Ya, nyatanya emang ga semua yang kita mau itu bakal jadi milik kita. Terlalu jauh apa yang ingin diraih padahal... . "Udahlah, Ren. Mau sampai kapan sih lu gini terus?" Ck, udah tau kaya gini. Gue masih aja ngelamunin Andre. . "Ren? Rena?!" Seru Faldi ngagetin gue. . "Ck. Apa sih, Fal.." . "Ren, coba deh lu liat dari sudut pandang yang beda." . "Hm." Respon gue. Gue masih galau sama hati gue sendiri. . "Renaa. Dengerin gua, donk." . "Iya, iya. Apa, Faldi si Penasihat Hati?" . "Nah, gitu donk!" . "Yaudah, terus?" . "Gini, Ren. Sebenernya ada baiknya juga kok di balik cinta bertepuk sebelah tangan lu itu." . "Maksud lo, Fal?" Ya, gue sama Faldi emang biasa ngobrol di rooftop kosan malam begini dan Faldi udah tau semua cerita gue. Dia selalu jadi tempat cerita-cerita sampah gue. Dari sampah itu dia daur ulang jadi kata-kata yang bisa bikin lo sadar. . "Ren, semua hal itu tergantung dari sudut pandang." Respon gue dengan muka jutek mrengut. . "Yaa lu bisa evaluasi diri apa yang kurang dari diri lu 'kan?" Iya sih, ini sekarang gue lagi mikir kenapa Andre lebih milih Sinta. Bukan gue. Kenapa, Ndre? . "Terus, lu bisa lebih bersyukur lagi. Belum tau juga 'kan kalo lu nanti sama Andre bakal gimana." Faldi sengaja bikin kalimatnya berhenti. Ya, gue masih nunggu kelanjutannya. . "Belum tentu yang baik menurut lu itu baik, Ren." Lanjut Faldi ga lama. Oke, si Faldi ini emang. Tukang nyadarin orang. . "Dan.. lu bisa berubah jadi versi terbaik lu, Ren. Dengan penuh sadar kalo kemungkinan Andre itu bukan yang terbaik buat lu." Lanjut Faldi lagi tanpa ragu. . "Abis itu, lu juga bisa nemuin orang yang tepat buat lu." Denger kalimat itu, gue langsung natap Faldi. . "Orang yang lebih peduli dan tulus cintanya sama lu, Ren." Lanjut Faldi yang juga natap gue sekarang. . "Terus, orang itu siapa, Fal kalo bukan Andre?" Tanya gue. . "Gua, Ren. Gua sayang sama lu." Jawab Faldi dengan tenang tapi tegas dan tatapannya yang lembut juga teduh. Seketika itu gue langsung ngalihin pandangan ke depan. Salah tingkah. Bego banget sih lo, Ren! Kenapa lo ga sadar? Jauh-jauh lo cari bahagia ke Andre padahal yang depan mata lo ini udah lebih siap nge-bahagiain lo. Ck! #doondoond










