Lelaki Harimau adalah novel pertama Eka Kurniawan yang saya baca. Kira-kira empat tahun setelah rilis, saya baru membacanya di tahun 2018. Saya pernah ada dalam fase malas sekali membaca novel atau karya sastra apapun beberapa waktu lalu karena distraksi yang terlalu banyak. Lalu di saat2 pertama saya memutuskan membaca lagi, setelah membaca Lelaki Harimau perasaan saya campur aduk. Ada rasa marah, sedih, ngeri, bahkan terganggu. Tapi rasa terganggu ini sedemikian aneh, seperti candu yang membuat saya membaca ulang terus dan menjadikannya salah satu novel yang selalu saya bawa kemana2. Salah seorang teman saya bilang, jika saya merasa terganggu dengan novel ini, berarti harus bersyukur bahwa hidup saya ternyata baik-baik saja. Apa iya? Yang jelas, kisah Margio, Anwar Sadat, dan kerabat-kerabatnya, itu membuat saya sadar, bahwa mungkin nilai moral yang kita gadang-gadang itu, terlalu jinak untuk memaknai hidup yang sedemikian buas di luar sana. "Itulah kala harimau di dalam tubuhnya keluar. Putih serupa angsa." #dianiapsariinktober #lelakiharimau #ekakurniawan https://www.instagram.com/p/CGXbdHXgywc/?igshid=nw2tbjzdtpyz










