bukan menggebu-gebu. hanya ingin menenangkan, menyenangkan.

No title available
No title available
taylor price
DEAR READER

tannertan36

Kiana Khansmith
dirt enthusiast

pixel skylines
NASA

PR's Tumblrdome
almost home
Keni
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Origami Around
AnasAbdin
TVSTRANGERTHINGS

❣ Chile in a Photography ❣
wallacepolsom

Janaina Medeiros

No title available

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Arab Emirates

seen from Germany

seen from Switzerland

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from Japan
@fantasycrisis
bukan menggebu-gebu. hanya ingin menenangkan, menyenangkan.
terdistrek.
“Say Yes” dari Loco dan Punch sukses bikin aku melipir ke halaman Tumblr. Niatnya cuma nulis hal kecil, ternyata yang keluar justru sesuatu yang udah lama mengendap di kepala.
Di satu hari yang padat banget, tiba-tiba ada direct message masuk lewat Instagram. Dari akun tanpa foto. Postingan nol. Followers nol. Following nol. Paket lengkap ciri akun palsu yang entah sejak kapan jadi pemandangan biasa di media sosial.
Dan, dengan segala kecurigaan itu, aku tetap membalas. Cegil ha?.
“Salam kenal,” katanya.
Btw, pembukaan MPP itu satu tahun lebih ke belakang.........
Jujur aja, aku parno. Terlalu banyak cerita kejahatan yang bermula dari ruang-ruang kecil bernama direct message.
Aku jadi ingat satu pendengar setia program radio yang pernah menandai akun Instagram, sekitar dua tahun lalu. Setelah aku lihat lebih jauh, isinya penuh kutipan—semuanya atas namaku. Aneh. Nyeremin, karena gimana kalau suatu saat dia buat kalimat kontroversi atas nama aku?.
Lalu pikiran lain ikut nyelip: gimana kalau akun yang sekarang selalu memantau akun aku ini perempuan?.
Entahlah. Di antara rasa ingin tahu dan waspada, aku cuma diam sebentar, ngebiarin notifikasi itu menggantung. Kadang, hal paling sederhana memang cukup untuk bikin kepala ramai.
Yuk lanjut bikin dokumen ah~
.desperated
malam sehabis hujan. membuka laptop dengan perasaan seberat gunung, entah apa. rasanya setiap otot sudah lupa tempatnya sendiri, setiap tulang berbunyi kretak-kretuk karena dipaksa bergerak menuju meja kamar, tempat laptop ini lama tertutup tanpa disentuh.
mengetik jadi upaya terakhir untuk menyusun kembali bab demi bab dalam kepala. mana yang pantas jadi prolog? ini atau itu? ini dan ini? lalu itu menyelip di antaranya. bingung. tidak ingin hidupku terdengar seperti cerita kesepian perempuan awal usia 28. tidak juga ingin jatuh ke pola teenlit, masa ketika menyusun playlist untuk menemani membaca adalah puncak kebahagiaan. aku udah tidak di fase itu lagi. udah terlalu banyak yang kubaca dari hidup, terlalu banyak luka yang kuobati sendirian. terlalu sedikit bahagia yang benar-benar terasa. terlalu sedikit…
ah. dewasa memang sering membuat kita jadi manusia yang kuantitatif. semua diukur. semua dinilai. semua harus punya capaian. ditambah lagi kehadiran raksasa virtual yang memaksa kita menonton kehidupan orang lain, padahal siapa tahu kebahagiaan itu cuma ilusi, bertahan dalam hitungan feed, atau sepanjang durasi story yang diunggah per hari.
dan sialnya, aku ikut jadi korban kebahagiaan semu itu. skenario bahagia yang ditampilkan orang lain malah berubah jadi kesepianku sendiri.
bertambahnya usia membuat lingkaran sosial makin mengecil. mungkin semuanya akan lebih ringan kalau aku udah punya partner in life...soulmate, doi, atau entah apa sebutannya yang bisa diajak menghadapi hari-hari. ha, pada akhirnya pola teenlit juga kan?.
aku melewati banyak malam dengan memutar ulang waktu, mencari langkah mana yang salah sampai aku merasa sekesepian ini.
dan tak sedikit hari dimulai dengan menangis diam-diam di kamar mandi, menyesali setiap kesempatan baru dengan orang yang baru. kenapa dulu aku tidak mencoba jatuh cinta lagi? kenapa orang yang datang tidak pernah benar-benar cocok? kenapa selalu ada takut setiap kali harus memulai?.
menurut kamu, aku banyak berubah atau engga?.
sedang merasa, aku banyak berubah menuju hal yang jauh banget dari versi dulu. entah baik, entah buruk. aku susah menilai.
yang pasti, banyak hal beragam kini mengerucut dalam satu fokus duniawi. apa ya, yang bikin aku pincang?.
seperti ada satu langkah yang seharusnya ga aku lewatin. seperti, ada satu bab tertinggal yang seharusnya aku baca ulang untuk menemukan.
menemukan apa?.
Puisi random tanpa makna hasil banyak kepala🤣👇🏻
Mencari Enur
Aku sebenrnya ingin banyak menulis,
hitam, merah, kelabu, menulis antara jarak dan jeda,
Tapi tanganku tak kuat untuk menopang sebuah pena,
sekali kutulis, luruh semua baha dan gia,
Di balik itu semua ada rasa lelah dan nikmat,
tapi keras matamu kuatkanku memegang pena, kan?,
Itulah yang disebut dalam gelap ada secercah sinar,
sinar yang mengangkasa, melebur subur, hingga tak kutahu kemana,
Pikiran melayang tak tentu arah,
namun Tuan dan Nyonya, bolehkah kali ini aku melebur?
penaku butuh arah,
jiwa lelah mencari nur
Perjalanan Pulang Paling Diingat Dalam
Tiba-tiba perutku mual. Hampir muntah kalau tidak kukeluarkan angin melalui sendawa yang terasa hambar. Ingin menepi sebentar, tapi aku tahu tujuan lama berdiam sejak itu. Tak bisa menunggu lagi, dia bilang.
Sampai di sana, ku hitung satu per satu orang yang memang berterima kasih untuk setiap baha dan gia. Untuk setiap nyata dan asa. Ternyata tak ada, semua sudah membaca teori. Bahwa yang jahat adalah dia yang beda. Yang beda adalah dia yang jahat.
Kususun ruang menjadi kotak kata. Kusampaikan penuh harap agar topeng-topengnya terbuka membara, agar nyali tak hanya berisi kewajiban yang harus terisi. Tulusnya, ikhlasnya, pikirannya, waktu-waktunya, dorongan-dorongannya, materinya, niatnya, darahnya, masih kurang untuk membuka topeng yang jujur.
Menggunung isi perut di meja dan kutundukan kepala agar merah tak semakin menyala. Hah. Yang menyala ternyata bukan hanya merah. Semua warna kebakaran di belakang kepala. Sini, sampaikan di depan mata. Lagipula akan terkikis, manis.
1 Maret 1986 - 1 September 2024
Selamat purnabhakti, ibu cantik.
Semoga sehat selalu dan hari-hari Ibu selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Setiap langkah pengabdian Ibu menjadi jalan ibadah yang indah di hadapan Allah SWT.
Aamiin ya Buu🥹💜
Menemukan Pidul kecil di tumpukan paling bawah galeri, seperti menemukan rezeki. Dia menjadi penuntunku untuk memeluk diri sendiri setelah semua yang terjadi pada Bulan Agustus.
Be brave, Pidul. Perjalanan ini mungkin panjang, tapi segalanya akan terungkap di sana. Kamu ga akan melewatinya sendirian.
Bangga banget sama kamu yang terus berjalan meski harus merintih tapak demi tapak.
Tetap kuat ya, Pidul kecil dulu selalu memanjatkan banyak doa untuk kamu yang sekarang.
makin ibu bapak tua, makin ingin kuberikan segalanya.
•Muluk
seorang yang muluk nyaris menggapai kamu,
meraba di antara udara yang kalut,
ia cari-cari kamu di setiap kedipan sumbang,
sempat terlihat memang,
demi angin, cicak dan kebingungan,
sedang seorang yang muluk itu, yang menyala dalam pejamannya, hanya mendapat malam dan ranapmu,
kasihan.
tapi memang, tugasnya kan tinggal bertahan,
sisanya, adalah harapan.
.Teruntuk Gadis Kecilku
Senyumanku mengembang,
ketika celotehanmu menggelitik telinga,
menghibur orang-orang sebagai pekerjaanmu,
lembut, bijaksana, bermakna.
Gadis kecilku,
rasanya baru kemarin
suara lucumu terdengar
ketika kamu bercerita
tentang isi buku yang baru saja kau baca.
runtut penuh semangat,
aku pun harus mendengarkan dengan seksama.
bila tidak, kau katakan aku sombong.
aku pun tersenyum kembali
sekarang pun suaramu
masih kudengar dengan tekun
walau suaramu jauh
tau kau ketahui
aku berharap,
suaramu masih lama kudengar,
dalam sisa usiaku.
-sebuah puisi ibu yang ditulis ketika aku bersiaran. pada bait terakhir, gak sanggup baca.
allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shogiira.
aamiin.
Hidup Lagi Cape-capenya,
Plot twist di awal September yaitu, ketika tiba-tiba Pak Yopi ngeliatin chat dari BKPSDM harus ngambil SK mutasi. Aneh juga, mutasi tanpa promosi. Sebuah kondisi yang bikin aku mati gaya bingung merespons saking kagetnya.
Lalu, pada Hari Radio Nasional, 11 September 2023 diumumkan secara resmi mutasi Pak Yopi ke kantor belakang dengan jabatan baru.
Jadi ingin flashback ke belakang. Dulu pas pertama kali diangkat aku selalu dibimbing sama Pak Yopi. Ngebantu adaptasi dari dunia swasta ke pemerintahan, bersikap sebagai ASN, cara koordinasi, mengurus administrasi, bahkan kiat-kiat perihal tupoksi diri sendiri dan menyikapi sebuah masalah serta cara efektif menyelesaikan. Hal kaya gitutu, gak bisa aku dapatkan dari regulasi teks book, dan sangat berharga.
Bersyukur banget dikasih sosok rekan kerja kayak Pak Yopi di awal karir aku sebagai ASN.
Ini tugas liputan pertama kali ke Rumah Dinas bareng Pak Yopi. Kebiasaannya dari dulu selalu bilang depan siapapun utamanya para pejabat: mun teu aya Teh Pida mah Yopi teu kabayang atau Alhamdulillah gaduh Pranata Siaran satu-satuna di kota urang. Dan sebagainya.
Pak Yopi selalu ngehargain, apresiasi sekecil apapun kontribusi kita ke kerjaan. Ada becandanya, ada seriusnya. Bisa baca ritme kerjaan dan tahu kapan menempatkan diri. Apalagi berdiplomasi pas lagi koordinasi, duh, pengen banget bisa kaya gitu. Paham terus kondisi aku tanpa harus cerita, empati 1000 persen.
Makanya pas dimutasi, semua orang yang merasakan peran Pak Yopi untuk radio itu nangis semua.
Tapi people come and go ya, Pak?. Meskipun sama kaget juga. Usai 25 tahun mengabdi, ini kanyaah Allah untuk Bapak dengan segala rencana baik dibaliknya. Jujur, Pak Yopi seorang tapi berasa hilang banyakan.
Gak ada yang seberjuang itu buat temen-temen non ASN selain Pak Yopi. Soalnya bukan rekan kerja, tapi udah part of keluarga.
Seneng campur sedih.
Terima kasih Pakyop, untuk segala hal✨
Meski banyak kurangnya,
Sumpah.
Aku berusaha.
Kalimat ulang tahun dari Ibu untuk Bapak!🫶🏻
Karena ketenangan, adalah nikmat.
Kalau kurengkuh dunia,
Akan kupastikan kamu menjadi pemilik untuk seribu abad,
Jariku bahkan tak bisa menghitung berapa awan dan laut yang bisa kamu punya,
Kuberikan canvas juga jika kamu ingin mengubah garis-garis yang dirasa terlalu bengkok,
Tapi tiba-tiba saja kamu bilang,
Nona dengan senyum jingga…tempat favoritmu bukan hanya tentang dunia,
But a way of,
Understanding the world.
Ketika yang lain udah punya anak dua, w masih ngoleksi cincin manik-manik🙂