Secarik Cinta dari Asrama
Hmm.. malam kemarin, ada banyak hal yang aku dapat ketika curhat dengan Ibu.
Ya, selalu dan selalu, menelpon ibu adalah sebuah ketenangan sendiri buatku.
Semua tentang asrama.. Dan apa pelajaran yang ku dapat?
Mbak, ga semua orang itu bisa masuk ke asrama itu. Bersyukurlah kamu karena kamu orang terpilih karna bisa masuk disana. Jadikan itu sebagai pembelajaran terbesar dalam hidup kamu. Mulai dari belajar mengerti dan memahami orang lain dengan segala tingkahnya, kan? belajar masak, beres-beres rumah, punya kamar yang harus bisa selalu rapi, management waktu antara kegiatan salman-kuliah, belajar bahasa Arab, apa lagi? Masih banyak jutan hikmah yang bisa kamu temui disana. Manfaatkan itu bukan dikeluhkan selagi kamu masih disana. Bisa saja bukan kematian itu datang atau kamu dikeluarkan karna tak mengikuti aturan dengan baik? Iya bu, bisa saja. Bisa saja aku aku lagi disini.
Bu, tapi aku capek, hehe.. Capek kenapa? Harusnya tidak ada lelah jika Lillah, biarkan kamu berhenti saat kamu telah menapaki surga-Nya. Itu tempat peristirahatan abadimu. Bukan untuk saat ini, karena tempat ini hanya sementara dan tempat mencari bekal untuk yang kekal. Nak, ibu hanya menginginkan agar bisa bertemu denganmu lagi disana. Hmm. Iya bu, Mbak Dian ga boleh lelah ya? harus semangat terus! Buat Alloh, buat ibu, buat bapak, buat chacha dan semuanya :)
Telepon itu berhenti, dan akhirnya..
Bayangan itu hadir setelah aku menelpon ibu. Iya, benar kata ibu, tak semua orang punya kesempatan yang sama denganku. Ah, aku runut ulang track demi track hidup yang telah aku lalui. Seorang Dian yang dulunya badung, nakal, kerudung belum syar’i dan yaaa masih banyak lagi kenakalanku semasa SMP-SMA.. dan sekarang? bisa ada di asrama Salman yang didalamnya banyak sekali orang-orang hebat dan menginspirasi. Aku selalu berpikir bahwa inilah kasih sayang Allah yang sangat nyata adanya. Aku diberi lingkungan yang sangat kondusif untuk membuatku menjadi lebih baik, aturan jam malam, aturan di asrama, aturan pembinaan, yah semuanya memang hanya disini. Tak ku bayangkan jika aku hidup di kost dengan segala kebebasannya, tanpa aturan apapun, apakah masa kuliah ini menjadi masa pembentukan karakterku yang baik? Rasanya TIDAK! Karena aku tak punya suhu yang sama dengan suhu di Asrama jika aku di kost-an.
Iya, semua hal yang baik memacu ku agar aku bisa mengikutinya. Bukan untuk dipuji atau dibanggakan, tapi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan untuk yang lebih baik, dan terus luruskan niat untuk Lillah. Hmm.. ya Robb terimakasih atas kesempatan ini. Aku tak boleh menyia-nyiakannya, dan menyesal pada akhirnya, setiap waktuku disini haruslah membuatku bisa memperbaiki diri, karna itulah sejatinya seorang manusia yang tak merugi.
Demi waktu, Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. (Q.S Al-Asr 1-3)
Jadi, jangan lelah kak, ketika harus selalu bangun pagi untuk piket asrama, ketika harus menyediakan waktu untuk belajar bahasa Arab disela-sela tugas dan laporan, ketika harus melayani jama’ah dengan melakukan takmir dan mengajar adik-adik di Darul ‘ulum, ketika harus bangun pagi untuk mandi karena ada usroh dan dilanjut dengan aktifitas kaka yang sangat sibuknya, atau bahkan di hari minggu pun harus membersihkan selasar hijau atau kamar mandi. Jangan lelah kak, semua itu pasti ada hikmahnya, jangan dilalaikan kak, karna semua itu pasti ada pertanggungjawabannya. Maafkan Dian yang masih banyak kekurangan ini, aku hanya ingin kita saling mengingatkan, karna sejatinya “sesama muslim adalah saudara”. Terimakasih karena telah banyak mengajarkanku arti kehidupan dan kedewasaan, menjadi akhwat yang baik dan benar, menjadi calon ibu yang muslihah, dan lain yang masih banyak lagi.
Untukmu, wahai saudariku yang selalu dirahmati Allah ^^
Tak peduli seperti apa hidupmu, kamu selalu punya pilihan untuk melihat dari sisi baiknya atau sisi buruknya.
Jangan selalu katakan "masih ada waktu" atau "nanti saja". Lakukan segera, gunakan waktumu dengan bijak.
Hidup terlalu singkat jika hanya menyesal. Hidup hanya sekali, namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!
Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu. Jadi dirimu sendiri.
Sadarilah, mengeluh tidak menyelesaikan apapun. Mengeluh hanya akan menambah beban dihati. Berhentilah mengeluh, segera bertindak!
Jangan jadikan kegagalan kemarin sebagai penghambat hari ini. Semangat untuk membuat hari esok lebih baik, melalui hari ini.
Perbuatan adalah cerminan isi hati. Jika hati dipenuhi kebaikan, maka sikap dan tindakan akan baik, pun sebaliknya.
Kak, anakmu berhak lahir dari rahim seorang perempuan yang cerdas, semangat Lillah untuk kuliahnya :)
Sigma - Senandung Ukhuwah
Diawal kita bersua, mencoba untuk saling memahami keping-keping dihati terajut dengan indah, rasakan persaudaraan kita dan masa pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan berpeluh suka dan duka, kita jalani semua semata mata harapkan ridhoNYA
Sahabat tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah, bila nanti kita jauh berpisah, jadikan rhobitoh pengikatnya jadikan doa ekspresi rindu, semoga kita bersua disyurga, aamiin ya Robb :)
Dari seorang yang masih memperbaiki diri-Dianita Candra Dewi