Memang benar “isi” kepala manusia jarang ada yang sama. Saat baca tulisan ini pun mungkin kalian mikir “ah, banyak kok yang sama”. Nah kan? “Jarang”.
Suatu hari, gue naik mobil yang di dalamnya ada pasangan suami-isteri. Suaminya nyetir, isterinya duduk di kursi depan, tepat di samping suaminya. Sementara gue duduk di kursi paling belakang.
Singkat cerita, kita sedang diperjalanan menuju tempat wisata. Tiba-tiba saja si isteri protes pada suaminya. Protesnya macam-macam, mulai dari perjalanan yang terlalu jauh, gak nyampe-nyampe. Lalu protes juga soal jalanannya yang luka-liku banyak belokan+tanjakan.
Suaminya menyuruh isterinya untuk menikmati perjalanan, menanggapi “ocehan” sang isteri dengan santai sambil fokus mengendarai mobil.
Tiba-tiba gue mikir, pernikahan katanya menjadi ibadah yang paling panjang untuk manusia, gue gak mau ngisi ibadah terpanjang dengan debat terus-terusan gara-gara hal kecil kayak gitu. Ibadah kok gak mendatangkan ketenangan Haha
Untungnya sesampainya di tempat wisata mereka berdua kembali akur. Jika tidak, ya sia-sia saja berwisata.
Lalu, apa kaitannya dengan paralaks?
Kalian pernah baca istilah pralaks gak? Di perpus gitu pas SMP atau SMA? Di buku ensiklopedia yang tebel-tebel itu, di bab astronomi?
paralaks/pa·ra·laks/ n : perubahan semu pada arah suatu benda, yang disebabkan oleh perubahan letak pemandang. Ini menurut KBBI online.
Kalau menurut wikipedia mah gini, Paralaks, atau lebih tepatnya paralaks gerak (bahasa Yunani: παραλλαγή (parallagé)) adalah perubahan kedudukan sudut dari dua titik diam, relatif satu sama lain, sebagaimana yang diamati oleh seorang pengamat yang bergerak. Secara sederhana, paralaks merupakan pergeseran yang tampak dari suatu objek (titik 1) terhadap latar belakang (titik 2) yang disebabkan oleh perubahan posisi pengamat.
Masih bingung, gue kasih contoh deh. Di video-video flath earth yang lagi trend itu sih paralaks dipake orang-orang buat ngukur jarak antar bintang bla-bla, gak ngerti gue. Gak bakal bahas itung-itungannya haha.
Jadi misalnya gini, taruh jari tulunjuk kanan kita kira-kira 10 Cm di depan mata. Liat jari telunjuk kita dengan mata kanan, dengan catatan mata kiri harus merem. Lalu coba sebaliknya, mata kanan harus merem, liat jari telunjuk pake mata kiri. Ada yang beda gak?
Ya!! Bener banget!! Jari telunjuknya kayak pindah gitu kan? Pas ngeliat pake mata kanan, terus ganti ngeliat pake mata kiri, jari telunjuknya seolah pindah gitu kan? Padahal mah, jari telunjuknya mah ya disitu-situ aja hihi
Itulah paralaks, bisa juga disebut “pergerakan yang tampak” akibat perbedaan perspektif / sudut pandang.
Si istri yang kita bahas di atas barusan, berdiri di sudut pandang “piknik itu harus membawa kenyamanan, kebahagiaan, kesempurnaan..cintaaa.. (Lho, nyanyi haha)”. sementara si suami ada di sudut pandang “nikmatin aja perjalanan, toh nanti kebayar dengan suasana di tempat wisata yang nyaman”. Beda sudut pandang, beda juga menyikapi masalah. Padahal tujuan mereka sama dan tempatnya gak pindah-pindah, tempat wisata. Ini tepatnya disebut paralaks sudut pandang atau bahasa fotografinya, AOV parallax. Tapi sama aja sih, masih soal “beda sudut pandang”
Lalu? Gimana agar punya sudut pandang yang sama. Ya liat dua-duanya pake mata kanan sama kiri. Kelar. Jari telunjuk tadi ya ada disatu titik yang sama. Gak geser, gak pindah. Tetap.
Beda lagi kalau soal nyamain sudut pandang orang satu dengan orang yang lain. Saya dengan kamu. Dia dengan mereka. Suami dengan isteri. Ini bakal lama prosesnya.
Harus bahas lagi standar berfikir, standar perbuatan dia apa, belum lagi masing-masing dari kita punya benteng yang disebut ego, baqo’ dan sejenisnya. Memang gak mudah, tapi bukan hal yang gak mungkin kan? (:
Sebelumnya gue minta maaf buat para pakar astronomi di luar sana, istilah paralaks ini malah gue sambung-sambungin ke hal kayak gini haha.
Selama punya hati yang bersih, otak yang masih mau diajak mikir, jiwa yang selalu siap diajak ngopi dan ngobrol bareng, InsyAllah gak ada lah paralaks diantara kita. Eh, pasti ada aja deh paralaks mah, ya gakapap lah, yang penting diminimalisir. Hehe