Pengetahuan yang Berharap Tidak Pernah Digunakan
Ada jenis pengetahuan yang kita pelajari bukan karena ingin menggunakannya.
Justru karena kita berharap tidak pernah membutuhkannya.
Cara menggunakan APAR saat kebakaran.
Cara melakukan CPR saat jantung seseorang berhenti.
Cara menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.
Cara menghentikan perdarahan.
Panduan darurat mengatasi tersedak.
Dan bagi orang tua, cara menghadapi keadaan darurat pada anak.
Aku baru memahami kalimat itu ketika melihat anakku yang masih kecil mengalami kejang.
Semuanya terjadi sangat cepat.
Beberapa menit sebelumnya masih bermain seperti biasa. Lalu tiba-tiba tubuhnya kaku, badannya demam, matanya berubah, dan waktu seolah berjalan jauh lebih lambat daripada detik di jam.
Yang mengejutkanku bukan hanya kejangnya.
Tapi betapa mudahnya pikiran kehilangan arah saat orang yang kita sayangi berada dalam bahaya.
Ketika panik, otak cenderung menyempitkan fokus. Kita sulit berpikir jernih, mudah bereaksi berdasarkan naluri, dan sering kali melewatkan hal-hal penting.
Tahu teori ternyata tidak membuatku kebal terhadap rasa takut.
Untungnya, kami segera membawanya ke IGD dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Sejak hari itu aku sadar, ada pengetahuan yang nilainya baru terasa setelah hidup memperlihatkan betapa rapuhnya segala sesuatu.
Filsuf Karl Popper pernah mengatakan bahwa kita belajar dari kesalahan. Tetapi dalam beberapa hal, ada pelajaran yang jauh lebih baik dipelajari dari pengalaman orang lain daripada menunggu mengalaminya sendiri.
Pengalaman itu membuatku merasa setiap orang tua, pengasuh, sebaiknya memiliki pemahaman dasar tentang keadaan darurat pada anak. Bukan untuk menjadi tenaga medis, tetapi agar tahu apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang justru harus dihindari.
Kalau kamu memiliki anak kecil atau sering berada di sekitar mereka, sempatkan membaca panduan ini. Semoga hanya menjadi bacaan yang tidak pernah perlu dipraktikkan.
Panduan Darurat Pengasuh: Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Tiba-tiba Kejang
"Karena ada pengetahuan yang tujuan terbesarnya bukan untuk digunakan. Melainkan agar ketika hidup mengujinya, kita tidak sepenuhnya tidak siap."













