Repertoar
So it’s been a while, tumblr.
Last post yang ada disini cuma lemparan dari Path, pathetic haha. Nggak kayak mbak-mbak sebelah yang selalu saya temukan di sosial media manapun yang saya tinggalkan: twitter-tumblr. Dan kebetulan si mbak sekarang sedang berasmara dengan satu sahabat saya. Untungnya saya cukup sadar diri untuk tidak mereshare post-postnya itu ke ranah sosial media lain.... :)))
Oke cukup soal mbak-mbak sebelah *nyengir*, now let’s move to myself. To date, tulisan (yang bener-bener tulisan) saya terakhir di tumblr ada di 2013 lalu. Waktu itu saya sedang kalut, riding ke pantai, bawa laptop, dan thus, munculah tulisan itu. Hampir 3 tahun berlalu, dan saya belum banyak berubah. Belum lulus kuliah.
Apa dan kenapa, mungkin akan terlalu kompleks untuk dijabarkan. Tapi yang bisa saya ceritain, saya beruntung banget. Hampir 2 tahun saya “ngilang” dari kampus, dan baru-baru ini saya bisa kembali tanpa masalah. Bahkan sebenernya gak banyak yang harus saya kerjakan selain skripsi untuk bisa lulus dari episode kuliah ini. Hal yang selalu bikin orang heran kenapa saya nggak kelar-kelar padahal tinggal sedikit lagi.
Geregetan, bahasa gaulnya.
Tapi ya inilah saya, mbelain maen kesana-kesini daripada bersusah-susah nggarap skripsi. Kata tetangga saya, saya terlalu idealis. Idealis apanya kalau nyatanya saya cuma cari cara supaya saya bisa jalan-jalan gratis dan dibayar :))
Petualangan saya selama menghilang dari kampus memang gak sepenuhnya saya sesali. Menjadi bagian dari ShootUpNRide, belajar fotografi dan video editing, dan belajar mengelola event. Dibanding fase-fase awal 2 tahun perjalanan saya mencari kitab suci, saya cuma luntang-lantung gak ada tujuan. Baru di akhir-akhir ini saya menemukan apa yang pengen saya kerjain. Bukan proses yang cepet dan tanpa pengorbanan, tapi saya puas. Bisa ketemu banyak orang baru, belajar banyak hal baru juga. Satu dari banyak hal kenapa akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi ke jalur yang benar, yaitu kuliah.
Kalau boleh jujur, saya sendiri ngerasa gak mudeng apa-apa di jurusan kuliah saya yang sekarang. Nggak heran, karena sebetulnya saya masuk jurusan ini bukan karena saya tertarik dengan hukum, tapi saya pinter bahasa inggris. Jadilah saya masuk jurusan hukum internasional pada waktu itu, selain karena sedikit perdebatan dengan orang tua. Berangkat dari rasa ketidakmampuan tadi, selama perkuliahan saya lebih sering berkegiatan di luar perkuliahan itu sendiri. Tekad saya, saya harus punya bidang lain yang saya kuasai di samping jurusan saya kuliah yang saya mudeng aja nggak. Itulah kenapa saya bilang ini semua nggak sepenuhnya saya sesali. Sedikit penyesalan saya mungkin cuma soal waktu. Di luar itu, saya gak masalah. Toh ini keputusan saya sendiri.
Pada akhirnya semua petualangan memang harus terhenti di tempat tujuannya. Buat saya, sekarang lah tujuan itu. Sudah cukup banyak yang saya dapat, sudah cukup lama waktu saya buang. Saatnya kembali ke jalur utama, menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Saya sadar, tabiat saya yang angin-anginan memang menyulitkan. Tapi bukankah ada mantra Man Jadda Wajada? Insya Allah, akan saya selesaikan semua ini secepatnya.
Amin.










