Tes Air Liur Bisa Memprediksi Berapa Lama Usia Hidup Seseorang
Para peneliti dari Universitas Birmingham tengah mengembangkan tes air liur untuk memprediksi berapa lama usia hidup seseorang. Peneliti menemukan tingkat antibodi yang dapat dihitung dari tes air liur, yaitu sekretori Imunoglobulin A (IgA).
Uji kadar antibodi inilah yang digunakan peneliti untuk melihat, apakah seseorang memiliki usia hidup lebih lama atau tidak.
Untuk membuktikan penelitian ini, mereka telah mengambil sampel air liur pada 639 orang dewasa tahun 1995.
Lebih dari 19 tahun, keberadaan orang tersebut dilacak dan diamati. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One ini menunjukkan, orang-orang yang memiliki kadar IgA rendah memiliki usia hidup yang lebih pendek atau dekat dengan kematian.
Antibodi ini disekresikan oleh sel-sel darah putih dan digunakan oleh tubuh untuk melawan infeksi. Menurut peneliti, mengukur kadar antibodi ini lebih baik dibanding dengan mengambil sampel darah.
Tes air liur dianggap lebih mudah dan tanpa rasa sakit, karena tidak perlu menyuntik kulit seseorang seperti saat tes darah. Peneliti pun menyarankan, agar tes air liur juga bisa digunakan untuk cek kesehatan seseorang secara menyeluruh.
Dokter Anna Phillips dari Universitas Birmingham menjelaskan, ada berbagai faktor yang memengaruhi kadar antibodi yang bisa diukur dari air liur seseorang. Mulai dari usia, penyakit, stres, pola makan, olahraga, alkohol, hingga merokok.
Tes air liur memang semakin banyak digunakan oleh para ilmuwan untuk memprediksi tingkat kesehatan manusia. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir tengah dikembangkan bagaimana air liur bisa memprediksi apakah seseorang berisiko menjadi gay, alzheimer, dan terkena kanker.
Jijik. Itulah reaksi yang biasa muncul saat kita melihat serangga. Tentu saja masih ada beberapa pengecualian seperti kupu-kupu yang cantik. Namun, dapatkah kita mereka-reka, apa yang akan terjadi jika semua serangga tiba-tiba menghilang dari Bumi, mati misalnya?
"Jika serangga itu menghilang, dunia akan hancur berantakan - tidak ada kemungkinan lain," kata Goggy Davidowitz, seorang profesor di departemen entomologi, ekologi dan biologi evolusi di University of Arizona, Amerika Serikat.
Memang benar, jika serangga menghilang, itu berarti tidak ada lagi gigitan nyamuk atau kutu. Jauh lebih signifikan, momok penyakit yang biasa disebarkan serangga, seperti malaria dan demam berdarah, yang menginfeksi jutaan orang dan membunuh ratusan di antaranya per tahun akan berakhir.
Petani juga tidak lagi perlu menggunakan insektisida - lebih dari 500 juta pon bahan kimia yang digunakan setiap tahun hanya di Amerika Serikat - untuk melindungi tanaman dari serangga hama yang lapar, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat.
Namun keuntungan ini akan sia-sia, mengingat sebagian besar dari kita akan mati kelaparan.
"Kerugiannya akan lebih besar daripada keuntungannya," kata Davidowitz Live Science.
Sebagai permulaan, sekitar 80 persen dari semua tanaman hidup di dunia adalah angiosperma, atau tanaman berbunga. Untuk mereproduksi, tanaman ini harus memiliki serbuk sari yang secara fisik ditransfer dari antera laki-laki dengan stigma perempuan dalam bunga.
Pada kasus yang jarang, angin, air atau hewan seperti burung dan kelelawar melakukan tugas ini. Tapi sebagian besar pekerjaan penyerbukan dilakukan oleh serangga, termasuk lebah, kumbang, lalat dan kupu-kupu.
"Tanpa penyerbuk," Davidowitz berkata, "kebanyakan tanaman di planet ini akan hilang."
Dunia tidak hanya akan menjadi tempat yang kekurangan daun dalam skenario kiamat-serangga ini. Antara 50 sampai 90 persen dari diet manusia, datang langsung dari tanaman berbunga.
"Sebagian besar makanan kita tergantung pada serangga," kata Davidowitz. "Jika serangga menghilang, banyak mamalia dan burung menghilang, juga, karena jika Anda tidak memiliki serangga penyerbuk, bahkan hewan-hewan yang tidak makan serangga tidak akan memiliki buah dan dedaunan untuk makan. Itu memiliki efek domino . "
Pemberantasan serangga akan memunculkan Ghoulishly, semua pohon yang dihasilkan mati dan bangkai hewan - dan tubuh manusia - akan membusuk jauh lebih lambat.
Itu karena serangga, bersama dengan bakteri dan jamur, memiliki tugas sebagai dekomposer utama bahan organik, dari sampah daun hingga mayat. Tanpa serangga, dunia akan menimbun dengan banyak bangkai.
Belum lagi keberadaan madu dan sutra yang nyata-nyata memiliki peran besar dalam sejarah umat manusia. Keduanya adalah produk dari serangga.
Dampak lainnya? Ah, terlalu panjang untuk diuraikan di sini. Intinya, secara keseluruhan, keberadaan serangga memberi kita kehidupan.
"Ini bukan proses berpikir abstrak," kata Davidowitz. "Ini yang terjadi sekarang."
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan tidak yakin apakah air hadir ketika planet kita terbentuk atau terbentuk akibat komet dan asteroid yang menghantam bumi. Kini, para peneliti dari University of Hawaii meyakini bahwa mereka telah menemukan asal-usul air bumi.
Dengan menganalisis bebatuan dari Pulau Baffin di Kanada, para peneliti mampu menghasilkan bukti paling meyakinkan yang mendukung hipotesis asal usul air. Batuan yang diteliti itu benar-benar berasal langsung dari mantel Bumi dan terpengaruh oleh zat-zat dari kerak Bumi. Di dalamnya, para peneliti menemukan tetesan kecil air yang terjebak di dalam kristal kaca. Air tersebut memiliki komposisi yang sama dari air yang kini ada di planet kita.
Air terbentuk dari oksigen dan hydrogen. Hidrogen sering ditemukan dalam tiga bentuk yang disebut isotop: hidrogen normal, deuterium, dan tritium. Air yang terbentuk oleh oksigen dan deuterium disebut air berat.
Dengan mempelajari komposisi benda-benda yang berbeda di tata surya, para peneliti menemukan bahwa benda-benda tersebut cenderung memiliki rasio yang sangat berbeda antara air biasa dan air berat. Komet menunjukkan secara signifikan rasio lebih tinggi dari air berat daripada air normal.
Para peneliti tidak serta merta mengabaikan teori komet dan asteroid dalam kehadiran air di Bumi.
"Kita tidak bisa mengesampingkan penambahan air ke permukaan bumi setelah pembentukannya (yaitu melalui komet dan asteroid), tetapi data kami menunjukkan bahwa Bumi memiliki air sejak awal pembentukannya, " kata Dr. Lydia Hallis, penulis utama studi tersebut, kepada IFLScience.
"Kami dapat mengatakan bahwa air dari mantel yang dalam sangat tidak mungkin telah bertambah akibat hantaman komet, karena dampak komet dan asteroid tidak akan cukup kuat untuk mempengaruhi mantel sedalam ribuan kilometer di bawah permukaan. Data geokimia sebelumnya juga menunjukkan bahwa daerah sumber batuan yang kami gunakan untuk peneiltian belum terganggu selama sekitar 4,5 miliar tahun. "
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Science ini memberikan petunjuk penting dalam keberadaan air yang meluas di planet kita.
Di antara kerusakan alam yang ditimbulkan industri di muka bumi Kabupaten Bogor, ternyata masih tersimpan keindahan tersembunyi Karst Cibinong. Suatu keharusan mendatangi lokasi nan aduhai yang terpencil ini sebelum dijamah dan dihancurkan oleh industri.
Semua berawal dari laman media sosial Facebook yang mengabarkan keindahan dan keunikan Gua Garunggang di dekat Kampung Cigobang, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Tempat itu diibaratkan bagai Jurassic Park atau Grand Canyon mini. Perbandingan yang terasa amat berlebihan, tetapi sukses menggugah rasa penasaran.
Pada awalnya, info tentang tempat tersebut, termasuk rute perjalanan menuju ke sana, sangat minim. Yang diketahui hanyalah lokasi Desa Karang Tengah itu berbatasan dengan taman rekreasi Jungleland dan Taman Wisata Alam Gunung Pancar yang selama ini sudah cukup dikenal.
Beberapa tulisan lain di blog menceritakan, Gua Garunggang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, bersepeda gunung, atau menggunakan motor trail karena kondisi jalan setapak menuju ke sana yang agak ekstrem.
Informasi lain menyebut Gua Garunggang juga bisa diakses dari Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Tajur dan Karang Tengah saling berbatasan.
5 Hal Menarik Seputar Penemuan Air di Mars Yang Bikin Heboh Dunia
Mars merupakan salah satu planet yang paling dekat dengan matahari yang hadir dengan warna kemerah-merahan, sehingga dijuluki sebagai “planet merah”.
Baru-baru ini ada sejumlah pernyataan yang menghebohkan dimana NASA dikabarkan telah menemukan sebuah bukti terbaru dengan munculnya penemuan adanya tanda air di Mars.
Penemuan air di planet Mars pada senin (29/9/2015) itu awalnya ditemukan sebuah jejak aliran air di beberapa dinding kawah Mars dan banyak yang mengatakan jika ini adalah peluang masa depan.
Ada banyak hal yang tidak kamu ketahui seputar penemuan air di Mars yang bikin heboh dunia. Seperti yang di lansir dari Merdeka.com, inilah dia di antaranya:
1. Air di Mars Asin dan Hanya Muncul di Musim Panas
Salah satu hal yang tidak kamu ketahui seputar penemuan air di Mars yang bikin heboh adalah air di Mars dikatakan jika airnya asin dan hanya muncul di musim panas. Penemuan ini pun ditemukan oleh NASA yang akhirnya bisa memastikan bila garis-garis hitam yang sering muncul di saat musim panas di Mars. Air di Mars itu berupa butiran batu yang mencair akibat sinar matahari dan mencair mebentuk aliran air. Menurut penelitiannya juga jika aliran air singai ini juga bisa di konsumsi akibat terbentuk dari mineral-mineral yang terhidrasi dan akrab disebut pechlorate.
2. Aliran Air di Mars Pertama ditemukan Pemuda Berumur 21 Tahun
Salah satu fakta yang tidak kamu ketahui tentang planet Mars adalah aliran air di Mars ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda berusia 21 tahun dan sudah terlihat sejak tahun 2011 lalu. Pemuda ini bernama Lujendra Ojha asal Georgia Institue of Technology. Ojha mengatakan jika awalnya dirinya menemukan garis-garis gelap yang hanya terlihat saat musim panas dan menghilangkan saat suhu Mars menurun atau semakin dingin. Kemunculan air di Mars ini pun mengikuti aliran matahari.
3. Asal Usul Air di Mars Masih Misterius
Penemuan air di Mars ini juga dikabarkan oleh NASA yang muncul di tempat lokasi, yakni kawah Palikir, kawah Horowitz, kawah Hal, dan lembah Coprates. Namun salah satu hal yang masih janggal jika NASA belum mengetahui darimana sumber air tersebut. Menurut sejumlah teori sementara jika air itu berasal dari lapisan es di permukaan Mars, kondensasi air dari atmosfer, dan perubahan cuaca. Namun munculnya air di Mars ini hanya dalam waktu dekat saja.
4. NASA Tak Bisa Segera Teliti Air di Mars
Salah satu pengauan jika NASA tak bisa segera meneliti air di Mars karena kurang mendukungnya kendaraan penelitian NASA di Mars ‘Curiosity’ yang diketahui belum mampu mengeksplorasi dan melakukan penelitian akibat stok bor yang steril untuk penelitian sudah dibuka sebelum peluncuran dan bor tambahan melekat pada rover sehingga tidak mendukung untuk bisa melakukan penelitian saat ini. Namun bukan karena hal itu saja, NASA tidak bisa segera teliti air di Mars akibat lokasi tersebut tidak bisa dikunjungi oleh Curiosity karena medan yang berat.
5. Air di Mars adalah Tanda Adanya Kehidupan
Penelitian air di Mars ini di duga rasanya asin, NASA mengatakan jika air tersebut akan memberikan peluang bagi alien Mars untuk tetap hidup. Namun diketahui bila air di Mars ini tidak ada tandanya kehidupan, hanya saja planet Mars ini banyak dihuni oleh para alien. Namun tidak bisa dipungkiri juga dengan kondisi air asin juga bisa memunculkan tanda kehidupan seperti mikroba. Contoh alien di Mars mungkin bakal mirip dengan mikroba yang ada di Antariksa. NASA juga mengatakan jika air adalah sumber daya yang besar unuk masa depan misi Mars dan kolonisasi manusia di Mars.
Menurut badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sebesar 92 persen dari planet yang berpotensi mirip Bumi akan dilahirkan.
NASA menggunakan data dari teleskop luar angkasa Hubble dan observatorium Kepler, astronom mampu melihat "jauh ke masa lalu" kira-kira 10 miliar tahun lalu, ketika bintang-bintang dilahirkan secara cepat. Dengan perspektif bahwa sistem tata surya kita sudah 4,6 miliar tahun lamanya.
Mereka mengatakan bahwa sementara produksi bintang telah melambat, ada cukup helium dan hidrogen yang tersisa untuk memastikan bintang dan planet akan terbentuk "untuk waktu yang sangat lama di masa depan."
"Ada cukup materi yang tersisa (setelah big bang) untuk menghasilkan lebih banyak planet di masa depan, di Bima Sakti dan seterusnya," kata wakil penyidik Molly Peeples dari Space Telescope Science Institute (STScI) di Baltimore, Maryland, dalam sebuah pernyataan.
Dan waktu akan menikmati kelahiran bintang baru dan planet-planet ini.
NASA mengatakan bintang terakhir di alam semesta mungkin akan mati dalam 100 trilyun tahun.
Para astronom percaya bila galaksi Bima Sakti memiliki satu miliar planet seukuran Bumi, dengan porsi yang baik dan hampir sama berbatu. Beberapa kebohongan yang terdapat dalam "Goldilocks Zone" tidak diketahui.
Untuk mengetahui jumlah planet dengan potensi mirip Bumi di alam semesta, kalikan angka-angka dengan 100 miliar -jumlah galaksi yang diamati.
Penelitian ini akan muncul pada Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society.
Ulat Pemakan Plastik Menjadi Pahlawan Lingkungan Dunia
Penelitian yang dilakukan oleh Wei-Min Wu dari Stanford University mengungkap bahwa mealworm atau ulat tepung memiliki kemampuan untuk mengurai plastik berbahan polistirena. Hasil riset yang diterbitkan menjadi dua makalah di jurnal Environmental Science and Technology itu berpotensi menyelesaikan masalah sampah plastik global.
Min Wu melakukan dua rangkaian penelitian. Dalam penelitian pertama, dia dan timnya memberikan 34-39 miligram styrofoam ke 100 ulat tepung. Styrofoam juga termasuk plastik, tersusun atas bahan polistirena. Dosis styrofoam untuk ulat tepung dapat disetarakan dengan dosis satu pil untuk manusia.
Ulat tepung mampu mengubah styrofoam menjadi karbondioksida dan butiran-butiran materi yang bisa diuraikan. Saat melakukan tes kesehatan, Min Wu mengetahui bahwa ulat tepung yang memakan styrofoam sama sehatnya dengan ulat tepung yang makan biji-bijian.
Dalam studi kedua, Min Wu menggunakan mikroba dalam saluran pencernaan ulat tepung. Mikroba itulah yang membuat ulat tepung bisa menguraikan styrofoam. Dalam percobaan, mikroba diminta menguraikan polistirena. Walaupun kecepatan penguraiannya lebih lambat, mikroba itu tetap bisa melakukannya.
Craig Riddle dari Stanford University yang menjadi supervisor dalam penelitian mengatakan bahwa hasil riset ini sangat menarik. "Kadang sains mengejutkan kita. Ini adalah kejutan," katanya seperti dikutip situs Popular Science, Jumat (1/10/2015) waktu setempat.
Min Wu mengatakan, "Temuan kami membuka pintu untuk menyelesaikan masalah plastik global." Ke depan, ia akan mencoba mengidentifikasi mikroba yang bisa mengurai styrofoam, dan mencoba mencari organisme semacam ulat tepung di laut. Dengan demikian, masalah plastik yang terakumulasi di lautan bisa diatasi.
Miliarder Rusia, Yuri Milner, bekerja sama dengan astrofisikawan asal Inggris, Stephen Hawking dalam upaya untuk menemukan dan berkomunikasi dengan kehidupan lain dari luar angkasa. Keberadaan alien telah menjadi perdebatan terus menerus diantara para ahli astronomi selama berabad-abad. Namun tak seorang pun dapat menentang bukti-bukti substansial akan adanya aktivitas alien di planet Bumi. Mulai dari peradaban Mesir kuno sampai dengan penampakan UFO di bumi, mari kita simak galeri ini yang akan menunjukkan 16 tanda-tanda akan keberadaan alien di luar sana.
1. MIKROCHIP NAPOLEON
Para ilmuwan menemukan obyek panjang berukuran ½ inci atau sekitar 1.27 cm tertanam di tempurung kepala dari mantan penguasa Prancis, Napoleon Bonaparte. Napoleon sendiri pernah berkata bahwa dia pernah ditangkap oleh “orang aneh” saat dia menghilang selama berhari-hari pada tahun 1794. Peristiwa kebetulan? Mungkin saja tidak!
2.HURUF HIEROGLIF MESIR
Huruf hieroglif Mesir kuno menunjukkan gambaran yang dirasa seperti pesawat terbang alien yang mungkin pernah mengunjungi lembah nil kuno di masa lalu.
3. PENAMPAKAN DI BONNYBRIDGE, SKOTLANDIA
Kota kecil Bonnybridge di Skotlandia terkenal sebagai kota UFO dan ia mendapatkan nama tersebut karena rata-rata setiap tahunnya menerima lebih dari 300 laporan penampakan UFO di area tersebut.
(Foto) Dokumen yang diambil dari Arsip Nasional Inggris yang memperlihatkan laporan penampakan UFO
4. MEMANEN ALIEN
Saat satu tim berisikan para ilmuwan Inggris melepaskan sebuah balon ke angkasa hingga mencapai stratosfer pada tahun 2013, mereka terperanjat saat menemukan bahwa balon tersebut membawa organisme kecil yang hidup. Para ilmuwan yakin bahwa organisme ini hanya mungkin berasal dari angkasa luar.
5. EROPA, BULAN PLANET JUPITER
Penelitian baru-baru ini mengindikasikan bahwa salah satu bulan di planet Jupiter, Eropa, mungkin memiliki bakteri merah beku. Hal ini membuat para ilmuwan berpikir bahwa dengan fakta adanya bakteri mengindikasikan kemungkinan adanya evolusi makhluk hidup.
Foto: Foto dari Eropa, bulan planet Jupiter yang dipublikasi oleh NASA pada 12 Nov 1996
6. KALAJENGKING DI VENUS?
Setelah menerima foto penyelidikan Venera-13 di Venus pada tahun 1982, ilmuwan Rusia, Leonid Ksanfomaliti mengklaim bahwa makhluk hidup seperti kalajengking mungkin ada di planet Venus.
Foto: Dalam foto planet Venus ini, area gelap yang tersebar di dataran Venus mengandung isi yang halus yang diasosiasikan dengan tumbukan meteorit besar.
7. FOSIL ALIEN
Para peneliti menemukan Batu Mars di Antartika dan mengklaim bahwa batu tersebut berisikan bakteri nano yang telah menjadi fosil. Hal tersebut membawa munculnya spekulasi akan bagaimana batu tersebut yang dapat mencapai bumi miliaran tahun lalu mungkin memegang pengaruh pada kehidupan yang kita ketahui saat ini.
Foto: Foto mikrograf dari Meteorit Mars Alh84001 dengan struktur memanjang yang menyerupai fosil dari mikroorganisme.
8. “SINYAL YANG MENAKJUBKAN”
Pada tahun 1977, para ilmuwan di Universitas Negeri Ohio menangkap sinyal yang sudah menempuh jarak 200 juta tahun cahaya di luar angkasa untuk mencapai kita di Bumi. Sinyal yang sangat kuat ini membingungkan para ilmuwan karena mereka masih berusaha untuk mengindentifikasi sumbernya.
9. MIKROBA MARS
Baru-baru ini, Rusia menemukan mikroorganisme yang memiliki kualitas langka yaitu dapat bertahan hidup meski alami radiasi yang mematikan, hal yang mana tidak pernah ditemukan di organisme lain di Bumi. Para ilmuwan percaya bahwa virus tersebut berasal dari Mars, yang mana akan mendukung teori keberadaan makhluk hidup di luar angkasa.
10. GAS METHAN DI ATMOSFER MARS
Gas methan biasanya diproduksi oleh organisme hidup dan sejumlah besar gas ini telah ditemukan dalam atmosfer Mars. Fakta yang menambah bukti terhadap teori berabad lalu akan adanya kehidupan di Mars.
11. DUTA BESAR ALIEN
Astrofisikawan Malaysia, Mazlan Othman, adalah direktur dari kantor PBB untuk hubungan dengan luar angkasa (UNOOSA – United Nations Office of Outer space Affairs) yang berurusan dengan semua aktivitas yang berhubungan dengan luar angkasa. Salah satu tugas Mazlan adalah menyambut alien yang berkunjung dan mengkoordinasi pengetahuan manusia jika suatu hari ada makhluk Mars yang membuat kontak dengan manusia bumi.
12. TABRAKAN YANG NYARIS TERJADI DI TENGAH UDARA
Bukan hanya lalu lintas udara normal saja yang membuat para pilot berhati-hati sekarang ini. Belakangan ini, telah terjadi beberapa kali kejadian di mana sebuah pesawat komersial hampir saja bertabrakan dengan UFO. Seorang pilot dilaporkan melihat obyek terbang berbentuk delta sedang menuju ke arah pesawat saat mereka sedang terbang menuju Manchester, Inggris. UFO tersebut menghilang sebelum sang pilot bereaksi untuk menghindari terjadinya tabrakan.
13. PERHITUNGAN DRAKE
Galaksi kita, Bima Sakti, memiliki lebih dari 400 miliar bintang dan para ilmuwan percaya bahwa setengah dari bintang-bintang tersebut memiliki setidaknya satu planet dalam orbit mereka. Ahli astronomi dan astrofisikawan Amerika, Dr. Frank Drake memberikan argumen mengenai kemungkinan adanya peradaban makhluk luar angkasa berdasarkan probabilitas planet dihuni oleh makhluk hidup.
14. BERITA DARI ERIE MORNING
Pada 1 Agustus 1966, Erie Morning News melaporkan penampakan UFO di Taman Nasional Presque Isle di Pennsylvania, A.S. Betty Klem diberitakan melihat cahaya terang melayang turun mendekati dirinya dan mendarat sejauh 700 yard atau sekitar 640 meter dari dirinya.
15. PENGLIHATAN APOLLO 11
Ketika para astronot Amerika mendarat di bulan saat misi Apollo 11, mereka melihat penampakan obyek terbang tidak teridentifikasi mendekat ke lokasi mereka. Awalnya mereka menduga bahwa obyek tersebut merupakan bagian dari roket SIV-B yang terlepas, yang pada kemudian hari dikonfirmasi bahwa bagian roket tersebut berada 600 mil atau 9.656 km jauhnya dari mereka. Itu merupakan salah satu misteri yang masih membingungkan para ilmuwan hingga saat ini.
16. MISTERI SINYAL RADIO
Para ahli astronomi telah berusaha membuat kontak dengan makhluk Mars dengan mengirimkan frekuensi gelombang radio ke luar angkasa selama puluhan tahun. Pada tahun 2004, mereka mengamati sinyal radio tidak teridentifikasi yang semakin kuat dan percaya bahwa ada alien yang sedang berusaha mengontak kita.
Tidak sedikit dari kita saat sekolah punya ketakutan terhadap pelajaran matematika. Studi baru yang diterbitkan di jurnal Neuroscience meneliti anak-anak dengan kecemasan terhadap matematika dan menemukan les dapat mengubah sirkuit ketakutan di otak mereka.
Menariknya, perubahan ini bukan karena peningkatan kemampuan matematika. Kecemasan tak berpengaruh pada kinerja menurut studi ini. Tak ada perbedaan antara bagaimana kinerja anak dengan kecemasan tinggi atau rendah sebelum dan setelah les.
Seperti halnya mengenalkan ular atau laba-laba kepada orang yang takut, sehingga lama kelamaan menjadi kurang takut. Hipotesa mereka, anak yang takut matematika dapat menuai manfaat dengan lebih banyak menggelutinya.
Untuk menguji hipotesa itu, mereka meneliti anak kelas tiga dan mengukur kadar kecemasan matematika dengan kuesioner. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: anak dengan kecemasan tinggi dan rendah. Anak-anak kemudian dipindai otaknya ketika menyelesaikan soal matematika, membuka perbedaan kunci antara kedua kelompok.
Anak-anak dengan kecemasan tinggi menunjukkan kadar aktivasi lebihi tinggi pada amigdala, daerah di otak yang bertanggung jawab untuk memproses stimuli ketakutan dan emosi. Aktivasi meningkat di area ini terlihat pada orang dengan penyakit kecemasan dan fobia.
Anak-anak kemudian diberi les privat matematika tiga kali seminggu, di mana mereka terpapar banyak sekali soal matematika, dibantu melewati kesulitan dan didukung oleh guru les. Delapan minggu kemudian, kedua kelompok mengalami perbaikan kinerja matematika dengan kadar yang sama.
Tetapi kelompok dengan kecemasan matematika menunjukkan perubahan besar ketika peneliti memindai otak di akhir penelitian. Bagian amigdala yang sebelumnya aktif kini terlihat seperti otak anak yang tidak punya ketakutan matematika.
"Paparan berulang dapat membuat anak merasa lebih dapat mengontrol situasi yang melibatkan penyelesaian soal matematika, dengan demikian menurunkan ketakutan mereka," katanya.
Belum diketahui seberapa lama perubahan otak ini akan bertahan, apakah les juga membantu menerapi jenis ketakutan lain atau apakah les itu dapat diberikan manusia atau komputer.
"Bagaimana kita dapat membuatnya berlaku di kelas dan di luar kelas? Ini masih menjadi pertanyaan terbuka," kata Menon. Dengan mencari tahu dengan tepat efek paparan matematika pada otak yang cemas, Menon dan rekan-rekannya mendemonstrasikan apa yang mungkin terjadi.
Di penghujung bulan September, musim gerhana 2015 akan diakhiri dengan Gerhana Bulan Total yang terjadi tanggal 28 September 2015. Menariknya, ini merupakan gerhana bulan total ke-4 atau terakhir dalam rangkaian seri tetrad yang sudah berlangsung sejak tahun 2014.
Gerhana Bulan Total yang terjadi tanggal 28 September 2015 memang istimewa. Selain merupakan GBT ke-4 dalam seri tetrad 2014-2015, gerhana bulan total tersebut juga terjadi ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dari Bumi. Jadi sebagian masyarakat Bumi akan menikmati keindahan Gerhana Bulan Tetrad Perigee.
Istilah ini masih sulit dipahami? Dalam bahasa populer yang sedang marak, Gerhana Bulan Total 28 September 2015 adalah Gerhana Bulan Darah Terakhir di 2015 sekaligus Gerhana "Bulan Super" aka Gerhana Bulan Total "Supermoon" yang langka!
Tapi tak hanya itu. GBT 28 September 2015 juga istimewa karena ini merupakan "Harvest Moon" atau "Bulan Panen" bagi masyarakat belahan bumi utara. Bulan panen merupakan bulan purnama terdekat dari Equinoks musim gugur. Dan gerhana Bulan terjadi ketika Bulan berada di fasa purnama.
Di tahun 2015, Ekuinoks musim gugur akan terjadi tanggal 23 September atau 5 hari sebelum GBT terakhir di tahun yang sama. Bagi penduduk bumi belahan selatan, GBT 28 September 2015 juga sekaligus menandai bulan purnama pertama di musim semi.
20 Juta Hektar Laut Indonesia akan Dikonservasi, 2020 Nanti.
Photo oleh: Terrative Studio
Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI menjadi tuan rumah pertemuan regional untuk membahas Kawasan Segitiga Karang (Coral Triangle) dengan tema "Kawasan Coral Triangle sebagai Destinasi Pariwisata Bahari Dunia" di Nusa Dua, Bali, 27-29 Agustus 2015.
Semua negara disebut memiliki hak mengelola sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga berkewajiban menjaga kelestarian dan keselamatannya.
"Laut, lingkungan dan wisata saling terkait dan berhubungan dan menjaga kelestarian perairan adalah kewajiban kita. Setiap pemikiran yang diterapkan, solusi yang kami hadirkan, dan tindakan yang kami ambil akan berkontribusi panjang pada generasi mendatang," kata Sekretaris Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya, Asep Djembar, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (27/8).
Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Sudirman Saad, menyampaikan, pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan pelaku usaha dan swadaya masyarakat dari 17 negara untuk berdiskusi, mencari solusi dan strategi dalam mempromosikan wisata bahari di kawasan Segitiga Karang yang merupakan pusat keragaman hayati laut dunia.
Kawasan Segitiga Karang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste.
"Destinasi wisata yang tidak diatur dengan baik akan berumur pendek. Oleh karena itu, di Indonesia, kita sudah berkomitmen ke internasional bahwa Indonesia akan mengkonservasi 20 juta hektar laut pada tahun 2020. Sekarang sudah 16,5 juta hektar. Di konservasi ini kita sudah membuat zonasi-zonasi untuk destinasi wisata yang betul-betul tidak boleh dimasuki dan tata ruang lautnya dibuat sebaik-baiknya dan menerapkan standardisasi," kata Sudirman.
Sudirman juga menyampaikan penataan pariwisata bahari diperlukan melibatkan orang lokal dengan landasan kearifan lokal untuk bisa mengelola alam sekitarnya dengan baik. Potensi masyarakat lokal menjadi basis. Pemerintah Indonesia sangat konsen melibatkan masyarakat lokal termasuk masyarakat adat.
Tempat ini tentunya akan menjadi destinasi penting bagi pelancong penikmat alam semesta di dunia.
La Palma di Kepulauan Canary, Spanyol adalah tempat terbaik di dunia untuk melihat bintang-bintang dan fenomena alam menakjubkan lainnya.
Berdasarkan pemberitaan BBC, Senin (14/9) letak La Palma berada 100 kilometer di lepas pantai Afrika utara yang berarti dekat dengan khatulistiwa. Sehingga Anda dapat melihat bintang dari kedua belahan utara dan selatan.
Pulau indah tersebut begitu gelap, dengan sepanjang malam, waktu pencahayaan berwarna oranye. Desiran angin yang melambat menciptakan suasana di mana bintang-bintang terlihat sangat jelas dari bawah.
Anda dapat melihatnya baik melalui teleskop maupun dengan mata telanjang. Pulau ini memiliki turbulensi terendah di planet ini.
Pada 2012 lalu, La Palma diakui UNESCO menjadi tempat pertama yang layak untuk melihat keajaiban 'starlight'. Pulau ini juga rumah bagi salah satu observatorium yang paling penting di planet ini. Sebagai tempat untuk bernaung 16 teleskop besar, termasuk diantaranya salah satu yang terbesar di dunia.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh kelompok ilmuwan internasional, ditemukan bahwa di permukaan warna-warni sayap kupu-kupu terdapat komposisi kimia yang berguna sebagai sensor gas.
Sebuah artikel yang diterbitkan pada 1 September di majalah Nature Communications menyebutkan bahwa sejumlah komposisi gas di berbagai lingkungan dapat diketahui dari perubahan warna di sayap kupu-kupu. Perubahan warnanya tidak begitu drastis, namun tetap terlihat.
Keanekaragaman warna pada sayap kupu-kupu disebabkan oleh struktur berukuran nano yang bercabang di sisiknya. Pada penelitian sebelumnya, diketahui bahwa molekul uap menempel pada berbagai bagian yang berbeda dalam struktur tersebut karena perbedaan komposisi kimia yang ada di sisik mereka. Reaksi selektif akibat molekul uap yang terdapat di lingkungan menjadi dasar dalam rancangan pembuatan sensor gas. Perubahan warna akibat kemunculan sejenis gas kini sudah diaplikasikan untuk mengembangkan teknologi, sehinga rancangannya menjadi sederhana, aman, dan tidak memakan biaya yang besar.
Sensor ini berpresisi tinggi, ekonomis, serta dapat diandalkan untuk mendeteksi jenis gas dalam jumlah kecil. Sayangnya, untuk kebocoran gas dengan jumlah yang besar, sensor tersebut belum dapat melakukannya. Namun para ilmuwan yakin bahwa sensor dengan perubahan warna ini dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi gas yang lebih besar di masa depan.
Jepang Menciptakan Google Street View untuk Kucing
Gambar diatas merupakan tampilan Google Street View untuk Kucing yang dibuat Dewan Pariwisata Hiroshima. (Wall Street Journal)
Dewan Pariwisata Hiroshima, Jepang telah menciptakan aplikasi Google Street View untuk kucing. Seperti dilansir Vox dan Wall Street Journal, fitur pemetaan paling populer dari Google tersebut diposisikan pada ketinggian kucing.
Saat ini, fitur tersebut sudah bekerja untuk kota Onimochi, yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia melalui mata kucing dan mengeksplorasi tempat-tempat menarik di daerah tersebut.
Pihak Dewan Pariwisata Hiroshima mengatakan bahwa fitur ini menggunakan kamera 360 derajat, sama dengan yang digunakan untuk Street View yang digunakan oleh Google.
"Kami sedang mencari memperkenalkan cara yang berbeda untuk melihat kota kami dan menawarkan pemandangan jalan-jalan yang tidak tersedia sebelumnya," kata seorang pejabat pariwisata Hiroshima dalam sebuah wawancara dengan Journal.
Dalam publikasinya dituliskan bahwa “sekarang peta mencakup pusat perbelanjaan dan sekitarnya di Onomichi, yaitu sekitar 70 kilometer sebelah timur kota Hiroshima. Ini termasuk fitur yang paling terlihat pada peta online interaktif lainnya, seperti fungsi sudut kamera dan rincian tentang toko-toko lokal. Fitur ini juga memiliki pilihan dari 11 kucing peliharaan yang disimpan di daerah dengan tautan ke latar belakang mereka.”
Kamu dapat bermain dengan peta kucing tersebut di sini.
Di kota besar seperti Jakarta amat susah melihat langit berwarna biru. Polusi asap kendaraan bermotor membuat langit dipenuhi kabut asap. Hanya pada hari-hari tertentu seperti libur panjang langit biru mulai terkuak. Ini berbeda dengan di daerah yang polusi masih sedikit, langit biru masih bisa dijumpai di keseharian.
Sinar matahari terdiri atas beberapa warna yang masing-masing memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Nah, atmosfer yang menyelimuti Bumi mempengaruhi bagaimana setiap sinar itu sampai ke Bumi, karena panjang gelombang bertemu dengan molekul, titik-titik air, dan sedikit debu.
Dari sekian warna itu, biru memiliki panjang gelombang yang pendek dan partikel-partikel di udara memendarkan si biru ke sekeliling membuat langit terlihat berwarna biru. Warna merah memiliki panjang gelombang yang lebih panjang, dan bertindah lebih kuat sehingga tidak banyak dipendarkan.
Bagaimana dengan warna merah di sore hari? Langit cenderung berwarna merah karena cahaya merah dengan panjang gelombang terpanjanglah yang mampu menempuh perjalanan Matahari-Bumi.
GeoWeek 2015, Sebuah Ajang Bertemakan Geologi Yang Terpadu dan Fun
GeoWeek merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (JTGL-UGM) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG). Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam satu minggu ini meliputi Seminar Nasional, International Student Paper Contest, GeoExpo, Lomba Cerdas Cermat Kebumian, Course and Workshop, Professional Fieldtrip, Fun-Bike, serta Funtrip.
Tahun 2015 merupakan pelaksanaan GeoWeek yang pertama kali. Acara GeoWeek ini bertujuan untuk mensinergikan kegiatan JTGL dan HMTG UGM menjadi sebuah rangkaian kegiatan bertemakan geologi yang terpadu dan komprehensif.
Tema yang diangkat pada pelaksanaan GeoWeek 2015 ini adalah Academia-Industry Linkage. Dengan mengusung tema ini, diharapkan terjalin hubungan yang saling menguntungkan antara pihak universitas dan industri. Harapannya, dapat dihasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri. Akhirnya, kerjasama antara universitas dan industri dapat bersama-sama mewujudkan kemandirian bangsa.
Memantau Perkembangan Paska Kebakaran Hutan Lewat Kampanye Digital
Sebuah kampanye bagus tercipta di wilayah Gunung Diablo, yang letaknya berada di San Francisco Bay Area, California.
Aksi yang di gagas (salah satunya) oleh nerdsfornature.org ini sedang berusaha untuk memantau bagaimana ekosistem di gunung tersebut berubah dan pulih setelah kebakaran yang melanda.
Pada September 2013 lalu, Gunung Diablo mengalami kebakaran hebat. Sempat dilaporkan nbcbayarea.com, lebih dari 1.110 petugas pemadam kebakaran berada di tempat kejadian untuk melawan api yang menghanguskan sekitar 3.100 hektare.
Dengan mengajak khalayak untuk turut serta dalam kampanye tersebut, tercetuslah ide tersebut dengan mengunggahnya di social media menggunakan tagar #MorganFire02
Kampanye ini bisa ditiru oleh para volunteer di Indonesia yang katanya peduli dengan kondisi hutan kita.
Berikut hasil capture-an para citizen yang mereka posting dengan menggunakan tagar #MorganFire02