Dengan tidak menjadi apa-apa dalam hidup siapa-siapa di dunia ini,
semoga kehadiranku maupun ketidakhadiranku,
keberadaanku maupun ketiadaanku,
juga tidak akan menyusahkan siapa-siapa.
- Someone's Mind
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle

shark vs the universe
Peter Solarz

★

Discoholic 🪩

roma★
🪼
KIROKAZE
trying on a metaphor

if i look back, i am lost
DEAR READER

tannertan36
taylor price
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
$LAYYYTER
Cosimo Galluzzi
noise dept.
ojovivo
seen from France

seen from United States

seen from Thailand

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States

seen from New Zealand

seen from South Africa
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@diahfitriekarini
Dengan tidak menjadi apa-apa dalam hidup siapa-siapa di dunia ini,
semoga kehadiranku maupun ketidakhadiranku,
keberadaanku maupun ketiadaanku,
juga tidak akan menyusahkan siapa-siapa.
- Someone's Mind
Antara menyerah dan berserah diri;
Antara masih berharap sedang di lain sisi tak berani lagi bermimpi terlalu tinggi.
Terkadang perbedaan keduanya hanya setipis kertas dan serumit perasaan ketika mencoba menelaah diri sendiri.
Seperti menyelam dalam samudera takdir yang penuh teka-teki,
Kau mendapati dirimu berada diantara cabang kemungkinan dan juga ketakutan.
Kau tahu apa yang menjagamu tetap bertahan?
Kau tahu apa yang menguatkanmu sementara dirimu sendiri rasanya ingin berhenti dan menghilang saja?
Ya, secercah keyakinan yang selalu terang itu.
Keyakinan kecil di dalam hatimu yang tetap menyala pijar, tak peduli sederas apapun badai nya.
Keyakinan itu selalu melindungimu di titik terendah dan tergelap hidupmu.
Keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah mengecewakanmu. Bahkan ketika doa-doamu hanya berbalas keheningan, kau menggenggam keyakinan bahwa Allah Maha mendengar dan Maha melihat. Allah Maha mengetahui dan Maha bijaksana.
Maka, segelap apapun langitnya dan sekencang apapun badainya, keyakinan itu, semoga selalu menyala terang dalam hatimu.
Penghujung April, 26-04-2026 10.27 wita
Jika hatimu percaya akan sesuatu yang pasti datang. Maka, seharusnya tidak perlu resah. Lalu, apa yang membuatmu tetap bertahan kalau bukan karena percaya, bahwa hal-hal baik ada pada waktu-waktunya.
@azurazie
saat-saat kamu sudah
saat-saat kamu sudah menyerahkan semua urusan kepada Yang Maha Mengurus Segalanya, tidak ada lagi yang membebani dirimu, tidak ada lagi yang menakutimu.
kamu sudah tidak marah karena sudah memaafkan. sudah tidak kecewa karena sudah melepaskan harapan. sudah tidak sedih karena sudah menerima takdir. sudah tidak khawatir karena sudah berikhtiar dan bertawakkal.
kamu tidak lagi takut kehilangan. kamu sadar kamu tidak benar-benar memiliki apa-apa.
kamu tidak lagi takut tergantikan. kamu mengerti tak semua orang harus tinggal selamanya.
kamu tidak lagi takut dilupakan. biar sedikit saja yang mengenangmu, yang penting itu dalam kebaikan.
kamu tidak takut lagi ditertawakan atau dijadikan bulan-bulanan. kamu yang tahu nilai dirimu. biarkan semua kata-kata itu berlalu.
kamu tidak lagi takut sendirian, kamu cukup bersama dirimu sendiri. kamu utuh meskipun retak. kamu tidak bisa patah.
kamu tidak lagi takut terluka. maksudnya, kamu siap menanggung konsekuensi pilihanmu. kalau ternyata ada apa-apa, qadarullah, been there done that, ya kan?
ini hanya dunia. hanya sesuatu yang sementara, yang penuh senda gurau sekaligus tipu daya.
lalu pada akhirnya yang kamu ingat: seumur hidup itu terlalu lama, tetapi selama-lamanya hanya seumur hidup. alam barzah lebih lama, sedang akhirat itu kekal, selamanya.
pada suatu hari nanti
pada suatu hari nanti, semua susah dan payah, semua sakit dan luka, semua sedih dan kecewa, semuanya sudah tidak penting lagi.
kamu tidak lagi meminta kekuatan, kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, atau ketenangan hati. urusan dunia tidak lagi membebanimu, tidak lagi membuatmu gelisah.
pada suatu hari nanti, hari kamu bertemu dengan Allah, yang kamu minta hanyalah ampunannya, maafnya, rahmatnya. yang kamu inginkan hanya taubatmu diterima, amalmu disyukuri, luka-lukamu menghapus dosa.
ya Allah izinkan kami bertemu dengan-Mu, melihat wajah-Mu dan rupa-Mu, dipeluk oleh-Mu. pada suatu hari nanti, pada hari yang amat bahagia.
merayakanmu
dengan cara seperti apa aku boleh merayakanmu? merayakan kebaikanmu? merayakan kebersamaan denganmu? merayakan setiap tawa karenamu? merayakan perasaan dicintai dan disayangi---atau sekadar perasaan terinspirasi? merayakan rindu yang tidak pernah tunai. merayakan kita?
dengan cara seperti apa aku boleh merayakanmu? merayakan kepergianmu? merayakan setiap patah hati karena kehilanganmu? merayakan air mata yang berderai-derai tanpa usai. merayakan rindu yang memang tidak pernah tunai. dengan cara apa?
sedang menyayangimu
aku rasa Allah sedang menyayangimu. kenyataannya, Allah selalu menyayangimu. melalui ujian yang diberikan kepadamu, Allah menunjukkan kepadamu betapa kecilnya kamu. bahwa segalanya bisa Allah ambil kapan saja, dengan cara apa saja. bahwa tidak ada hal yang bisa kamu bangga-banggakan sebagai kepemilikanmu. oh, semuanya hanyalah titipan.
tapi, di saat yang sama, Allah juga menunjukkan kepadamu betapa besar kuasanya. Allah membuktikan kepadamu semua janjinya. Allah tidak pernah meninggalkanmu sendirian sedetik pun. Allah tidak pernah membebankan sesuatu yang tak sanggup kamu pikul. Allah membantumu. Allah membawamu mendekat kepadanya. Allah memelukmu.
aku rasa Allah sedang menyayangimu. melalui semua yang telah terjadi, Allah mengingatkanmu. di dunia ini, tidak ada yang tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali Allah. apa yang kamu ragukan lagi?
perlu waktu
yang namanya kesembuhan hati itu nggak akan terjadi hanya karena waktu. tapi, kesembuhan hati juga nggak akan terjadi tanpa waktu. perlu waktu untuk sembuh. perlu waktu untuk kembali utuh.
take your time, sayang. nggak ada yang ngeburu-buru kamu untuk segera pulih. nggak ada yang bisa memaksa kamu. lagipula, kamu tergesa-gesa mau apa?
take your time, sayang. kamu nggak harus selalu tampil untuk semua orang. boleh kok kamu mengambil jeda sebentar, memeluk dirimu sendiri, menarik napas panjang, menangis.
take your time, sayang. kamu nggak berutang penjelasan kepada siapa-siapa. kamu nggak perlu membuktikan apapun kepada siapapun. kamu hanya butuh... menerima dirimu sendiri, memaafkan semua kekurangannya, memaklumi semua lukanya.
kamu akan sembuh. dengan keyakinanmu yang kuat, Allah akan membantumu. Allah tidak pernah meninggalkanmu. dan Allah memiliki semua waktu yang kamu perlukan.
yang perempuan inginkan
perempuan tidak menginginkan akses untuk mengawasi. yang kami inginkan hanyalah keterbukaan, kejujuran, dan kesetiaan.
perempuan tidak menginginkan dimintai izin. yang kami inginkan hanyalah dimintai pendapat, dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
perempuan tidak menginginkan bombardir perhatian dan kasih sayang. yang kami inginkan hanyalah perasaan aman, perasaan diterima seutuhnya.
perempuan tidak menginginkan kebersamaan yang terus-menerus. yang kami inginkan hanyalah kebersamaan dengan kelembutan, tanpa kekerasan. yang kami inginkan adalah ketenangan saat tidak berdekatan.
perempuan tidak menginginkan kendali atas segalanya. yang kami inginkan hanyalah perasaan bahwa kami memiliki ruang, boleh membela yang hak.
perempuan tidak menginginkan menjadi yang paling. paling baik, paling cantik, paling pantas, tidak. yang kami inginkan hanyalah menjadi satu-satunya.
yang mana
kita nggak pernah tau dari istighfar yang mana Allah ampuni dosa kita. jadi, teruslah beristighfar.
kita nggak pernah tau dari amalan yang mana Allah memberikan rahmat-Nya. jadi, teruslah beramal dan berbuat kebaikan.
kita nggak pernah tau ayat Alquran yang mana yang menjadi syafaat kita di hari akhir. jadi, teruslah mendaras Alquran.
kita nggak pernah tau sholat yang mana yang pahalanya diterima. jadi, teruslah sholat dan berupayalah khusyuk.
sama seperti kita nggak tau. dosa mana yang membuat orang lain nggak ridho. kejahatan kita yang mana yang nggak termaafkan oleh orang lain. utang mana yang nggak diikhlaskan.
jadi, berupayalah untuk nggak menyakiti orang lain. minta maaf jika berbuat salah. berusaha untuk memperbaiki semampunya. bayarlah dan tebuslah utang. penuhi janji.
karena kita nggak tau. bagaimana nasib kita di akhirat nanti. tempat yang mana yang menjadi rumah kita selama-lamanya.
"Semoga Allah menggantikan untuk kita dengan sesuatu yang lebih baik darinya" (Al-Qalam: 32)
Singkat, tapi bikin nangis..
Coba hilangkan penyesalanmu dengan membaca ayat ini pelan-pelan.
Atas setiap kesempatan yang hilang, pekerjaan yang terlepas, kekasih yang berhenti menggenggam tanganmu di tengah jalan, atau setiap sahabat yang wajahnya dulu kamu anggap indah namun kini berpaling dingin.
Karena takdir Allah, semuanya baik. Baik yang membuatmu tersenyum, maupun yang membuatmu menangis.
Tidak ada kehilangan yang terjadi kecuali untuk mengeluarkanmu dari luka yang lebih dalam. Jika kamu memahami hikmah-Nya, bersyukurlah. Jika belum mengerti hikmah-Nya, bersabarlah.
Sesungguhnya, segala keputusan Allah adalah kebaikan, entah ia datang dalam bentuk yang lembut, atau dalam rupa yang melukai.
Maka, tenangkan hatimu. Setiap kali sesuatu pergi, katakanlah dengan lembut:
عَسَىٰ رَبُّنَاۤ أَن یُبۡدِلَنَا خَیۡرࣰا مِّنۡهَاۤ...
"Semoga Allah memberikan ganti kepada kita dengan pada apa yang lebih baik daripada yang ini..."
Ada seseorang, yang tenang dan penuh prasangka baik begitu maksimal, saat ia ditanyai soal pekerjaannya.
"What do you think if we don't hire you?"
"It's okay. Thats means Allah will put someone better than me for this place, and put me somewhere better than this place"
Ikhtiarnya maksimal, dan tawakkalnya lebih maksimal. Gapapa, insyaallah semuanya akan baik-baik saja :')
@jndmmsyhd
a letter to myself
katanya, di surga itu semua orang berusia 33. itulah mengapa usia ini adalah usia favoritmu. setiap kamu melihat ke dalam cermin, kamu bilang, "oh seperti inilah kamu jika nanti kamu tinggal di surga." lalu kamu berdoa, “ya Allah izinkanlah aku tinggal di surga.”
sebentar lagi, usia "surga" ini akan berlalu. kerutan di wajahmu akan semakin banyak dan kentara. satu dua rambut putih mulai ada. begadang tidak lagi semudah dulu--selain karena kamu juga menghindarinya. mari kita akui, kamu tidak sekuat dulu.
tapi, lihatlah. kamu telah menjadi lebih kuat dalam banyak hal. sujudmu lebih panjang sekarang. doamu lebih lama dan dalam. cintamu, maafmu, hatimu... oh semua itu tumbuh lebih besar. tidak mudah menjadi kamu, tidak mudah menjalani hidupmu. tetapi kamu bertahan.
terima kasih sudah bertahan, ya. terima kasih kamu tidak menyerah. terima kasih karena kamu telah mencari dan menemukan alasan untuk hidup setiap hari. terima kasih kamu telah menyandarkan semua urusan kepada Yang Maha Mengatur Semua.
terima kasih sudah berupaya mengobati semua luka. terima kasih sudah mengakui bahwa kamu perlu dibantu. terima kasih sudah meminta bantuan dengan caramu. terima kasih sudah menemui semua perasaan, menerimanya, dan belajar mengelolanya. semoga Allah ridho dan semua luka berhenti di kamu saja.
terima kasih sudah mau terus belajar. terima kasih sudah membaca buku-buku itu, mengikuti kajian-kajian itu, menghadiri kelas-kelas itu, mendengarkan siniar-siniar itu. terima kasih karena kamu mau mengubah bahkan mengganti definisi-definisi akan banyak hal. semoga kamu terus bertambah bijaksana.
terima kasih sudah membela mimpi-mimpimu. terima kasih sudah menyelesaikan yang kamu mulai. terima kasih sudah merawat dan memelihara yang kamu yakini. terima kasih kamu beristirahat jika perlu. terima kasih kamu tidak pernah berhenti.
terima kasih sudah merawat semua titipan Allah: badanmu, pikiranmu, hatimu, keluargamu. terima kasih sudah meniadakan rasa kepemilikan dan meninggikan tanggung jawab. terima kasih karena kamu memilih yang terbaik dan memilihkan yang terbaik.
terima kasih sudah setia kepada prinsip yang kamu punya. kamu begitu babak belur dan susah payah menggenggam keimanan. tetapi kamu terus bertahan. semoga kamu dihadiahi oleh Allah ketenangan.
terima kasih sudah menyayangi dirimu sendiri, menyayangi orang-orang terdekatmu, menyayangi sesama manusia, menyayangi sesama ciptaan Allah. terima kasih untuk semua cinta yang kamu punya dan bagi.
sampai bertemu besok, besoknya lagi, besoknya lagi. semoga kamu selalu sehat, semangat, bersyukur, dan berbahagia.
Tenang
Bagimu aku mudah.
Bagiku kamu tak rumit.
Bagimu aku sederhana.
Bagiku kamu tanpa syarat.
Ringan sekali menjalani hubungan ini denganmu, meskipun nyatanya kita saling menopang.
September, bulan kita bertaut. Bulan kita mengenang cinta.
Tapi takperlu dikenang juga sebenarnya. Toh ia selalu ada di tengah-tengah kita.
Semoga kita tidak pernah terlambat untuk berterima kasih dan menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang kita sayangi.
Semoga kita tidak pernah terlambat untuk mengatakan ucapan baik dan doa-doa indah untuk orang yang kita cintai.
Semoga kita tidak pernah terlambat.
Biar Ragu Asal Tak Buta
Ada hari-hari di mana langkahku gemetar.
Bukan karena jalan di depanku curam, tapi karena aku tak tahu apakah yang kutuju benar-benar ada.
Mereka bilang, “Percaya saja, jalani saja.” Tapi mereka tak pernah bercerita bagaimana rasanya tidur dengan dada yang sesak oleh kemungkinan-kemungkinan yang tak kunjung nyata.
Aku pernah merapal mantra, "Kalau hari ini gagal, besok bisa diulang." Tapi siapa yang mau berulang terus di tempat yang sama? Siapa yang tak lelah menukar mimpi dengan napas panjang yang hampa?
Keraguan itu menempel di punggungku. Kadang kubopong, kadang kupeluk, karena kalau kutendang, aku pun kehilangan alasan untuk terus bertanya.
Tapi mungkin keraguan pun tak selalu jadi musuh. Kadang ia penunjuk arah, kadang ia penjara, kadang ia guru yang membisikkan, “Biar lambat, asal kau tak buta.”
Dan malam ini, sebelum mata terpejam, aku ingin bilang pada diriku, "Terima kasih sudah tetap berjalan, meski tak selalu tahu akan sampai di mana."
Rumah untuk Luka dan Tawa
Carilah tempat, bukan sekadar atap atau dinding yang berdiri gagah, tapi ruang di mana hatimu boleh bernafas apa adanya. Tempat di mana kekuranganmu tidak diadili, di mana rapuhmu bukan bahan cemooh, melainkan dipeluk erat dengan dekap yang paling melekat.
Jangan mencari singgasana yang memaksamu duduk tegak, menahan napas, menjadi sempurna di mata yang selalu menilai.
Tempat yang benar adalah yang tak meminta topengmu terus terpasang, yang tak menuntutmu menjadi versi lain dari dirimu. Apalagi sampai memaksamu menjadi orang lain yang bahkan tidak kamu kenali.
Carilah tangan yang tak hanya menggenggammu saat kau bersinar, tetapi tetap erat meski kau tenggelam dalam kelam.
Tak mengenal daftar syarat, ia hanya ingin kau pulang, dengan luka dan tawa yang sama-sama diterima.