Siapa sih yang nggak pengen bahagia? Semua orang menginginkan kebahagiaan. Begitu pula denganku, Aku pun mencari kebahagiaan di dunia yang luas ini..
23 tahun aku bertahan dengan kesendirianku menahan perasaan dan keinginan untuk bisa mendapat dan memberikan kasih sayang. Sakit itu pasti, iri itu sudah kodrat manusia, melihat yang lain dapat bertukar kebahagiaan, berbagi kesedihan dengan seseorang yang spesial, seseorang yang bisa memberikan kebhagiaan dan rasa nyaman. Pacar, sebenernya gimana sih rasanya punya pacar? selama dua puluh dua tahun aku penasaran dengan pertanyaan itu.
Sampai akhirnya kau datang, di saat puncak dari rasa penasaranku di puncak kesendirianku, engkau memberikan aku rasa nyaman, rasa ingin selalu mendengar suaramu, rasa ingin selalu dekat denganmu. Engkau hadir dihidupku dengan cara yang sederhana tapi memberikan makna yang begitu besar. ya diumurku yang k 23 kau hadir melengkapi kebahagiaanku, mengisi kekeosongku selama 23 tahun aku hidup. Engkau memberiku banyak harapan, membuatku lebih banyak bermimpi, mengajarkanku apa yang belum pernah aku tahu.
Semua terasa sempurna dan begitu bahagia, awalnya.
Sampai akhirnya, banyak hal yang terjadi, banyak hal yang berubah, banyak hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya terjadi.
Rasa nyaman dikalahkan oleh perbedaan usia kami, status pendidikan, status sosial semuanya menjadikan jalan lurus yang sedang kami lalui menjadi berliku-liku.
Salahkah aku terlahir didunia ini terlebih dulu, salahkah aku. kenapa Tuhan mempertemukan kami jika perbedaan-perbedaan kami ini menjadi penghalang.
Berusaha mempertahankan itu pasti, mencoba untuk kuat sudah kami lakukan. Tapi jalan kami yang berliku sepertinya berujung pada jurang yang sangat dalam, jurang restu. Segala cara dicoba agar kami tidak terlempar ke dalam jurang yang begitu dalam. Mencoba kuat mencoba bertahan mencoba menguatkan. Bagaimanapun kami berusaha, jika restu tidak kami dapatkan, beginilah jadinya. tak ada lagi kebahagiaan yang kami punya, semua berubah menjadi pertengkaran, rasa egois, semuanya bercampur menjadi satu.
Setiap kali aku memutuskan untuk berhenti, kenapa aku selalu menjadi lemah. tapi jika aku tak berhenti. akankah aku kuat, akankah kami dapat bertahan melewati jurang ini. Semua hanya Tuhan yang tahu.