Kenapa kita harus menerima, jika ada satu hal di dirinya yang tidak bisa kita terima? Tersebab waktu yang seolah sudah habis padahal tidak, keluarga yang memaksa-maksa, society yang berisik.
Kenapa kita mengorbankan idealisme kita untuk menerima sesuatu yang bertentangan, ketika dikalibrasikan dengan nilai-nilai yang kita pegang, semuanya tidak sama.
Kenapa kita harus menjalani sesuatu yang tidak memberikan kita dua hal yang selama ini kita perjuangkan dalam doa, kebahagiaan dunia dan akhirat?
Kenapa kita seolah-olah dipaksa harus mengejar salah satunya saja, entah akhiratnya saja, entah dunianya saja.
Kapan kita menyadari bahwa kita punya daya untuk menentukan arah hidup yang kita inginkan, menjadi pribadi yang bertanggungjawab pada sang pencipta. Menjadi utuh, menjadi pribadi yang penuh kesadaran bahwa hidup ini hanya ibarat mampir berteduh dari hujan, sementara sekali.
Dan sampai kapan kita akan mengorbankan waktu yang sangat sementara ini dengan hal-hal yang jauh dari impian kita untuk membangun iman yang pondasinya telah kita tanam.
©kurniawangunadi












