bedtime-talk: bersabar dan bersyukur
Selain melatih ibra untuk menyatakan perasaan emosi berupa senang atau sedihnya, saya juga mulai melatih ibra untuk rasa sabar dan syukurnya. Sudah sering bilang soal sabar dan syukur, tapi pengen tahu ibra sebenarnya paham atau tidak dengan hal tersebut, makanya diniatkan setiap hari selain bertanya senang atau sedih, sabar dan syukur juga :"D
Ibu: "hari ini ibra senang atau sedih?"
Ibra: "hmm, senang main di sekolah. Tapi ga terlalu senang di mesjid tadi. Senangnya sedikit"
*jadi kami semalam ikut shalat khusuf di mesjid*
Ibu: "ohh, karena tadi pipinya di-toel toel sama kakak di mesjid?"
Ibra: "iyaa. Ga senang ibranya"
Ibu: "oh ya mungkin kakaknya gemes sama ibra. Terus hari ini ibra sabar ga ya?"
Ibra: "sabar. Waktu main sama teman"
Ibu: "waktu main sama teman, ibra rebutan mainan ga?"
Ibu: "okee, good job masya Allah. sabar saat main sama teman itu, kalau ada yang mau pinjem, ibra gantian dulu ya sama temannya, ga rebut-rebutan?"
Ibra: "iya bu. Kalau dulu, ibra cepat marah gitu ya bu kalau ada yang merebut mainan? ", katanya berkisah mengenang waktu dulu :"D
Ibu: "iyaa, tapi sekarang sudah semakin pintar ibra sabarnya. Oh ya, terima kasih tadi ibra sabar juga saat shalat isya berjama'ah sama ibu yaa, ngikutin sampai terakhir"
*jadi, kadang2 ibra bisa fokus saat shalat berjama'ah, kadang gabisa. Yang ada shalat sendiri selesai duluan :"D*
Ibu: "terus hari ini ibra bersyukur ga?"
Ibra: "hmm, bersyukur. Bersyukur punya mainan. Kan ada tuh bu, yang gabisa beli mainan, soalnya uangnya ga ada"
Ibu: *meskipun bukan jawaban itu yang saya harapkan sih :"D* "iyaa Alhamdulillah, makanya ibra rawat mainannya, beresin kalau habis main"
Ibu: "hari ini kita juga bersyukur lihat kekuasaan Allah, kita bisa lihat gerhana bulan tadi, terus bisa shalat bareng2 di mesjid"
Ibra: "iyaa bu. Bulan kan ciptaan Allah, matahari juga ya bu"
Ibu: "iyaa" *pengen ngejelasin gerhana bulan ini, tapi agak agak failed karena belum menemukan bahasa yang sederhana :"D*