Semoga Ingat!
Semoga anda ingat, setiap keluhan sakit atau dingin yang anda keluhkan ke saya. Saya cuma mencegah saja kali ini, karena saya tau, saya tidak bisa menemani anda saat ini jikalau anda mengeluh sakit dan dingin :)

No title available

tannertan36
Game of Thrones Daily
occasionally subtle
Fai_Ryy

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
Mike Driver
Stranger Things

roma★
🪼
Peter Solarz
Monterey Bay Aquarium
untitled
Cosmic Funnies
KIROKAZE
Jules of Nature
Sade Olutola
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Lint Roller? I Barely Know Her
seen from Portugal

seen from Netherlands

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from South Korea
seen from Türkiye
seen from Canada

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Sweden
seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Saudi Arabia
@emirramadhana
Semoga Ingat!
Semoga anda ingat, setiap keluhan sakit atau dingin yang anda keluhkan ke saya. Saya cuma mencegah saja kali ini, karena saya tau, saya tidak bisa menemani anda saat ini jikalau anda mengeluh sakit dan dingin :)
Liburan ala Pasar Tenun Rakyat (Part 1) Seperti biasa, hari-hari saya saat ini diisi dengan bekerja untuk menyelesaikan sebuah project dari salah satu Bank terkemuka di Indonesia. Project yang mungkin sudah sering saya lakukan ketika masih aktif di organisasi kemahasiswaan hehe. Iya itu project event sejenis company goes to campus. Lumayan melelahkan dan menghabiskan banyak tenaga dan pikiran dalam mengerjakan project ini, tapi jujur ini seru! Hehe. Sudah sampai disitu aja cerit projectnya, lalu kira-kira 2 minggu yang lalu saya mendapat email yang isinya ajakan oleh project director saya untuk berlibur di jogja (ternyata dia tau kalo anak buahnya pusing.. Hehe) dan dengan senangnya saya bilang oke dan terima kasih sudah diajak liburan ke jogja. Eits, ternyata liburan kali ini gak sekedar liburan biasa. Liburan kali ini liburan yang ternyata luar biasa. Saya diajak untuk liburan di jogja dengan mengikuti kegiatan Pasar Tenun Rakyat yang diadakan oleh Dreamdelion. Sudah sejak awal saya merasa excited ketika diberitahu kalau kita liburan disana. Gimana gak excited, liburannya itu live in di sebuah dusun di jogja hehe. Singkat cerita, hari jumat malam (22-04-2016) saya berangkat bersama teman saya yang dari surabaya naik kereta malioboro ekspres ke jogja. Saya sampai jogja jam 4 pagi dan menunggu berkumpul di terminal abu bakar ali jam 9 pagi (lumayan nunggu 5 jam hehe). Akhirnya sekitar jam 8 saya dan teman saya yg dari surabaya bertemu dengan team lainnya. By the way, mungkin lebih asik kalo saya sebut nama-nama team saya yg ikut. Team project yang bisa ikut liburan kali ini da 4 orang, pertama saya yang berasal dari malang, lalu arkha teman saya dari surabaya, vita teman saya dari semarang, dan annisa si bosgengs alias project director saya yang dari jakarta. Keren kan kita dari segala penjuru hehe. Singkat cerita lagi, sekitar pukul 9 pagi kita dijemput panitia menggunakan bus dan ternyata banyak yang mengikuti acara Pasar Tenun Rakyat ini Yeay! Setelah melakukan perjalanan sekitar 1 jam akhirnya rombongan pun sampai di dusun sejatidesa, desa sumberarum, kecamatan moyudan. Asal kalian tau, ketika rombongan sampai dilokasi, kita disambut oleh arak-arakan warga setempat. It's amazing moment! Dan ketika sampai joglo (balai dusun) ternyata kita disambut oleh pejabat daerah dari kepala dusun sampe kepala dinas pariwisata kabupaten sleman pun hadir. Cool! Akhirnya dimulailah acara pembukaan Pasar Tenun Rakyat yang diisi sambutan, tari, dan gak ketinggalan ada gamelan hehe. Dan yang makin bikin jatuh cinta lagi, disaat pembukaan peserta disuguhi jajanan pasar tradisional. Rasanya enak banget makan jajanan itu karena lumayan lama gak makan jajanan pasar hehe. Singkat cerita, akhirnya pembukaan seleasai dan akhirnya peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan didampingi LO. Mau tau kelanjutan ceritanya? Kita lanjutkan besok ya!
KELAK
“Atas jarak yang memisahkan kita saat ini Bersabarlah lebih lama lagi Kelak, akan selalu aku yang kau temui Saat kau pertama kali membuka mata di setiap pagi.”
Jangan mengeluhkan saat ini Kau tahu, kita memang belum saatnya bersatu Jiwa dan raga Kelak nanti pasti ada saatnya
Jangan menjadikan saat ini alasanmu selalu bersedih hati Jadikanlah masa depan sebagai motivasi Kelak nanti, kan kubuat kau selalu tersenyum setiap hari
Jangan mengawatirkan raga yang terpisah ribuan kilometer jaraknya Jangan.. Karena itu berarti kau meragukan Tuhan Atas kuasaNya dan kepastianNya Cukuplah saja kita percaya padaNya
Jangan menanyakan perihal masa depan Justru masa kini kita adalah jalan menuju ke sana Jalani sebaik-baiknya agar masa depan bisa baik-baik saja Kelak, tak akan ada lagi keresahanmu perihal ini dan itu Sebagian akan terbagi bersamaku.
Medan, 25 Januari 2016
- Tia Setiawati
Spend more time with people who bring out the best in you, not the stress in you.
Unknown (via onlinecounsellingcollege)
Rasa sayang termahal yang bisa kamu dapatkan dari pasanganmu adalah kebebasan. kebebasan dalam berdiskusi, kebebasan dalam berpikir dan bertukar pikiran, kebebasan dalam menjalani apa yang sudah menjadi pilihanmu. Ya, kebebasan yang bertanggung jawab. Kamu tau mengapa? Itu artinya dia percaya padamu. Percaya bahwa kamu akan baik-baik saja dengan segala kebebasan yang tetap bertanggung jawab pada pilihan yang telah kamu ambil. Kepercayaan itu mahal harganya. Maka ketika dia membebaskanmu atas segala mimpimu, berterima kasihlah padanya.
15/366, 2016 (via marisasugangga)
Kalau kamu ingin nilai 100, maka berusahalah sesuai dengan hasil yang anda inginkan. Karena nilai 100 tidak datang tanpa usaha.
Sebuah pilihan
Pilihan selalu menjadi kata yg membuat kita berpikir keras. Pilihan selalu membutuhkan waktu untuk berpikir bahkan data pendukung yang valid agar kita benar-benar jernih dalam memilih pilihan itu. Namun, pilihan tidak selalu tentang benar atau salah. Tetapi pilihan sering muncul dalam bentuk memilih yang terbaik. Tentunya memilih yang terbaik dalam waktu, situasi dan kondisi yang tepat pada saat memilih pilihan tersebut. Jadi jangan pernah menyesali sebuah pilihan, karena hakikatnya hidup adalah sebuah pilihan. Bijak-bijaklah dalam memilih sebuah pilihan. Selamat malam, Emir Ramadhana Putra
Gak sengaja ketemu gambar ini pas diminta cari data sama tio. aaak sudah 3 tahun berlalu pemilwa itu. pengalaman yang luar biasa, hampir menang banyak tapi ada acara rusuhnya. tapi kalo sudah ditakdirkan tetap menang kan ya? hehe. kangen momen ini, semoga menjadi pengalaman hidup yang bermanfaat untuk kedepannya. Amiiin Ya Rabb
Pendidikan berkeadilan, bisa disebut "pendidikan untuk semua" kah?
<
p>Selamat dini hari dunia per-tumblr-an, sudah lama rasanya tidak menulis yang berat-berat. Dini hari ini saya kembali mencoba menulis apa yang sedang saya pikirkan saat ini. Mungkin tulisan yang agak sok tau banget, jadi bisa banget untuk didiskusikan dan diperdebatkan.
Langsung kita mulai saja, judul yang saya ambil memang sangat absurd dan membingungkan, sama seperti yang sedang saya pikirkan. Saya punya pengalaman bekerja selama 8 bulan, dari pengalaman itu saya menemukan suatu fenomena yg cukup menarik dimana saya melihat bahwa pada saat ini banyak lulusan S1 yang bekerja diposisi yang bisa dibilang "terlalu rendah" dengan titel sarjananya. Kenapa saya bisa mengatakan seperti itu, karena fenomena yang muncul saat ini banyak lulusan S1 yang bekerja hanya sebagai pelaksana saja. Contoh gampangnya, seorang lulusan S1 hanya menjadi petugas input data di kantornya. Bukannya itu bisa dikerjakan oleh lulusan sekolah menengah dengan diberi ketrampilan tentang komputer? Lalu dikemanakan potensi "analisis" seorang lulusan S1? Lain cerita, saya punya seorang teman dekat seorang lulusan S1 komunikasi. Dia bekerja disebuah stasiun televisi swasta yang sedang nge-hits dikalangan anak muda. Dia berada di bagian kreatif di sebuah acara di stasiun televisi tersebut, namun yang banyak ia lakukan adalah liputan di lapangan, sesekali membuat script untuk host acara tersebut, dan pulang dini hari untuk mengedit hasil liputannya. Yang menjadi pertanyaan saya, dikemanakan potensi "analisis" seorang lulusan S1 dipekerjaan tersebut? Bukankah itu cukup dilakukan oleh lulusan diploma broadcasting? Saya tidak pernah mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut ke teman dekat saya itu. Karena saya yakin pasti dia sangat tidak setuju (sotoy) hehe. Balik lagi, hanya kemampuan seperti itukah yang dibutuhkan oleh industri dari seorang sarjana S1?
Dari alasan-alasan yang saya kemukakan diatas, saya membuat suatu hipotesis bahwa saat ini Indonesia kelebihan lulusan sarjana S1 untuk menempati pos-pos pekerjaan yang ada di negeri ini. Kelebihan lulusan S1 inilah yang membuat lulusan S1 harus mendapat pekerjaan yang sebenarnya cukup dikerjakan di level lulusan sekolah menengah atas. Berarti ada yang salah dalam sistem pendidikan di negara ini. Fenomena-fenomena tersebut muncul karena adanya salah kaprah dalam pendidikan kita. Pendapat pribadi saya, bagi pemerintah saat ini hanya mengedepankan "pendidikan untuk semua" bukan "pendidikan berkeadilan". Subyektif saya, pendidikan berkeadilan bukanlah pendidikan untuk semua. Pendidikan berkeadilan adalah dimana tiap-tiap warga negara mendapat pendidikan sesuai dengan kualifikasi yg dimiliki warga negara tersebut. Jadi saya sangat mempertanyakan kenapa ada banyak perguruan tinggi di negara ini? Atau kenapa ada sebuah perguruan tinggi negeri yang menambah kuota mahasiswa barunya?
Dari uraian diatas saya mengambil kesimpulan yang cukup menarik, bahwa untuk memasuki perguruan tinggi selain diharuskan memiliki kompetensi yang tinggi, juga diharuskan memiliki biaya yang tinggi. Biaya yang tinggi ini yang kemudian bisa digunakan oleh perguruan tinggi untuk membangun sarana dan prasarananya sehingga menghasilkan lulusan S1 yang sangat berkualitas. Dan peran pemerintah adalah membiayai warga negara yang memiliki kompetensi tinggi namun tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pendidikan yang tinggi tersebut. Sisanya, ya silahkan bersekolah sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya hehe..
Ya mungkin seperti itulah yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah jikalau paradigma yang digunakan masih "lulusan pendidikan tinggi disiapkan untuk memasuki dunia kerja" saja. Secara tidak sadar sebenarnya "harga" lulusan S1 melebihi standar yang digunakan sekarang, tapi apa boleh buat karena posisi yang diambil lulusan S1 hanya sekedar pelaksana, ya banyak yang diberikan "harga" yang lebih murah dari sebagaimana mestinya.
Ya seperti itulah yang sedang saya pikirkan saat ini, saya yakin sangat banyak celah yang bisa didiskusikan dari tulisan saya ini. Saya sangat welcome untuk berdiskusi. Karena saya tidak pernah menutup kemungkinan untuk tidak sepakat dengan tulisan saya :).
Selamat dini hari!
Yang Kedua
Sudah untuk yang kedua kalinya saya harus mengambil keputusan seperti ini, walau memiliki latar belakang yang berbeda dengan keputusan beberapa tahun yang lalu, namun keputusan ini tetap memiliki alasan yang sama. "Dia berhak hidup lebih bahagia" . Logika yang sama masih saya gunakan dalam keputusan ini. "Saya hadir bukan untuk sebuah drama yang pada akhirnya membebani dia". Lebih baik saya melihat dia hidup lebih bahagia, walau bukan bersama saya. Karena kebahagian dia lebih penting dibanding kebersamaannya dengan saya. Memang cukup naif sekali saya berpikir seperti itu, tapi ya seperti itulah cinta, kadang logika tidak bisa dimengerti. Suatu saat nanti saya yakin pasti saya akan merasakan penyesalan karena sudah mengambil keputusan seperti ini. Tetapi, saya jauh lebih yakin rasa penyesalan itu akan sangat terobati ketika melihat dia bisa bahagia dengan hidupnya. Terima kasih atas segalanya, saya yakin dia bisa lebih bahagia dikemudian hari.
Aku hanya bisa berdiam diri untuk saat ini demi memantaskan diri ini untukmu.
Detak jantung ini selalu berpacu lebih cepat ketika bersamamu. Iya, hanya bersamamu.
I don’t love you. No. But i like you very much. I like the way why i like you while i never meet you in person. I like the way you make me feel comfort. I like you are different from me. I like you and i don’t have any idea why. You know i’m here and so far away from home. And you can make me feel like i’m home already. God i am so thankful i have known you for a week.
(via ayudyahpermatasari)
Cowok itu konsisten. Makanya jangan sekali sekali ngetes ngetes doang. Soalnya sekali lo ngetes, trus feed back nya ga sesuai sama harapan lo, ntar lo nya sendiri yang panik.
Yah, penyesalan selalu di belakang. (via ayudyahpermatasari)
Tuhan, jika ia memang ditakdirkan untuk ku, dekatlah hatinya untuk ku. Dan jadikanlah kami pribadi yang lebih baik untuk menjalankan ibadahmu
Rasa
Tidak pernah sekalipun aku menyesal karena mengenalmu. Tidak pernah sekalipun aku menyesal karena jatuh hati padamu. Tidak pernah sekalipun aku menyesal karena berjuang untukmu. Tidak pernah sekalipun aku menyesal karena selalu menyelipkan namamu dalam doaku. Karena kamu, aku kembali merasakan hidup.
I Know You're Good People
Since three months ago, when i met you for the first i know you're good people. Maybe it's looked ridiculous because i didn't know you before and your background. But, i believe it.