Mintalah hanya padaNya, Rabb semesta alam :)
Jules of Nature

祝日 / Permanent Vacation
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Alisa U Zemlji Chuda
wallacepolsom
trying on a metaphor

roma★

shark vs the universe

@theartofmadeline
hello vonnie
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Stranger Things
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

titsay
I'd rather be in outer space 🛸

if i look back, i am lost

Kaledo Art
Misplaced Lens Cap

seen from United States
seen from United States
seen from Iraq

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Brazil
seen from Poland
seen from United States

seen from Belgium
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Portugal
seen from Netherlands
seen from Colombia

seen from Iraq

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Italy

seen from Türkiye
@diaryofthinker
Mintalah hanya padaNya, Rabb semesta alam :)
I don’t know what exactly make me tired, is it my hormones or my works load or even both?
Satu bulan ini aku habiskan untuk bekerja normal, setelah 1 bulan sebelumnya disibukkan oleh diklat kantor baru. Sebuah perjalanan yang masih terasa menyenangkan meskipun tidak bisa dipungkiri juga melelahkan. Terlebih karena aku membagi tenaga tidak hanya untuk aku tapi juga makhluk kecil yang sedang tumbuh dalam diriku.
Aku selalu tahu bahwa 3 bulan pertama di pekerjaan adalah masa-masa paling memusingkan. Masa dimana biasanya aku sulit tidur karena kebanyakan berpikir dan mempelajari pekerjaan baru dan juga budaya perusahaan.
Aku juga sering dengar bahwa hamil melelahkan. Pun aku berkutat dengan hanya istirahat sebelum akhirnya memutuskan mengambil kesempatan ini. Jadi yaaa, dari ritme yang santai itu aku tiba-tiba harus ke mode ambisku seperti keadaanku normal.
Awalnya semua kujalani dengan cukup mudah. Bangun pagi dan beraktivitas seperti biasa meski harus dibantu vitamin dan obat dari dokter. Tapi akhir-akhir ini, seiring dengan perut yang membesar dan janin yang terus tumbuh aku merasa lebih lelah. Perut kadang terasa kencang dan sesak. Tak jarang pula, anak kecilku yang pintar ini beraktivitas dengan aktif di dalam sana siang dan malam.
Kadang aku mempertanyakan diriku ditengah keberuntungan atas terjawabnya doa doaku yang selalu kusyukuri selama ini. Apakah aku tidak terlalu egois? Apakah aku melupakan suatu hal? Apakah aku cukup baik menjalani keduanya? Apakah aku seharusnya bisa lebih baik? Dan banyak pertanyaan lain yang menghantui karena berbagi peran sebagai calon ibu dan karyawan baru ternyata bukanlah hal yang mudah.
Sulit pula bagiku meminta pengecualian atas kondisiku. Tak profesional rasanya meminta welas asih saat aku dibayar utuh. Tapi juga menyiksa rasanya melihat aku bekerja keras sedang anakku juga butuh perhatian ekstra.
Kadang aku merasa bersalah karena kurang memperhatikan kehamilanku. Kadang juga aku merasa kurang optimal dalam pekerjaanku. Tapi diantara keduanya, tubuhku kelelahan bahkan hanya untuk memenuhi standar yang saat ini kujalani. Yang bisa kulakukan sejauh ini hanya melakukan yang paling baik yang aku bisa dan semoga aku tidak melewatkan apapun agar tidak menyesal kemudian hari.
Semoga Allah menguatkan dan menyehatkan aku, bayiku, suamiku, dan semua orang yang mendoakan kebaikan kami selama ini. Aaamiiinn
Jakarta, 9 Oktober 2025
Pregnancy brain pertamaku adalah aku beneran lupa bahwa sayur tuh harus ditaruh kulkas, kalo engga bisa busuk.
Kaget bgt pas ke dapur kol jadi busuk, lalu toge ku jadi ada daun hijaunya. Terus aku kaya?? Ohh iya ya sayuran bisa begini ☹️☹️
Sore ini Jakarta mendung sekali, gelap yang tidak biasa. Gelap yang membuat semua buru-buru ingin sampai tempat tujuan. Pun aku yang meskipun sudah effort sekali naik ojek tetap saja berhujung basah di halte menunggu bus datang.
Ternyata yang datang bukan cuma air. Perasaanku tiba-tiba sedih seiring dengan aplikasi musikku menyetel lagu -Gala Bunga Matahari🌻- ini. Tangisku pecah diantara sesaknya penumpang Transjakarta. Aku teringat seorang wanita yang sangat aku kasihi di dunia. Seorang yang kini sudah tidak ada. Kesedihan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang juga telah kehilangan.
Aku pun berandai dalam tangisku, seandainya ia masih di bumi ini akan ada banyak sekali yang ingin aku ceritakan. Ada banyak sekali petualangan hidup baru yang sudah tak ada ia di dalamnya. Dan jika aku bisa menumpahkannya, biarlah ia tumpah di sini.
Mbah, Aku berhasil mbah. Aku setidaknya jadi perempuan utuh yang berpendidikan tinggi juga dianggap layak masyarakat. Aku punya pekerjaan yang walaupun belum bonafide, setidaknya lebih dari tempat sebelumnya. Aku juga sudah lulus dari UI, berhasil 3 semester sambil terseok-seok. Wisudaku di Depok, kampusnya bagus, aku menyesal tidak ajak mbah di wisuda s1 ku, karena ternyata saat wisuda kedua mbah udah ngga sama kita lagi.
Sekarang pergaulanku juga luas sekali mbah. Bukan cuma mereka yang bawa mobil tapi juga mereka yang punya jabatan, ilmu, dan hal-hal yang dulu rasanya jauh dari angan. Teman-teman ku ini keren sekali. Aku sampai bingung kalo harus menyebut mana yang paling keren.
Sekarang adek juga kuliah mbah. Gratis meskipun masih minta uang jajan. Ahh mbah pasti pengen nambahin kan? Haha. Aku kangen bgt dpt duit dari mbah.
Oia, aku juga sudah menikah. Suamiku dan keluarga nya sangat baik memperlakukan aku. Mertuaku juga bukan sembarang orang, if only you can attend my wedding day, it must be made you proud. Hehe. Akhirnya cucumu yang terlihat ga tertarik sama laki-laki ini bisa memilih juga. Suamiku baik dan suka ajak jalan. Dia ngga keberatan nyetir sejauh apapun dan tidak mengizinkan ku bahkan untuk belajar nyetir. Aku pengen banget ajak mbah kemanapun tapi udah ngga bisa. Aku juga baru umroh sama suamiku, ahh pasti kita bisa umroh bareng kalo mbah disini.
Kalo dulu kita suka dipandang sebelah mata, sekarang orang respect sama kita mbah. Ngga cuma satu dua orang yang muji, tapi banyak. Bahkan orang yang dulu anggap kita bukan keluarga, sekarang semakin akrab. Ahh masa masa pahit itu ternyata bisa lewat mbah. Bahkan tangisku terhenti saat aku dapat sebuah kabar baik malam ini. Yaaa benar-benar semua hal baik itu akhirnya datang mbah. Tapi mbah udah ga disini 🥺🥺
Yaaa... Semoga semua doaku sampai. Semoga kita bisa masuk surga sama sama. Kalo pun tidak bisa sampai membantu masuk surga setidaknya bisa membujuk malaikat untuk sedikit meringankan siksamu di kuburnya.
Perempuan Yang Dijanjikan Surga
Sampai hari ini Aku masih meyakini kisah Para Nabi, Rasul, Sahabat, orang muslim, dan bahkan semua cerita orang yang tidak beriman pada Allah masih relevan sampai hari ini. Jika berbicara soal kaum adam, aku rasa kita bisa memikirkan banyak nama. Setiap Nabi bahkan memiliki kisah menakjubkannya masing-masing yang tidak bisa kita bandingkan satu-persatu. Tapi beberapa waktu ini, aku gemar sekali meneladani kisah kaum hawa. Seperti kisah 4 perempuan yang dijamin surga oleh Allah.
Kali ini bukan tentang Khadijah Binti Khuwailid, Perempuan tangguh yang mendukung dakwah Nabi Muhammad SAW, yang merelakan seluruh harta dan dirinya untuk Islam. Bukan pula Fatimah Binti Muhammad, Putri Nabi Muhammad yang sholihah termasuk kisah romantisnya bersama Ali bin Abi Thalib dan segala perjuangannya untuk Islam. Bukan pula Maryam Binti Imran, Perempuan suci yang melahirkan sosok Nabi Isa AS, yang begitu sabarnya menerima caci maki banyak manusia.
Tapi ini tentang Asiyah Binti Mazahim, Seorang perempuan tangguh berpasangan dengan Raja Firaun. Seorang yang kejam dan bahkan mengaku dirinya Tuhan. Raja Dzalim yang menyiksa istrinya berkali-kali namun Asiyah tetap teguh pada keimanannya. Fokus pada Allah dan surgalah tujuannya. Tengoklah betapa tangguhnya Asiyah berdampingan dengan Firaun dan segala kelakuan jahatnya. Tengoklah betapa kuat Asiyah mempertaruhkan agamanya walau terus disiksa suaminya agar ikut menjadi kafir. Dan disanalah kita akan mengerti kenapa beliau masuk pada jajaran perempuan yang dijamin masuk surga.
Dalam hidup ini, sebagian kita mungkin beruntung seperti Khadijah dan Fatimah, yang dikaruniai suami sholeh dan mampu membimbing kita ke surga, yang takut pada Allah dan menaati segala perintah serta menjauhi segala larangannya. Tapi tenang, Allah selalu Maha Adil, yang dijanjikan surga bukan hanya istri orang sholeh, tapi juga istri raja yang kafir. Kita juga ditunjukkan betapa tanpa ampunnya Allah kepada istri nabi yang tidak taat pada Allah. Tengoklah bagaimana Allah menyiksa istri Nabi Luth AS dan istri Nabi Nuh AS. Bacalah sampai kita mengerti bahwa surga tidak hanya bergantung pada siapa pasangan kita tetapi juga bergantung pada ketaatan kita pada Allah.
Naik transumnya sama tapi feelnya beda. Kalau punya kendaraan pribadi, transum rasanya jadi pilihan bukan keterpaksaan.
#TJLife
I hope you, wherever you are, be ready for everything.
I'll be there. No matter what.
"Allaah, jika pada hari ini aku disibukkan pada hal-hal yang aku sendiri tidak tahu sedang mengejar apa, maka hadirkanlah rasa tenang dalam diriku. Agar aku paham kapan harus berhenti, kapan harus berupaya, kapan harus terus berjuang. Karuniakan aku rasa tenang dalam menjalani kehidupan yang tidak pasti ini. Agar aku tidak begitu takut pada apa-apa yang belum aku gapai, pada apa-apa yang memang tidak menjadi bagianku. Aku hanya ingin menjadi hamba yang banyak syukur atas segala kebaikan Engkau kepada diriku ini."
- repost instagram @andromeda_nisa
Kalo dipikir-pikir ketakutan hidup tuh bentuknya banyak banget ya.
Tahun lalu masih takut banget ngga bisa nyelesain sekolah tepat waktu. Takut banget ngga lulus matkul, kuliah tersendat, atau ngga bisa selesain tesis tepat waktu.
Dann di ujung 2023 ini ketakutan itu terbayar. Pada akhirnya ketakutan ku terlewati setelah banyaknya mencoba mendobrak. Banyaknya menengadah dalam tangis. Berdoa. Berusaha. Merapal semua hal yang mungkin bisa dilakukan.
Pada akhirnya semua terlewati meski masih banyak PR nya.
Tahun depan, ketakutan nya ternyata baru lagi. Takut ngga dapat kerjaan bagus. Takut gajinya ga sesuai. Takut ngga memenuhi ekspektasi orang banyak. Dannnn beragam ketakutan yang ngga tau jawabannya gimana.
Di kalangan profesional, usiaku terbilang masih muda buat bisa dapat gelar yang sekarang. Masih terlalu muda buat jadi senior di korporat, tapi terlalu tua buat jadi junior lagi.
Tawaran kerjaan yang sepertinya menggiurkan orang lain, aku justru merasa bukan ingin lari kearah sana. Aku menginginkan yang lebih sulit. Sesuatu yang belum pernah kujajaki.
Aneh memang. Betapa aku senang menyiksa diriku dengan challenge-challenge sulit yang aku ketakutan menuju kesana. Apa aku bisa? Apa kesempatan nya ada? Apa aku beneran mampu di posisi itu? Dan beragam rapalan overthinking dalam kepala.
Semoga pada akhirnya ketakutan-ketakutan ini menemukan jawabannya seperti sebelumnya. Menjelma jadi sesuatu yang aku tidak sangka akan bisa melewati nya.
Semoga tahun depan, dan tahun tahun berikutnya hari hari tenang datang. Ketakutan soal banyak hal ngga lagi mengganggu. Mungkin takut nya ngga bisa hilang total. Tapi setidaknya semoga berkurang seiring dengan kuatnya akal dan keimanan. Aaamiiin
Lampung, 30 Desember 2023
He said..
"Semua yang Allah kasih ke kamu itu cukup dan tepat waktu, kamu hanya perlu melihat dengan sabar dan syukur"
Dan kalimat ini masih relevan hingga saat ini.
Iya maaf, aku masih suka buru-buru dalam segala sesuatu.
Catatan buat aku setelah kejadian beberapa hari ini:
Pada akhirnya mungkin yang menurut kita nggak penting bisa jadi penting buat orang lain. Misalnya nungguin balasan chat yang menurut kita bisa dibalas nanti atau besok lagi tapi ternyata di belahan bumi yang lain seseorang beneran nungguin.
Gak perlu takut sekolah dan punya karir tinggi sebagai perempuan, karena dia sebetulnya cuma ngga benar-benar menginginkan lalu menjadikan 'minder' sebagai alasan ✨
Dipertemukan oleh pekerjaan
Dibersamakan oleh perasaan
Senang sekali rasanya punya hari-hari begini. Hari dimana libur tuh dinikmati. Libur ngga pake agenda masih harus ngezoom tugas di perjalanan. Libur sambil mikirin framework. Tapi tenang, these too shall pass. Roller coaster perkuliahan ini akan ngegulung dengan dahsyat satu kali lagi lalu all done ✨.
I can't do my best at my worst. And that's hurt us.
Diperjalanan mencari dan dicari kita bisa aja ketemu org yang salah berkali-kali, tapi selalu ada pelajaran disana nantinya
I'm happier than before, so i won't look back. And, not thinking to do so.