Dear, my beautiful friend..
Maafkan aku yang terlalu lama meninggalkanmu, dan membiarkanmu dalam kesendirian.
Maafkan aku yang tak pernah ada saat kau merasa hampa.
Maafkan aku jika saat kau bicara, menumpahkan segala rasa, aku malah meyela, mengeluarkan ayat-ayat yang kupunya.
Sayangku.. Aku tahu sejak itu kau membenciku. Dan semakin membenci dunia.
Sungguh aku tak berniat menyalahkanmu.
Murni ketidaktahuanku akan seberapa dalam lukamu.
Aku berharap malam ini, kita berdua kembali bertemu
Menatap ke dalam matamu yang sendu
Rebahkan bahumu yang sudah terlalu lama menahan beban-beban masa lalu
Sayangku.. Dunia memang tak adil padamu
Tahun-tahun yang kau lalui dengan luka, tak kunjung mengantarmu pada obat yang bisa kau cerna
Jalan berduri yang kau tapaki, belum juga berujung. Hingga kau menemukan persimpangan..
Apakah kau harus terus melangkah, ataukah berhenti dan menyerah.
Sayangku.. Dunia memang tak adil padamu
Aku tahu ini tidak tertahankan
Setiap pengorbanan yang kau lakukan, selalu salah di mata mereka.
Setiap keputusan yang kau buat, selalu berakhir pilu, remuk redam di dalam dada.
Sayangku.. Dunia memang tak adil.
Biarkan mereka hilang dari pandanganmu
Ambillah nafas sedalam kau mampu, buanglah perlahan seraya kau membuang semua bebanmu.
Biarkan mereka bicara apapun tentangmu.
Malam ini kau tak akan mendengar apapun dari mereka.
Aku tahu rasanya sulit memaafkan
Rebahlah padaku, menangislah sekuatmu.
Aku tahu ini tidak tertahankan
Aku tahu rasanya sulit memaafkan
Tutuplah matamu sejenak, bukan selamanya
Duniaku akan lebih muram tanpamu
Di dunia yang jahat ini, ada orang-orang yang telah kau tolong tanpa kau sadari
Di dunia yang memuakkan ini, ada insan-insan yang tersenyum melihat hadirmu
Aku tahu semua ini terlalu berat