Dea - Dia
Katanya, kembar itu berarti sama. Padahal kita bahkan tidak pernah sepakat tentang banyak hal. Kau menyukai yang aku hindari, aku memilih jalan yang tak pernah kau pilih.
Kita lahir di hari yang sama, tapi tumbuh menjadi dua kepala yang keras dengan caranya masing-masing.Kita berdebat untuk hal-hal sepele, saling mengejek, saling menyebalkan, seolah tak pernah benar-benar akur.
Tapi anehnya...saat dunia bertanya siapa yang paling mengerti aku, jawabannya tetap kamu. Entah bagaimana cara kerjanya. Ketika hatiku tiba-tiba gelisah tanpa alasan, sering kali ternyata semesta sedang tidak ramah padamu.
Saat tubuhmu sakit, mungkin aku tidak ikut merasakan demamnya. Tapi ada bagian dari hatiku yang selalu lebih dulu nyeri. Seolah Tuhan lupa memisahkan seluruh rasa saat menciptakan kita.
Menjadi kembar ternyata bukan tentang selalu bersama, bukan tentang selalu sepakat, apalagi selalu akur. Menjadi kembar adalah tentang memiliki seseorang yang mungkin paling sering membuatmu kesal, namun diam-diam selalu membawa sebagian dari hatimu ke mana pun ia pergi.
Kita mungkin berbeda dalam segala hal.
Tapi kalau ada satu hal yang tak pernah berubah, itu adalah: saat salah satu rapuh, yang lain ikut retak.













