Diantara sebuah buku usang dan sekaleng bir
Photo by 🇸🇮 Janko Ferlič on Unsplash
Dalam kegelapan malam yang diringi suara rentetan jangrik, langkah kaki pria itu lunglai pergi ke luar dari kamarnya yang sempit, menuju dapurnya yang berdebu, dan sesekali menjadi tempat lalu lalangnya kecoak. Sama seperti malam-malam sebelumnya, ia kembali mengambil sebuah kaleng dari kulkas, lalu meminum isinya seperti orang kesetanan. Seriring bir dingin itu melewtati tenggorokannya, kepalanya terasa sangat pening. Ia kembali tenggelam dalam malam-malam panjang yang terasa sangat menyiksa.
“Aku masih hidup” pikirnya.
Dengan cekatan ia mengambil kursi kayu yang ada didekatnya, lalu duduk, sembari menatap langit-langit yang sudah mulai dipenuhi dengan sarang laba-laba. Pandangannya kosong, pikirannya mengawang, ia bahkan sudah tidak peduli dengan bau dari sisa-sia yang bercampur dengan bau tubuhnya yang sudah 3 hari sejak terakhir ia mandi.
Ditengah pelamunannya yang seperti tiada akhir, samar samar ditengah orksetra malam yang sendu, ia mendengar suara perempuan di telinganya.
“Dari dulu aku mau naik kereta, terus nanti di setiap stasiun aku tulis ceritanya di buku, pasti seru.”
Suara tersebut mulai menghantui dirinya lagi. Seperti sebuah bisikan yang terlalu dekat, tetapi tidak dapat diperintahkan untuk berhenti.
“Kamu mau ikut kan? harus mau ya ?”
Kali ini suara tersebut menggema memenuhi dapurnya.
“Kita mulai dari sini, lalu kita naik kereta sampai Yogya”
Suara tersebut membuat kepalanya serasa berputar.
“Wah aku sudah tidak sabar”
“Kamu akhirnya mau ikut, syukurlah”
“Diam, tidak, diam!” , kepala pria itu serasa mau meledak
“Aku mau nabung dulu, kamu juga harus siapin bekal”
“Ini bukunya, nanti kita tulis disini”
Tangannya mengambil kursi yang didudukinya, lalu melemparkannya ke tembok, menghasilkan suara dentuman keras yang membuat suara jangkrik tiba-tiba berhenti. Hening, sepi, dan tiba-tiba hilang,begitupun suara dari perempuan tadi. Dalam sepi yang mendadak tersebut, kepalanya kembali pening, ia lalu kembali ke kamar, mengambil sebuah buku usang, sambil memasukkan pakaian ke dalam sebuah tas besar.
Ia tahu apa yang harus dilakukan besok pagi.