"Fase kehidupan terberat adalah ditinggalkan ibu"
Bu, ku ingin dibuai sampai tenang.
No title available
TVSTRANGERTHINGS
One Nice Bug Per Day

if i look back, i am lost
Lint Roller? I Barely Know Her

祝日 / Permanent Vacation

No title available

Product Placement
ojovivo
trying on a metaphor
dirt enthusiast
noise dept.
YOU ARE THE REASON

Andulka

⁂

PR's Tumblrdome
AnasAbdin

oozey mess
almost home

★

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from Chile
seen from Lithuania
seen from South Korea
seen from Malaysia
seen from China
seen from South Korea
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@dhimaswepe
"Fase kehidupan terberat adalah ditinggalkan ibu"
Bu, ku ingin dibuai sampai tenang.
Satu minggu terakhir di catur wulan pertama 2021
Beberapa hal telah berubah. Dari tadinya “hari ini harus kelbih baik dari hari kemarin”, sekarang cukup “semoga hari ini bisa dilewati dengan penuh kesabaran dan keihlasan”, sudah.
Angka dalam kalender di coret setiap sebelum tidur as a remainder bahwa hari itu telah selesai, dan harus tetap kuat, jangan nyerah karena besok masih ada hari yang mungkin lebih berat dari hari ini.
Panjangin sabarnya, luasin ikhlasnya, banyakin syukurnya.
Kaki harus nginjek tanah terus. Terbang tinggi pake perbuatan baik.
-dhimaswepe
Singkat saja, semoga kita berjodoh.
Cape, butuh ngusel. Eh di galakin
Rumpang'
Pikirin terus aja diri sendiri
Ikutan tidak mood karena menghadapi orang yg tidak mood
Rawat dan kedepannin aja terus egonya.
Biar semuanya sesuai apa yang kamu mau, ga sesuai dikit bad mood. Mau sampai kapan, kedepanin egomu? Dibandingkan rasa berketerimaanmu atas ketidaksempurnaan manusia?
Bu, aku rindu.
Sajak Pertemuan
Tentang waktu dan sebuah proses perubahan. Sama halnya dengan detik yang berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari, hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, hingga bulan menjadi tahun. Aku dan dia bermetamorfosis menjadi kami.Ini tentang aku dan dia. Dua anak manusia yang dipertemukan dalam sebuah ruang tanpa kejelasan. Tegur sapa manja, pesona saling menyihir membuat cinta dibiarkannya mengalir begitu saja. Yang orang-orang katakan tentang “dari mata turun ke hati”, kami sama-sama membuktikannya.Asmara berkecamuk didalamnya. Logika tak berdaya dibuatnya. Perasaan luluh lantah ketika saling memberi perhatian. Seolah mengambil bagian dalam dimasing-masing kehidupan. Padahal sebelum hadirnya aku pun baik-baik saja. Entah dewi asmara yang mana yang mengisi ruang-ruang hampa tanpa kejelasan itu.
-dhimaswepe (Jan, 03/2019)
Dekat Namun Tak Dalam Dekap
Pada akhirnya aku berhenti pada hati yang terbiasa mendengar kisahku sehari-hari. Yang dulu ku anggap teman bercerita, kini ku harap ia menjadi teman menua.
Sejauh apapun ku pergi untuk mencari, ia selalu menjadi tempat kembali dalam segala resah dan gundah. Mencintainya adalah sebuah keniscayaan perasaan takut kehilangan yang terbalut dalam pertemanan.
-dhimaswepe (6/8/19)
Se-sunyi malam aku mancintaimu, dalam diam dan gelap. Hingga kamu tak akan pernah melihat itu.
Se-bising sebuah pertunjukan namamu menggema di langit. Hingga penghuni langit mengenal baik namamu itu.
Dalam diam aku mencintaimu, dalam diam aku mendoakanmu, dan dalam diam pula aku merelakanmu.
Bukan, bukan dia yang seharusnya kamu berikan waktumu.
Bukan, bukan dia yang seharusnya kamu berikan kesempatan untuk membahagiakanmu.
Bukan, bukan dia yang seharusnya kamu pertahankan sampai saat ini.
Hii. Aku kembali, dengan jiwa yang tak utuh lagi.
19 September 2023
Proses kembali menulis, memindahkan tulisan di bloger, di intagram ke tumblr ini.
Do what you makes you happy. Stop. And read this again. It’s really that simple. People tend to look for a complicated solution to a problem, when most things are really just plain straightforward. For example, leave him who makes you always smile fake. Come closer to me i will make your smile without falsehood.
Kencan
Seringkali latah, terbawa apa yang hitz saat itu juga. Termasuk juga kearah mana untuk kencan, mengahabiskan malam, melepas rindu, atau untuk sekedar menyediakan bahu besandar. Saat sosial media dibanjiri trailer film, film yang di prediksi oleh sebagian orang akan melebihi ekpetasi dari membaca sinopisnya, seringkali latah ingin ikut-ikutan tapi tak jarang karena mengikuti setiap series film itu.
Kali itu aku mengabulkan keinginannya. Anabel, film bergenre horor dan sama sekali bukan genre film favoritku. Tapi mau bagaimana lagi habisnya rindu dalam dadaku terus menggebu. Mengalah bukan berati kita berada pada posisi yang salah, tapi memang ada hal yang perlu di kalahkan yaitu ego.
Tertikam kesibukan masing-masing, terkadang membuat kami tak lagi saling. Saling mengatakan “aku aja yang bayar” *misalnya* atau “nih aku ada receh buat parkir –udah gausah aku ada ko—". Yang tak jarang membuat kita gagal melewatkan gala premiernya.
Ego selalu menjadi ujian pada setiap hubungan. Terkadang dilema selalu ada, kesibukan, keluarga, atau si-dia. Setiap apa yang ada, semua itu karena telah diputuskan. Aku ingin berkelurga dengannya dan menjalani kesibukan bersama, misalnya. Ketiganya yang kuingini dan kulakukan secara berurutan.
Tapi, berfikir seperti itu saat kencan hanya akan merusak mood kencan. Akan ada rasa takut kehilangan yang berlebihan ketika kita telah menaruh harapan lebih padanya. Hanya merusak momen mencari hiburan bersama saja. Satu hal yang harus tetap ada yakin dan selalu percaya.
Untuk kalian yang sedang merindu. Mulailah berbicara “aku rindu kapan bisa betemu”, luangkan waktumu, nikmati waktumu tak harus menonton film terbaru, dua cangkir dalam satu meja, satu tatap, satu harap pun cukup. Nikmatilah, berbahagialah.
~dhimaswepe
Jingga dan Luka
Jejak Kehilangan tak akan pernah benar-benar terhapuskan. Bukan luka yang tercipta setelah kehilangan, hanya saja ada hal yang belum terbiasa tanpanya. Ada kebiasaan yang menjadi tak biasa tanpanya. Padahal jauh sebelum hadirnya semua baik-baik saja. Lalu mengapa kepergiannya begitu menyesakkan. Sesak, bahkan luka setelah ditinggalkan hanya perlu pembiasaan. Membiaskan ulang tanpa hadirnya.
Jejak Kehilangan berevolusi menjadi Jingga dan Luka.
Jingga, romantis. Senja pun jingga. Senja membawa menuju gelapnya malam, dinginnya petang, dan sunyinya gulita. Tapi tenang saja, bintang akan datang, tak jarang ditemani rembulan.
Dan Luka, adalah fana. Mereka akan sembuh dengan sendirinya. Jika tak kunjung sembuh, waktu akan membantu. Waktu akan membiaskan luka menjadi hal yang biasa, tak jarang waktu akan merubah luka menjadi tak menyakitkan tapi menjadi pemantik untuk bangkit mengembalikan keadaan.
Jingga dan Luka. Setelah romantis berujung miris.
Kini yang diperlukan membiasakan tanpanya, dan membiasakan luka setelah kehilangannya. Dan waktu, yang akan berbicara.
~dhimaswepe