Dewasa itu, bukan cuma soal angka usia aja yang nambah. Tapi adonan emosinya juga harus matang, gak mentah dan gak juga terlalu gosong. Untuk meng-adon emosi biar ntar matangnya pas, prosesnya panjang banget, karena emosi itu sifatnya fluktuatif, jadi perlu kemauan belajar seumur hidup untuk mengolahnya.
Emosi manusia tuh beragam banget. Kalo semisal di film Inside out digambarin ada lima; joy, sadness, anger, fear and disguist. Menurut observasiku terhadap diriku sendiri, masih ada banyak lagi emosi-emosi tanpa nama yang perlu dikasih nama dan diakui dengan jujur bahwa emosi itu ada loh.
Selama ini, adonan emosiku lebih sering salah. Entah terlalu mentah atau gak terlalu gosong. Jarang banget pas. Tapi setidaknya mau tumbuh baik dan berbenah dari apa-apa yang pernah dan masih salah adalah—sepuluh poin terima kasih tersendiri untuk diri. 💫
Maka di usia seperempat abad ini, aku ingin mengadon emosiku dengan matang—karena hidupku ini cuma sekali. Maka, aku harus hidup penuh sadar (mindfulness) dan berarti. Ceileh wkkw.
Berdasarkan hasil perbincangan dengan mbak Tyas, beliau ngajarin aku cara ngeregulasi emosi. Kelihatannya spele sih poin-poin yang harus dilakuin, tapi ternyata susaah sekali.
Beberapa pertanyaan yang harus diajukan ketika mengalami atau merasakan suatu emosi;
APAKAH SAYA MARAH/KECEWA/KESAL/TAKUT/SEDIH? uraikan dahulu pertanyaan itu, ada berapa emosi yang sedang terasakan, pastiin lagi dan belajar membedakan mana rasa takut, mana rasa kecewa, karena dua emosi tersebut sangatlah berbeda. Belajarlah mengakui kehadiran emosi itu dengan jujur pada diri sendiri. Selanjutnya;
KENAPA SAYA MERASAKAN EMOSI ITU? HAL APA SAJA YANG MENJADI TRIGGER? lagi-lagi masih soal mengakui. Jika berhasil menemukan trigger-nya dan ternyata trigger itu adalah hal negatif. Maka belajarlah menghindari trigger tersebut dan jangan mencari-cari pemicunya.
APA YANG DIRI SAYA INGINKAN AGAR MERASA LEBIH BAIK/LEGA? Tanya dengan penuh sabar dan sadar, apa yang diinginkan oleh dirimu. Dirimu ingin diterapi kayak gimana biar ngerasa enakan. Udah macam dokter aja kaan buat diri sendiri. Hehe
Jadi ketika kamu ngerasain satu gejolak emosi, yang perlu kamu lakukan adalah belajar me-regulasi emosi itu dengan sehat, jangan buru-buru ditolak, ditiadakan (ghosting emosi wkwk), dilupain atau di-gapapain terus. Nanti numpuk, lo.
Tapi ketika kamu gatau apa yang kamu rasain, maka cobalah metode butterfly hug (pukpuk diri sendiri dan ajak ngomong pelan-pelan jiwanya), bisa juga metode tarik nafas 4-8 (hirup empat detik-hembuskan delapan detik dengan penuh syukur). Jujurly aku juga belom nyoba juga, tapi tulis dulu lah ya. Hehe
Selamat berproses semuanya.🌷
Malam minggu ya? 7 Mei 2022 21.27