Dengerin ini berasa dipeluk ya Allah 😭😭😭. Padahal ini lagu tentang merayakan ruang hampa di diri . Tapi poinnya adalah gapapa kok. Memang mungkin sedang difasenya aja. Makasih ya bang Tulus udah buat lagu iniii 🥹🥹🥹🥹
almost home
trying on a metaphor

shark vs the universe
taylor price
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
official daine visual archive

tannertan36
Not today Justin

No title available

PR's Tumblrdome

roma★
Three Goblin Art

❣ Chile in a Photography ❣
EXPECTATIONS

ellievsbear
Monterey Bay Aquarium
No title available
occasionally subtle
seen from United States

seen from Poland
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from Netherlands
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Ukraine
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Hungary
@dimlightcorner
Dengerin ini berasa dipeluk ya Allah 😭😭😭. Padahal ini lagu tentang merayakan ruang hampa di diri . Tapi poinnya adalah gapapa kok. Memang mungkin sedang difasenya aja. Makasih ya bang Tulus udah buat lagu iniii 🥹🥹🥹🥹
Selama hidup, aku berusaha keras untuk tidak membawa diriku dengan victim mindset. Padahal kalau aku mau, aku punya 1000 lebih alasan untuk hal itu. Aku menyadari banyak juga hal-hal baik yang terjadi didiriku dan juga berbagai privilege yang aku dapatkan selama aku hidup. Aku berusaha untuk hidup sebaik-baiknya meskipun dibalik itu semua banyak luka yang aku simpan. Aku sadar mssih banyak yang harus diselesaikan di didiriku ini. Makanya kalau memang belum dikasih, aku ambil itu sebagai pertanda kalau ada PR yang harus aku selesaikan dulu sebelum aku dapetin apa yang aku mau. Tapi, aku gatau apakah PR-PR itu bisa aku selesaikan satu per saru? entahlah. Satu-satunya yang bisa ngejawab cuma soal mana yang bakalan lewat diluan. Bisa jadi kematian duluan yang lewat sebelum semuanya benar-benar tuntas kan? kita ga pernah tau
Cobaklah kek mana ya. Aku udah terlalu sering ngeliat atau ngedengar orangtua di rumah berantam bahkan gak jarang dengar kata-kata kasar yang keluar. Dan itu udah terjadi bahkan dari aku kecil. Ada perasaan benci, muak, marah, sedih, kecewa sampai ternyata trauma yang tanpa sadar muncul terutama ketika dengar teriak-teriakan atau barang dilempar. Pokoknya kalau ada dia di rumah, bawaannya was-was dan malas keluar kamar.
Karena itu, setiap kali aku harus berinteraksi dengan dia, secara otomatis bawaanku ketus dan kayak marah-marah. Ya memang karena jujur aja aku udah malas ngeliat atau berinteraksi dengan dia. Ujung-ujungnya pasti aku yang emosi.
Aku udah berkali-kali bilang ke dia gimana mau bagus kalau dirumah aja gak dikasi contoh yang bagus. Terus dia bilang harusnya aku ambil apa yang positif dari orangtua dan buang yang buruk dari orangtua. Oke, sepakat.
Tapi, apakah semua itu hanya diusahakan oleh anak? Apakah sebagai orangtua apalagi kepala keluarga tidak perlu berusaha memperbaiki dirinya? Apakah sebagai anak memang harus menerima aja kalau punya orangtua seperti itu???
Jujur aku bingung karena dia menyalahkan cara berpikir aku yang menurut dia harusnya ga gitu. Dia merasa kalau sikapnya selama ini adalah karakter dia yang memang begitu. Kami lah yang harus bisa menyesuaikan dengan dirinya. Belum lagi dia bawa-bawa agama yang katanya kalau cara berpikir aku kayak gini terus, Allah ga kasi ridho untuk nanti aku sukses.
Yang jadi pertanyaanku adalah apakah memang ridho dari Allah hanya didapatkan dari bagaimana sikap anaknya ke orangtuanya? Apakah tidak berlaku sebaliknya? Karena memang aku ketus dan kayak marah-marah gini cuma ke dia aja dan itu akibat sikap dan apa yang dia buat di rumah selama ini. Akupun ga pengen kayak gitu. Aku pengen jadi anak yang bisa ngobrol dengan nyaman dan tenang ke orangtua. Tapi dari apa yang aku liat dan aku dengar selama ini banyak yang jelek-jelek ditambah dia merasa yang paling benar, jadi ya aku begitu terus ke dia. Perasaan marah, benci, muak, sedih, kecewa, dan trauma itu ya outputnya aku bersikap ketus dan terkesan marah-marah. Aku bingung, sebenarnya harus mulai dari mana dulu benerin ini semua.
Jarang ngechat, tapi sekalinya ngechat bisa deep banget obrolan. Mungkin inilah yang dinamakan pertemanan low maintenance ya?
Diobrolan itu kita awalnya cuma bahas tentang tiket BTS yang mahalnya gak ngotak pas dijual lagi sama jastiper. Eh tiba-tiba merembet ke pembahasan mengenai kira-kira siapa ya jodoh kita nanti. Terus temenku bilang sebenarnya dia udah pasrah soal jodoh ini. Yang bisa dilakukan memang cuma terus memperbaiki diri. Karena kita juga gatau sebenarnya siapa yang bakalan lewat duluan. Bisa jadi kematian duluan. DEYM! sekitika di situ aku langsung "iya lagi iya lagi". Terus aku ngerasa terhura sekaligus sedih karena ternyata kita udah ada di fase dengan obrolan begitu ya? 😭 padahal dulu pas masih bocil SMA yang dipikirkan salah satunya gimana caranya supaya bolos dari setoran hapalan Tahfiz (jangan ditiru wkwk).
Aaaa pengen peluk temanku rasanya, karena jujur dia ini salah satu teman yang baik banget. Meskipun udah jarang ngobrol atau chatan, tapi insyaAllah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Aaaakkk kalo udah gini pengen rasanya balik ke masa-masa sekolah huhu
Kadang lucu ya. di fase kelam seseorang, sebanyak apapun hal baik yang ia dapatkan dari orang-orang sekelilingnya, bisa jadi gada artinya karena ia sedang di fase "tidak baik-baik saja". and then ketika ia berhasil melewati masa kelam tersebut, ia mengharapkan dan menanti-nantikan perayaan dari orang-orang. Tapi saat ia tidak mendapatkan apa yang diharapkankan, ia langsung berprasangka kalau orang-orang disekelilingnya tidak berbahagia atas kebahagiannya.
bisa ga sih tidur siang jadi program nasional aja? WKWK. Recharge energi dan mood banged loh sebenarnya tidur siang itu. bahkan ga perlu lama-lama cukup 15-30 menit aja
W tau kok sebagai anak memang banyak mengecewakan sih. Belum sampe dititik sehebat atau bahkan lebih dari orangtua. Inget banget pernah ada tamu datang ke rumah terus muncul pertanyaan seputar kerjaan aku dan bapake jawabnya "ya kerja-kerja gitu dululah, nyari pengalaman". Padahal aku enjoy dan happy aja sama kerjaanku saat itu wkwk. Cuma karena bukan pns jadi jawabannya begitu wkwk. sakit? of kors. Tapi yaudahlah, orangtua jaman dulu kan terbatas pengetahuannya tentang kerjaan sekarang tuh banyak gak cuma pns. Ya memang aku gak banyak cerita sih soal kerjaanku. Tapi sebenarnya dari kerjaanku itu udah banyak beberapa "bukti" yang nunjukin seberapa kerja kerasnya aku. Bahkan aku naek pesawat pertama kali dan gratis ditambah jalan-jalan ya dari kerjaan itu wkwk. Yaudahlah, memang kayaknya ga bakalan dapat full suprot kalo ga pns 😂😂😂
ya Allah ternyata udah difase dikasihanin ortu karena anaknya keliatan ga punya temen 😭
Ya gimana yaa, sebagai late 20's memang circle pertemanan makin kecil dan itu-itu aja sih. Mana pada banyak yang merantau pula. Also, ga punya banyak energi untuk ketemu orang baru atau sering nongki-nongki kayak jaman sekolah dulu. Tapi jujur ga pernah menutup pintu untuk bersosialisasi kok 😭😭😭. Bahkan goals aku tahun ini salah satunya nemu komunitas-komunitatas untuk nambah temen dan relasi loh 😭😭😭
Seberapa mencoba slow downnya aku, tetap aja ngerasa waktu itu makin cepat berputarnya deh. Kayak kok ini udah hari ke-12 Ramadhan aja??? benaran secepat itu ya Allah. Mana pula lagi perang Iran vs Isra3l
Tanda-tanda kiamat ga sihh? 😭😭😭
Perjalanan terbaik adalah perjalanan menuju diri sendiri-
Tidak membutuhkan validasi orang lain, tidak membutuhkan penilaian orang lain. Tapi, semoga tidak membuat orang lain merasa sedih apalagi sampai dengki ya..
PR yang harus kuselesaikan atau setidaknya aku kurangin dari diriku supaya di masa depan tidak menyesal:
menunda-nunda until last-minute
mageran
gak enakan alias people pleasure
susah konsisten sama sesuatu yang gabisa dicapai secara instan
takut ngutarakan pendapat
takut salah
deym.... banyak banget ternyata yah. ayo dong, udah umur sekian masaan mau gitu terus??? hell nah!!
Awal Tahun
2026 aku memulainya dengan low-energy. ya gimana gak lesu, literally malam tahun baru aja, lagi-lagi ada masalah keluarga yang buat nangis wkwkwk
Nangisnya sebentar, tapi ngembalikan mood dan energinya memakan waktu setengah bulan wkwk. Alhamdulillah menuju akhir bulan januari energi mulai kekumpul sedikit demi sedikit. Gapapa kan memulai tahun baru dengan mood yang berantakan? ga harus kan selalu memulainya dengan semangat yang berapi-api? #iziinnn
Manusia itu Makhluk Egois
Well, pada dasarnya manusia itu adalah makhluk egois ya. Kita senang menceritakan mengenai diri kita sendiri dalam hal apapun itu. Makanya kalau ada hal yang relate dengan kehidupan kita, bisa langsung kita notice tuh. Sebagai manusia juga wajar banget kalau kita merasa iri dengan pencapaian orang lain. Karena sebenarnya kita berharap ada di posisi atau di tempat sebaik itu juga kan. Tapi, rasa iri itu kalau gak di maintenance dengan baik, malah akan "memakan" diri kita sendiri dan ujung-ujungnya melihat berbagai hal dari sudut pandang negatif.
Akupun pernah pernah di posisi itu. Bahkan kadang-kadang juga masih muncul perasaan iri itu. Tapi aku udah capek, capek liat diri sendiri setiap kali iri malah mengumpulkan energi negatif. Karena aku udah capek dan muak, akupun berpikir gimana ya caranya supaya rasa iri ini aku liat dari sudut pandang yang berbeda?
Dan akhirnya aku menemukan jawabannya dari story teman yang aku lihat sedang jalan-jalan di luar negeri. Jadi aku punya wishlist jugak jalan-jalan ke negara itu di tahun 2026 ini. Dan entah kenapa instead muncul perasaan iri, malah kepikiran wah ini pertanda nih kayaknya. Maksudnya pertanda adalah, bisa jadi dari story temanku itu, Allah SWT secara ga langsung ngasi clue kalau ntar next aku nih yang bakalan kesana #asekpedeajadulu.
Karena itu, aku jadinya kepikiran ternyata itu bisa diterapkan di semua hal. Misalnya kita ada keinginan pengen nyobain makanan tertentu, pengen berkunjung ke suatu tempat, pengen punya hubungan yang sehat, pengen di instansi/perusahaan yang kita impikan, atau hal-hal lainnya. Terus hal yang kita pengen itu ternyata duluan didapatkan orang lain yang ditunjukkan misalnya melalui media sosial. Kitapun membatin "oh i wish". Dan daripada iri, just take it as a sign dari Allah SWT kalau you'll be the next. Urusan kejadian atau gaknya semua tergantung usaha kita dan ridho dari Allah SWT kan? #pedeajadulu
ternyata memang sudah tida mungkin...
olrait, yasudahlah. tetap ambil hal-hal baik darinya isokey kan
emang gadak yang bisa diharepin di dunia ini selain diri sendiri :)
2025...
adalah tahun yang bisa kubilang tahun yang membuatku memutuskan untuk mundur dulu. bukan karena nyerah, tapi aku mempertanyakan kembali jalan hidup yang mau aku ambil. rasanya, ada hal-hal yang sudah kujalani yang sudah tidak sejalan lagi dan sepertinya kalau aku paksakan untuk dilanjutkan, aku bakalan semakin kehilangan diriku sendiri. so that's why i choose to step back for a while. melihat lagi, jangan-jangan hal yang dulunya aku anggap bukan untukku, bisa aja itu yang baik buatku. makanya, aku mulai untuk tidak menutup diri dari hal-hal yang aku rasa bukan aku banget. belajar lagi, evaluasi lagi, unlock sesuatu yang baru, dan yang paling penting adalah bisa terkoneksi secara untuh dengan diriku sendiri.
dear 2026, semoga aku segera memenukan jalan yang membuatku merasa penuh bahkan dari hal-hal kecil dan spele. plis jangan lama-lama ya ketemunya, karena jujurly capek banget 😭
Masa Muda yang Gegabah
Kita mungkin telah melewati masa muda yang gegabah. Semangat yang membara, kata yang tak terkendali, dan pikiran yang bertaut mimpi sekaligus kekhawatiran. Kita mungkin telah melalui masa dimana kekuatan kita begitu besar, tapi pengalaman kita kosong.
Perlahan waktu membuat kita lebih bijaksana, menjadi manusia yang berbeda seutuhnya dari yang kemarin. Kata lebih tertata, semangat lebih mudah dikendalikan, dan pikiran meski tetap berkecamuk, lebih bisa kita hadapi. Kita sama-sama pernah merasakan beranjak 20 tahun. Saat kita merasa paling tahu tentang diri sendiri, tahu apa yang terbaik untuk diri, dan merasa bisa menggenggam dunia. Kini, kita bisa menggenggam diri sendiri saja sudah alhamdulillah. Ambisi kita yang dulu berapi membara, kini ada tuas kontrolnya. Kita lebih hati-hati dalam melangkah. Mungkin dulu, kita tak sengaja menyakiti orang lain tapi kita tidak tahu. Pun demikian, teman-teman kita juga melakukan hal serupa di usia yang sama. Untuk itu, mudah memaafkan di umur sekarang, rasanya memiliki pemakluman yang lebih. Karena memang dulu kurang ilmu. Dulu kurang adab. Dulu juga kurang pengalaman. Tak hati-hati dalam berlaku, tergesa dalam berkata. Kita pernah segegabah itu mengambil keputusan. Kita juga pernah sebodoh itu membuat pilihan. Tapi itu semua, telah menjadi pelajaran berharga yang membentuk kita hari ini.
(c)kurniawangunadi