Ngga Ada Stress Juga Nyusahin
Baca thread di Twitter tentang stress continuum yang menyatakan ngga ada stres sama sekali itu bikin bosan dan ngga termotivasi. Kondisi ini dinilai ngga baik juga, sama seperti memiliki stres itu sendiri.
Nah, kondisi ngga ada stres sama sekali ini kayanya sedang saya rasakan akhir-akhir ini. Hidup berjalan sesuai karena emang ngga mau segala sesuatu dibikin beban buat pikiran. Pekerja kalau sulit ya udah dikerjain, masalah yang dihadapi, kalau ada sesuatu yang tidak terduga sampai jadi pikiran biasanya sebisa mungkin hanya mempengaruhi beberapa hari saja, kemudian dipasrahkan.
Bahkan saking bosannya, kepikiran untuk berhenti kerja dan balik aja ke rumah. Emak sama bapak juga kaya ngga keberatan anak bungsunya memutuskan untuk kembali, katanya biar nerusin dagangan jamu karena si Aa ogah.
Kembali ke thread itu, katanya kalau ngga ngalamin stres sama sekali sampai tahap bosen dan ngga ada motivasi, salah satu cara buat munculin stres yang "sehat" dengan belajar skill baru yang dirasa sulit, terus minta tugas baru dari kerjaan yang bisa mendorong, dan isi waktu dengan olahraga.
Sebelum baca saran ini, pas bener emang atasan nawarin lomba untuk dapat beasiswa master di PTN. Waktu dapat kabar ini emang tertarik karena dari lama pengen lanjut sekolah, walau ngga ada batas waktunya.
Nah ternyata emang ngurusin persyaratan lomba ini cukup memicu stres. Setelah lulus tahap pemberkasan pun dihadapkan dengan serangkai syarat tambahan yang sepertinya akan menguras banyak pikiran dan tenaga.
Tapi, mari dijalani, anggap ini tahap selanjutnya dari hidup yang sudah kepala tiga. Persoalan nanti dapat atau ngga itu beasiswa, urusan nanti.









