Sebegitunya kamu ingin nyala, dan apa daya aku yang ingin padam.
Hidup siapa yang tidak punya sandungan? Kita pikir hidup ratu adil pun tidak seadil itu. Kita merangkak dan terguling selalu, tertatih dan terjungkal kembali, kemudian bermimpi rasanya terbang.
Aku sudah lama padam, dan kamu bilang sekecil apapun api itu jangan biarkan padam? Seperti nya hanya sisa baranya saja, bukan lagi bentuk api.
Bolehkah aku memandang apimu saja? Mengagumi dan merawat milik mu saja? Karena aku bukan 2 atau 3 kali, jadi aku rasa milikku sudah padam, mungkin juga memberangus sekeliling..
Biarkan aku hangat dinyala kecilmu itu, biarkan aku berdiam dulu..
Fill with tears💧- Sandro








