barangkali salah satu hukuman terbesar yang bisa kita dapatkan di dunia ialah kita yang makin merasa biasa-biasa saja dan hilangnya rasa takut melakukan kemaksiatan.
allahumma ghofirli, allahumma ghofirli ya ghoffur

izzy's playlists!
Show & Tell
🪼
tumblr dot com
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Love Begins
KIROKAZE
taylor price

titsay

Kiana Khansmith
Game of Thrones Daily

pixel skylines
NASA

blake kathryn
todays bird

★
Misplaced Lens Cap
Cosimo Galluzzi
trying on a metaphor

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Switzerland

seen from Poland

seen from Germany
seen from United States
seen from Australia
seen from Croatia
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Canada
seen from T1

seen from United States

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@drittedezember
barangkali salah satu hukuman terbesar yang bisa kita dapatkan di dunia ialah kita yang makin merasa biasa-biasa saja dan hilangnya rasa takut melakukan kemaksiatan.
allahumma ghofirli, allahumma ghofirli ya ghoffur
🗣️: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantep🙏🏻
Keluar dari hubungan 5 tahun mengubah beberapa sudut pandanganku terhadap seseorang. Misalnya, saat sedang dekat dengan seorang laki-laki dan dia memiliki sifat yang aku tidak sukai, aku langsung menganggapnya toxic dan aku buru-buru ingin menarik diri darinya. Aku lupa bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Manusia juga punya kekurangan.
Kau pikir dirimu sendiri tidak punya kekurangan, Yas? Kau pikir, kau sempurna?
Padahal memiliki kekurangan belum tentu sifat toxic.
Sudah 2 kali aku meninggalkan laki-laki yang sebenarnya aku senangi hanya karena aku pikir kekurangannya adalah hal yang toxic. Buru-buru sekali.
Sekarang lihatlah. Kedua orang itu berbeda dengan laki-laki yang dulu bersamaku. Mereka tidak lagi mengejar. Memangnya aku siapa, harus dikejar?
Ternyata laki-laki di zaman sekarang sudah tidak begitu. Aku saja yang terlalu pede, menganggap semua lelaki akan sebegitu maunya kepadaku.
Diubah lagi ya, Yas. Nggakpapa, pelan-pelan aja. Memang kebiasaan selama 5 tahun tidak bisa berubah begitu saja dalam semalam. Apalagi ini baru sekitar 1 tahun berlalu.
Nanti juga sembuh sendiri.
Andai semua kehilangan bisa ditulis seindah ini, mungkin dunia nggak akan terasa sepi.
Dulu semua tentangmu aku usahakan.
Sekarang tidak lagi.
Ramadan #11
Jangan menuntut Tuhanmu karena permohonanmu yang belum dikabulkan. Namun, tuntutlah dirimu sendiri yang kurang sopan. Al Hikam - Ibn Athaillah
Ada 2 pemikiran yang sebenarnya bisa aku pikirkan, terserah mau memandang dari sisi negatif atau positif, yang jelas pilihannya sebenarnya ada ketimbang memikirkan 1 pilihan yang membuat overthinking.
Ketika Fandi begitu semangatnya untuk mengajakku pergi ke Malang, bulu kudukku merinding. Mengetahui seberapa melekatnya Kota Malang dengan diri Fandi, termasuk masa lalunya. Memikirkannya saja aku malas.
Dulu, aku selalu berkata tidak. Setelah mengenal Fandi, sangat tidak ingin aku menginjakkan kaki ke tempat itu lagi.
‘Apakah Fandi akan mengajakku ke tempat-tempat yang ia pernah datangi sebelumnya dengan masa lalunya?’
‘Apakah Fandi sebenarnya ingin kembali mengunjungi tempat-tempat yang pernah ia kunjungi?’
‘Apakah saat melewati suatu tempat tertentu, Fandi akan teringat akan suatu hal yang pernah ia lakukan di sana?’
Begitulah sedikit pertanyaan-pertanyaan dalam hatiku.
Namun sekarang, pemikiranku lebih berbeda.
Bagaimana kalu sebenarnya Fandi memang ingin membawaku ke beberapa tempat masa lalunya, namun karena ingin membuat kenangan baru? Mungkin memang sebegitu indahnya suatu tempat yang membuatnya bahagia, ia ingin membuat kenangan manis bersamaku. Jadi ketika ia bercerita tentang suatu tempat di Malang, yang ada di pikirannya adalah saat pergi bersamaku.
Daripada ia hanya memikirkan 1 memori yang itu-itu saja, lebih baik menulisnya kembali dengan kenangan yang indah dan baru.
Aku lelah, sejauh ini aku mencoba untuk tertawa. Menyembunyikan semuanya dibalik senyuman yang setiap hari ku tunjukan pada semesta.
Aku kembali patah yang lukanya sedikit membutuhkan waktu untuk kembali menjadi utuh.
Di keramaian aku harus kembali berpura-pura seolah aku ini sedang baik-baik saja. Nyatanya? Kata 'bahagia' mana yang harus aku perlihatkan.
Aku, harus terbiasa dengan ini 'Katanya'. Kecewa yang selalu hadir, patah yang tiap kali bertegur sapa. Jiwa yang berguguran.
Aku butuh bahu, butuh penopang untuk sedikit, bahkan sebentar saja menaruh penat.
Aku bosan selalu menunggu, penantian tak selalu berujung menyenangkan.
Gimana nikah... bahagia?
Ya, aku ngga mau munafik sih kalau bilang nikah setengah membahagiakan, setengah menyedihkan. Tapi aku ngga mau juga menceritakan banyak kesedihan di dalamnya, takut jadi bumerang. Orang-orang bakal bilang, "Alah si A & B postingannya keliatan bahagia terus, tapi tau ngga si A pernah bilang ke gue...."
Padahal, bahagia yang ditunjukkin si pasangan juga bukan sesuatu yang dibuat-buat. Kebahagiaan mereka tunjukkan ke publik, kesedihan cukup dicurahkan ke orang yang terpercaya. Meski ternyata, nila setitik rusak susu sebelanga, cerita buruk sedikit malah itu yang mereka ingat.
Toh, pernikahan nggak akan melulu tentang kebahagiaan. Kita semua juga pernah dapat nasihat tentang yang buruk-buruk kan. Jadi jangan bilang, pasangan yang nikah terlihat bahagia tapi di belakang sebenarnya ada kesedihan, trus di-judge bahwa mereka hanya memaksakan bahagia. Padahal, sisi baik juga harus bersanding dengan sisi buruk untuk keseimbangan dunia.
Yang bingung makan camilan apa malam ini, yuk bisa recook resep dari resepkoki.id, ada Tahu Cabe Garam yang enak dan praktis!
I’m very much in pain now. I feel sick of what this man did to me. Yet, I still don’t know if it was a lie or truth.
He did cry. Whether it’s tears of him going crazy for telling the truth to me, or it’s because he saw me cried and he felt guilty for what he did wrong.
How could he did this to me?
How many times already?
What does it worth?
SUCH A LIAR!
Autumn shows us how beautiful it is to let things go.
Unknown (via perfectquote)
lebih dulu
salah satu di antara kita berdua pasti akan ada yang meninggalkan dunia ini lebih dulu.
kadang, aku berharap orang itu aku. maksudnya, aku belum terbayang bagaimana aku akan hidup tanpa kamu.
kadang lagi, aku berharap orang itu kamu. maksudnya, aku tidak mau membuatmu kesepian. lalu, bagaimana jika kamu jatuh cinta lagi kepada seseorang selain aku?
maksud semuanya, aku selalu berdoa bahwa kita terus berjodoh. berjodoh terus setiap hari sampai salah satu dari kita pergi. berjodoh terus sampai kita berdua bersemayam berdampingan. berjodoh terus sampai kita berdua berkumpul kembali di surga.
semoga kamu punya doa yang sama. semoga kita memperjuangkan doa itu bersama-sama.