SERBA-SERBI 9 BULAN 9 HARI - Part 1
dr. Riyana Kadarsari, SpOG
Tempat dan Jadwal Praktik:
Bintaro Women and Children Clinic (BWCC): Senin (08.00-12.00); Rabu (08.00-16.00); Jum’at (08.00-12.00).
RSIA Hermina Ciputat: Selasa (09.00-13.00); Kamis (10.00-14.00); Jum’at (16.00-20.00).
Beliau merupakan DSOG pertama yang Mama kenal dan temui. Awalnya, Ayah mencari Klinik dekat rumah yang menyediakan jasa praktik dsog. Dari beberapa klinik terdekat, hanya Klinik Permata Bintaro membuka praktik dsog.
Jum’at, 19 Desember 2015, Mama dan Ayah menyempatkan mampir ke Klinik tersebut sepulang kerja. Sebenarnya berniat melakukan USG. Namun, pada saat itu, tidak ada dsog yang sedang melakukan praktik. Alhasil, Ayah dan Mama hanya mendapat selembar kertas kuning berisi jadwal praktik para dsog. Tak lupa Ayah menanyakan dr. favorit para pasien di Klinik tersebut kepada pegawai yang sedang berjaga di sana. dr. Riyana bukanlah dsog pertama yang terucap dari mulut Pegawai tersebut. Namun, tak berhenti di situ, Ayah juga mencari tahu tentang dsog-dsog di sana menggunakan mesin pencari di ponselnya. Dapatlah review-review sangat bagus dari para Netizen teruntuk dr. Riyana Kadarsari, SpOG. Sehingga jatuhlah pilihan Ayah pada beliau, dr. yang disebut-sebut sebagai dsog pro-normal, pro-IMD, dan pro-ASI itu.
Rabu, 24 Desember 2015 merupakan hari pertama Mama check-up dengan dr. Riyana. Kesan pertama setelah sekitar 15 menit berbincang dengan beliau adalah Nyaman (point penting dalam pemilihan dsog). Mama langsung jatuh hati pada dsog berpenampilan sederhana ini. Dsog yang mampu membuat hati Mama menjadi tenang dan lega. Penjelasan beliau terhadap pertanyaan-pertanyaan Mama lugas, jelas, dan yang paling penting berdasar pada ilmu kedokteran yang memang beliau tekuni, bukan berdasar pengalaman, atau bahkan bukan berdasar tradisi “nenek moyang”.Oh ya, satu hal lagi. Dr selalu membatasi pasiennya setiap kali praktik, yaitu 20 orang, sehingga setiap pasien mendapatkan waktu berbincang yang cukup dengan dr. Riyana. Sangat memuaskan, bukan?
Kalimat yang paling Mama ingat dan mama camkan baik-baik:
Setiap kehamilan itu berbeda-beda. Jangan pernah membandingkan kehamilanmu dengan kehamilan orang lain.
Pasrahkan pada ALLAH ta'ala, karena tidak seorangpun yang dapat menjamin nyawa seorangpun di muka Bumi.
Aaaah, tidak sampai di situ saja kekaguman Mamaku pada beliau. Beliau sangat sabar, telaten, dan keibuan dalam membantu proses persalinan Mama. Setiap selesai mengejan, Beliau mengelus punggung Mama bak Eyang Uti mengelus punggung Mama di saat merasakan sakit pra-menstruasi. Beliau juga terus menyemangati Mama agar dapat melahirkan spontan dengan tetap memperhatikan riwayat kesehatan Mama. Beliau sabar mengikuti proses mengejan Mama yang berlangsung hingga 1 jam lamanya. Fyuuh. Ah, lagi-lagi Mama katakan, beliau merupakan sosok optimis realistis, sederhana, keibuan, sabar, dan telaten.
Syukur Alhamdulillaah, Mama dipertemukan dengan beliau oleh ALLAAH Ta’ala. Dan yang tak kalah penting untuk disyukuri adalah Beliau memiliki waktu untuk membantu Mama melakukan persalinan dimana pada saat dan di RS yang sama juga ada dua orang calon Ibu lainnya yang ingin melahirkan dengan bantuan beliau.
Di sini Mamaku ingin sekali menuliskan rasa berterima kasih-nya kepada Beliau, karena telah memberi positive affirmation kepada Mama selama kehamilan juga telah membantu Mama melakukan persalinan spontan dengan keadaanku yang posterior occiput dan terlilit satu pusar di leher.
dr. Nining Haniyati, SpOG
Tempat dan Jadwal Praktik:
RS Hermina Jatinegara: Senin (17.00-20.00); Rabu (09.30-12.00); Kamis (19.00-21.00); Jum’at (09.30-12.00).
RS Hermina Depok: Senin (09.00-12.00); Selasa (17.00-20.00); Rabu (18.00-21.00); Kamis (09.00-12.00); Sabtu (09.00-18.00).
Kembali ke Depok merupakan salah satu pilihan Ayah dan Mama. Sekembalinya ke sana, Ayah memulai pencarian RS dan DSOG terbaik untuk Mama. Ternyata tak semudah pencarian sebelumnya. Hal ini dikarenakan RS di kota Depok itu jumlahnya cukup banyak, itu berarti jumlah dsog yang membuka praktik juga banyak, kan? Fyuuuh.
Berdasarkan review para Netizen dan kecukupan budget di kantong, pilihan Ayah dan Mama jatuh pada RS Hermina Depok dengan dr. Nining Haniyati, SpOG.
Benar saja, dr. Nining merupakan dr. yang cukup famous di antara dsog lainnya di Hermina Depok. Dokter senior yang memiliki antrian pasien terbanyak. Apalagi pada hari Sabtu, Beliau biasa praktik dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 02.30 WIB keesokan harinya (sumber: petugas farmasi di apotik RS Hermina Depok). Bagaimana tidak, coba bayangkan, Mama dan Ayah sebelum melakukan check up mendaftar terlebih dahulu 1 minggu sebelum jadwal check-up, coba tebak, Mama dapat antrian no. berapa? Antriannya tidak jauh-jauh dari angka 50. Mama dan Ayah juga pernah datang untuk daftar ulang pukul 11.00 WIB dan dipanggil pada pukul 23.00 WIB. Wow. 12 jam lamanya Ayah dan Mama menghabiskan waktu di RS. Exhausting, is’nt it?
Sabtu, 21 Maret 2015 merupakan hari pertama kami berkenalan dengan dr. Nining. Tak sampai 10 menit, Mama sudah keluar dari ruangan dr. tersebut. Kesan pertama Ayah dan Mama terhadap dr. Nining adalah dr. senior yang cantik.
dr. Nining memang mumpuni di bidang Obstetrics & Gynecology. Hal inilah yang membuat beliau memiliki banyak pasien. Selain itu, beliau ramah dan suka memberikan affirmasi positif. Namun, beliau amat singkat dan terburu-buru dalam menjelaskan sesuatu. Beliau menjawab pertanyaan Ayah dan Mama secara cepat dan terkadang tidak ada di antara Mama dan Ayah yang dapat menangkap secara jelas apa yang diterangkan oleh Beliau. Mungkin dikarenakan masih banyak pasien yang mengantri di belakang kami. Inilah salah satu yang membuat Mama dan Ayah merasa kurang puas dengan penjelasan dr. Nining.
Saran Mama teruntuk para Ibu dan calon Ibu lainnya apabila menjatuhkan pilihan pada beliau adalah harus menyiapkan daftar pertanyaan yang akan disampaikan sebelum melakukan check-up. Aktiflah bertanya pada saat check-up. Tanyalah bagaimana keadaan janin yang berada di rahim Ibu, masuk katagori normal atau tidak? Dan yang paling penting adalah daftarkan jadwal check-up minimal 1 minggu sebelumnya.
dr. Eva R. Silalahi, SpOG
Tempat dan Jadwal Praktik:
Klinik Executive RS Hermina Depok
RSUP Fatmawati: Selasa (08.00-11.00 & 16.00-19.00)
Brawijaya Women and Children Hospital: Kamis (18.00-20.00); Jum’at (16.00-21.00); Sabtu (17.00-19.30).
Mayapada Hospital Jakarta Selatan: Selasa (18.00-21.00); Rabu (14.00-17.00); Sabtu (08.00-12.00).
Mungkin Mama tidak dapat bercerita tentang dr. Eva sebab Kami hanya bertemu satu kali, yaitu pada saat Mama memeriksakan kandungan di Klinik Executive Hermina Depok.
dr. Nining memberikan surat rujukan ke dr. Eva pada Mama untuk melakukan USG 4D. Seperti dsog-dsog lainnya, dr. Eva juga terbilang dr. yang ramah terhadap pasiennya. dr. Eva memeriksa kandungan Mama dengan teliti. Beliau juga memberikan rekomendasi sesuai dengan ilmu kedokterannya dan tidak terkesan menakut-nakuti.
Hanya sebatas itu yang dapat Mama utarakan mengenai dr. Eva. Mungkin para Ibu dan calon Ibu lainnya apabila berniat melakukan konsul terkait kebidanan dan penyakit kandungan dengan dr. Eva, silakan saja dicoba. Sejauh ini, kesan pertama Mama terhadap beliau adalah dsog yang cukup ramah :)
It was a nice fortune that we found Bude Erie at last minutes merupakan kata yang pas untuk mewakili perasaan Mama dan Ayah ketika Mama menemukan Bude Erie di usiaku yang ke-38 minggu.
Menemukan Bude Erie memiliki cerita tersendiri bagi Mama dan Ayah. Semua berawal dari arahan dr. Nining agar Mama melahirkan via C-Section. Mendengar arahan eksplisit yang implisit tersebut, Mama langsung mundur perlahan.
Ayahpun kembali menjadi seorang blog walker untuk mencari alternatif bidan atau dsog lain yang sekiranya dapat membantu Mama melahirkan secara spontan. Beberapa nama bidanpun Ayah berikan kepada Mama untuk dipilih menjadi sebuah alternatif.
Di saat pencarian inilah, Mama berkenalan dengan seorang Ibu dari tiga orang anak yang bernama Ibu Woro. Ibu Woro pernah berbagi cerita tentang bidan pro-normal di halaman blognya. Pada saat Mama membaca cerita beliau, Mama tak sabar ingin menanyakan mengenai Bidan tersebut kepada Ibu Woro. Tapi sayang, blognya tersebut sudah lama tak di-update (last updated on Feb 2012). Mama berpikir apabila Mama mengirimkan sebuah pertanyaan melalui kolom komentar di blog beliau, entah sampai kapan Mama akan mendapatkan jawaban. Sedangkan saat itu, usiaku sudah 38 minggu, yang berarti in syaa ALLAAH 2 minggu lagi aku akan lahir ke dunia. Utak atik sana sini, akhirnya Mama menemukan kontak beliau melalui sebuah akun online shop. Benar saja, kontak tersebut merupakan no. ponsel suami beliau. Singkat cerita, ternyata Bidan yang dituju telah lama meninggal dunia. Sad :(
Tak putus asa. Mama dan Ayah kembali mencari. Mampirlah kami di sebuah blog yang menceritakan mengenai seorang Bidan bernama Bude Erie Marjoko. Benar saja, beliau merupakan bidan yang cukup terkenal di dunia per-Googling-an. Tak hanya sampai di situ, Mama berinisiatif untuk mendapatkan informasi mengenai Beliau melalui status update di Facebook Mama:
Dari sana Mama mendapatkan feedback yang cukup positif. Dua orang teman SMA Mama mengenal Bude Erie. Jadi semakin yakinlah Mama untuk segera bertemu dengan Bude Erie.
Cerita Mama mengenai pertemuan Mama dengan Bude Erie dapat dilihat pada: http://delishaanindyo.tumblr.com/post/130253536276
Hm, Bude Erie merupakan Bidan yang penuh dengan afirmasi positif. Saran-saran yang beliau berikan terbukti ampuh membantu Mama melahirkan secara spontan. Beliau memiliki banyak pasien yang rela jauh-jauh mendatangi klinik beliau yang bertempat di Citayam. Bude dengan logat Jawanya mampu membangkitkan keyakinan Mama untuk dapat melahirkan secara spontan. Bagai terhipnotis optimisme rasanya ^_^
Saran Mama teruntuk Ibu dan Calon Ibu lainnya yang ingin berkonsultasi atau bahkan ingin meminta tolong difasilitasi persalinannya oleh beliau adalah daftar/ hubungi beliau terlebih dahulu sebelum datang ke Klinik.
Disclaimer: Tulisan di atas merupakan opini pribadi Mama. Bisa saja Ibu atau Calon Ibu yang lain memiliki pengalaman yang berbeda ketika ditangani oleh dsog atau bidan yang sama.