”. Saat ini banyak sekali perdebatan yang membahas “kesetaraan gender”. Di indonesia mungkin ada beberapa kartini baru yang muncul dan mendapat kesempatan menjadi pemimpin. antara lain susi pudji astuti, yang berhasil menjadi menteri kelautan dan perikanan di era kabinet kerja, di awal masa jabatannya banyak menuai pro-kontra di tengah masyarakat karena latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan smp, di tambah lagi dengan kebiasaan merokoknya serta “tato” di beberapa bagian menambah keraguan publik akan jabatan yang ia duduki, namun tidak juga dapat kita menutup mata dan mengubur sederetan prestasi yang telah ia capai dan murni dari hasil kerja kerasnya, terbukti dari berbagai penghargaan yang sempat di raihnya antara lain. Award for innovative achievement,extraordinary leadership and significant to the economy, APEC, pada tahun 2011 silam. Masih banyak lagi penghargaan yang diraih oleh susi salah satu nya adalah maskapai penerbangan yang juga di berinama susi Air, Tak tanggung-tanggung ia juga mendirikan sekolah penerbangan yaitu susi flying school. Dalam masa jabatan nya sebagai menteri dia juga di kenal sebagai tokoh menteri yang tegas dan berani dalam mengambil kebijakan, terbukti saat menumpas “ilegal fishing” di perairan indonesia, serta dengan berani menenggelamkannya apabila terbukti mencuri di perairan indonesia. Pada dasarnya secara kodrati memanglah wanita berada di belakang laki-laki, namun kita juga tidak sepatutnya menutup kesempatan bagi kartini-kartini baru yang memang memiliki potensi.
Jika kita melihat dalam kehidupan sehari-hari saja, di dalam suatu keluarga seorang ibu atau istri, yang sering kita melihat mendapatkan tugas yang berlipat ganda. Ia bangun lebih awal menyiapkan kebutuhan suami dan anaknya dan berangkat lebih akhir begitu seterusnya rutinitas yang di jadikannya kewajiban.
Banyak pandangan publik yang seolah meragukan apabila wanita di berikan kesempatan memimpin, tanpa melihat bagaimana potensi yang di milikinya. Ini seharusnya menjadi tugas kita bersama dalam hal membangun kepercayaan publik untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja, terlepas dari apapun jenis kelaminnya dalam memperoleh hak menduduki kursi kepemimpinan. Jika kita bermimpi untuk perbaikan dan pembangunan sebuah daerah tentunya kita tak harus mengedepankan siapa tokohnya. Muda tua, pria atau wanita, pendatang atau pribumi, sopan atau arogan. Itu semua jangan kita kedepankan untuk memberikan kesempatan, yang pantas menjadi ukuran adalah potensi dari dirinya apakah dia mampu untuk melakukan perubahan.
Potensi dari dalam diri wanita tentunya membutuhkan sentuhan dukungan dari pada masyarakat untuk mendapatkan mandat menjalan kan amanah rakyat. Kita ambil juga contoh walikota banda aceh, yang dengan penuh bersemangat membangun aceh menjadi lebih bermartabat. Dengan berlandaskan syariat islam sebagai pedoman kepemimpinannya tanpa menciderai pancasila yang merupakan dasar negara republik indonesia. Gaya kepemimpinanya bahkan mendapatkan antusias masyarakat yang ada di dalamnya. Hj. Illiza sa'adudin djamal S.E , akrab di sapa bunda illiza oleh masyarakat banda aceh khususnya, terlihat juga sepak terjangnya dalam membangun kota banda aceh. Penegakan syariat islam secara kaffah tidak dengan serta merta berjalan mulus sesuai dengan kehebdaknya. Beragam polemik yang terjadi di dalam masyarakat acap kali membuat dirinya harus membangun kemampuan baik secara politik atau dengan pendekatan secara kekeluargaan dalam rangka mencapai pembangunan dan berjuang membangun karakter masyarakat yang lebih bermartabat. Namun dengan cita-cita dan komitmen yang mulia tampaknya peran nya sebagai pemimpin kota banda aceh yang juga merupakan ibukota provinsi aceh sejauh ini dalam masa jabatannya telah banyak berkontribusi dalam mempercepat pembangun infrastruktur dan tentunya karakter masyarakatnya. Namun tentunya dirinya tidak terlepas dari pentingnya dukungan dari masyarakat untuk mendukung kebijakan yang di kehendaki pemerintah. Korelasi antara pemimpin dan masyarakat menjadi faktor penting dalam proses percepatan pembangunan, tanpa hubungan erat antara masyarakat dan pemimpin maka sebaik dan sehebat apapun tokoh atau kebijakan yang dibuat maka akan berjalan sangat lambat manfatnya terlihat. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap kebijakan positif yang di berikan oleh pemimpin, Jangan pernah melihat siapa tokoh yang memberikan kebijakan namun yang harus di perhatikan adalah maksud dari pada kebijakannya. Marilah kita secara lapang dada memberikan kesempatan bagi siapa saja yang memang memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin tanpa harus menjadikan perbedaan jenis kelamin menjadi penghalangnya. Wanita yang memang memiliki kemampuan lebih harus di dukung mendapatkan kesempatan bukan memberikan tembok penghalang hanya karena alasan jenis kelaminnya.