That little himawari shining with laughing, running and yelling... Alhamdulillah

Kaledo Art

blake kathryn
KIROKAZE
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap

祝日 / Permanent Vacation
No title available
Monterey Bay Aquarium
todays bird
Alisa U Zemlji Chuda
Not today Justin

★
i don't do bad sauce passes
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
trying on a metaphor
NASA
Xuebing Du
hello vonnie
seen from Sweden

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from India
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Spain

seen from Spain
seen from Belgium
seen from Australia
seen from France

seen from South Africa
seen from United Kingdom

seen from Uruguay

seen from Singapore
@ditaruh
That little himawari shining with laughing, running and yelling... Alhamdulillah
Someday...
Tiga Waktu Utama
Ada 3 waktu utama yang Rosululloh saw gunakan untuk memberi nasihat pada seorang anak kecil. Yaitu : saat sedang dalam perjalanan, saat sedang makan, dan saat anak tersebut sedang sakit.
Seni Beres Beres KonMari
Baru saja membaca sebuah buku yang sangat inspiratif mengenai bebenah / beres beres. Ya, bebenah, suatu kegiatan yang semua orang melakukannya namun tidak semua orang mempelajarinya.
Adalah Marie Kondo, seorang pakar bebenah (?) yang menuliskan rinci bagaimana beliau kini bekerja sebagai konsultan bebenah. Profesi ini berangkat dari kecintaanya membaca buku buku tentang interior rumah sejak ia usia 5 tahun. Saking senangnya dengan look rumah yang rapi, Marie hampir setiap saat melakukan bebenah pada setiap ruang di rumahnya. Tapi satu yang terlihat : ia selalu merasa rumahnya tidak pernah rapi.
Semua teori tentang bebenah ia lakoni, mulai dari membuang satu item barang perhari, atau menjalankan prinsip membuang baju yang sudah tidak dipakai selama 2 tahun. Tetapi semua teori itu tidak kunjung memberi kepuasan pada hati Marie yang sangat passionate dalam bebenah. Hingga ahirnya ia menemukan teorinya sendiri : Memilih barang berdasarkan perasaan bahagia saat memegang barang tersebut.
Ya, ajaib sekali. Marie memperlakukan setiap barang layaknya mahluk hidup yang punya perasaan. Ia bahkan mengatakan bahwa pakaian2 yang terlalu banyak dan berdempet di dalam lemari tidak akan punya cukup udara untuk bernafas sehingga saat dikenakan pakaian tersebut seakan kehabisan energi dan mereka tidak layak diperlakukan seperti itu.
Memilih barang berdasarkan perasaan bahagia berarti membuang semua barang yang tidak menimbulkan kegembiraan di hati kita. Dua langkah yang menjadi konsep bebenah ala KonMari ini yaitu : membuang dan meyimpan dengan benar. Dan kedua hal itu harus dilakukan atas dasar perasaan terhadap barang tersebut.
Pokoknya buku ini unik, seru, terrrrwajib dibaca oleh siapapun kamu. Buku ini juga mengulas beberapa budaya Jepang dalam rumah tangga yang menarik untuk diketahui.
#YOOOOSSSHH *singsingkankibaranjilbab*
Rumah.. Hey, lama tak sua..
Ceritaku lumayan menumpuk. Kau ada tempat?
Sometimes a person prays with tears. When the words are missing, Allah knows our hearts
(via naveedahsan)
It's really hard pretending not to know it...
Jadi, aku harus pake topeng lagi? Efeknya pernah kurasakan. Bahaya. Bisa jadi zombie.
Ah, that feeling again...
Mellow.
Tapi, kalau aku balasnya lama, bukan berarti aku bosan, aku sengaja mengulur waktu agar kamu tidak merasa terbebani karena harus membalasku.
@kunamaibintangitunamamu
- bisa sajaaaaaa…. yang menarik bertambah.
(via lupaluka)
Mau jelasin dikit (tapi agak panjang), leh gak neh?
Jadi begini, semua orang selalu megang hp dan gunain sepanjang hari (kecuali kalau dia sedang ngerjain hal yang sangat penting yang membuat dia gak bisa lihat hp ya). Nah, dia pasti mengecek semua notifikasi kalau sedang luang. Di situ dia punya pilihan, mau balas chat atau enggak. Kalau enggak, ya berarti kamu bukan prioritas dia. Kalau dibalas, berarti kamu menarik baginya.
Terlepas dari itu semua, jika kami balas chat secepat kilat, itu artinya lawan chatnya pasti seru dan menyenangkan diajak ngobrol. Namun, kalau dibalasnya lama bukan berarti dia tidak menyenangkan lagi, kami hanya takut dia terbebani karena harus membalas chat dengan kecepatan yang sama seperti kami.
You know, selalu ada ketakutan tersendiri bagi kami, ketika dianggap “dia balasnya cepat, mungkin karena lagi gak ada teman kali ya.” atau “dia balasnya lama nih, pasti nemuin orang yang lebih menarik.” Pikiran-pikiran seperti itu sangat membuat kami…sedih.
Kami, ketika mau membalas chat untuk jangka waktu yang panjang, sudah berarti kami nyaman dengan obrolannya. Karena bagi kami, berbicara dengan orang yang tidak menyenangkan itu sangat menghabiskan energi. Lantas, ketika kami dicurigai, kami akan merasa gelisah, lalu mulai berpikir “kami memang gak menyenangkan untuk diajak ngobrol ya?”
Setidakmenyenangkan apapun obrolannya, kalau kami sudah sreg dengan lawan bicara, kami pasti akan balas. Jadi, tenang saja, kami tidak akan menghentikan obrolan sepihak kok, kecuali kami diyakinkan kalau kami sudah tidak diinginkan lagi.
Tertanda kami, kaum insecure-an.
(via kunamaibintangitunamamu)
Ah sedih
I lost my soul sometimes
Bila kau mencintainya, jangan meminta ia mencintaimu. Karena bila akhirnya ia melakukannya, ia tak mencintaimu, ia hanya menurutimu.
Karizunique (via mbeeer)
:)
Hey 'rumah', aku kangen
Jika tangis adalah lambang dari kelemahan, apakah tawa selalu lambang dari orang-orang yang kuat?
(via hujanberteduh)
Did i ever repost it?
Jika sudah lupa caranya bersyukur, raba dadamu. Masihkah ia berdetak semerdu saat terakhir kali kau bersyukur?
Kepada saya, yang sering sekali mengeluh perihal urusan dunia. Payah. (via hujanberteduh)
Payah.
Tahunya hanya kurang, sedih dan kecewa. Padahal, punya banyak keberkahan dan kemudahan. Tidak perlu setiap hari, tapi cobalah sesekali alihkan pandangan dari dirimu sendiri.
Jika beruntung, kamu akan mendapati seseorang tengah kebingungan mencari sesuatu yang bisa dimakan.
#PLAAAAKKSSS Sadar, D!
Sobs. And wipes. Sobs. And wipes. Sobs. Then another wipes. Bisa tidak aliran airmata itu kau biarkan saja menderas dengan nyaman sampai kau lega, D?
After a 20-minute flight over the city of New York, Stephen Wiltshire, diagnosed with autism, draws the whole town with only his memory.
i never stoop being amazed by this guy
Genius.