Hijrah adalah perpindahan dari satu keadaan ke keadaan yg lebih baik. Hijrah menurut istilahnya, berarti meninggalkan semua larangan2 Allaah, mulai memperhatikan ‘lagi’ apa saja yg diperintahkan, menjalani semuaa kehidupan dengan lebih hati2, berserah diri sama Allah.
Terkadang orang2 menyimpulkan orang yg berhijrah sudah ALIM, sudah WOW lah pokoknya dalam hal agama. Padahal, ternyata engga. Pernah ga kalian baca tulisan atau artikel, 3 tahapan orang hijrah (belajar agama) dari Umar bin Khatab:
1. Ketika baru belajar ia merasa sombong
2. Setelah belajar ia merasa rendah hati
3. Setelah belajar lebih dalam lagi, ia merasa tidak ada apa2nya
Begitulah sejatinya orang baru berhijrah.
Kalian sudah sampai tahap mana ?
Hijrah seseorang adalah suatu pembaruan, belajar dr awal lagi. Pasti banyak pertanyaan yg timbul. Apa sih Islam? Bagaimana sih Islam? Saya yakin, temen2 ketika baru hijrah, pasti ingin tahu lebih dalam lagi segala hal yg terkait dg agama ini.
Sejatinya kita semua memang sedang berhijrah sampai saat ini pun. Karena hijrah adalah belajar, dan belajar adalah tiada habisny, selalu kita temukan suatu yg baru lagi, yg baru lagi setiaapp hari. Maka dari itu, begitu pentingnya sebuah informasi yg masuk k dalam otak kita, agar selalu menerapkan hal2 baik dalam kehidupan sehari2.
Jangan heran juga, kenapa kbnykan dr kita sadar ketika masuk usia remaja ? Ternyata Allaah sudah jelasin di dalam Al Quran. Pemuda lebih cepat sadar akan perubhn lingkungn terdapat daam surat Al Kahfi ayat 13.
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”
Nah sekarang, apa sih yg harus kita pelajari saat baru berhijrah ?
Aqidah adalah keyakinan penuh kita pd Allah. Kita hendaknya mengenali dulu siapa Allah. Ibaratnya, kita tinggal di rumh nenek kita nih. Tp kita ga deket sm nenek kita, kita ga kenal nenek kita. Apa bisa nyaman tinggal di rumahnya? Apa bisa kita manja2 ke dia? Tentu engga kan.
Ibaratnya lagi, ada orang ketemu kita di jalan. Kita ga kenal. Tiba2 dia minta duit berjuta2, apa kita mau kasih? Padahal kalo seandainya kita kenal dekettt, seenggaknya kita bisa usaha lah bantu dikit2. Tp ini ga kenal sama sekali. Siapaa kamu? Gitu kan.
Sama hal nya hubungan kita dg Allaah. Kita hidup di dunia, punya orang tua, punya rumah, punya mata, punya hidung, tp kita ga kenal pencipta kitaa siapaa?? Kira2 apa mau kita bersyukur? Wong yg nyiptain aja ga kenal kok,
Beda loh, rasanya kenal dan ga kenal Allah :). Tandanya apa? Tandanya, dilihat dr seberapa rasa syukur kita. Jika kita masih merasa kurang dg kehidupan kita, itu tandanya kamu belum kenal Allah. Kenapa? Karena Allaah Ar-Razaq, Maha Pemberi Rizki. Itulah pentingnya kita memahami sifat2 Allaah, Asmaul Husna. Yuk kapan2 kita mengkaji Asmaul Husna,,
Daaan saya pun baru menyadari hal itu akhir2 ini. Awalnya ketika hijrah yg sering kita rubah adalah maslah pnampilan. Apakah salah?! Ya engga dong. Setiap perubahan ke arah lebih baik itu semuanya BAIK.
Kita harus perhatikan penampilan kita, karena Allaah menyukai keindahan.
“Innallaha jamil yuhibbul jamal”
“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (Hadist Shahih Riwyat Muslim)
Ini lo, islam itu rapih lo, bersih, cantik gitu. Tp jngan lupaa adab kita juga harus bgus. Karena belajar adab juga hal yg sangatt penting. Lihat bagaimana para ulama dulu mempelajari masalah adab.
“Aku belajar ilmu 20 tahun dan beljar adab selama 30 tahun” -Ibnu Sirin-
Semua butuh proses, bertahap dan kita juga ga boleh menjudge orang dr penampilannya saja. Bisajadi orng yg kerudungny lebih pendek dr kita, malah lebih banyak ilmunya dr kita, mungkin mereka belum tersentuh dalam hal penampilan fisik, tp tersentuh terlebih dahulu dalam masalah mencari ilmu, bermajelis dsb. Karena sesungguhnya kita gatau amalan mana yg diterima Allaah,.
Inget juga, yg Allaah liht itu bukan penampiln fisik kita, melainkan hati dn amalan kita.
Tp bukan berarti kita mengabaikan penampilan kita, apalagi kewajiban berhijab yg udh ada di Al Quran, semuanyya perintah Allaah, itulh pentingnya kita baca Quran dan mengkajinya., karena Allaah juga mencintai keindahan.
Misalnya ajal kita besok, tinggal sejengkal lagi nih masuk surga, sedangkan kita melakukan amalan penduduk neraka hari ini, batal lah kita masuk surga. Na’udhubillahi mindhalikk.. sadarlah bahwa kita selalu merasa diawasi Allaah..
Namanya hidup yah, Kita mau naik kelas pasti ada ujian, selalu dikasi ujian. Ga mungkin ujuk2 langsung rangking 1, langsung lulus dg nilai sempurna. Nah apalagi ini, Allaah ngasihnya surga loh, ga main2. Mungkin skrg kita masih ga kebayang surga itu gimana sih? Mungkin keindahan dalam pikiran kita hanya sebatas bukit2 di New Zealand. Tp ternyata, keindahan surga itu ga pernah sedikit pun kita temui di dunia dan masuk nalar manusia.
Jangan menjadi orang kebanyakan, beruntunglah mereka orang2 yg terasing
Pilihan2 kita di masa lalu dapat menjadikan kita yg skrg, sedangkan pilihan kita yg sekarang menentukan masa depan. Kalo kita ga mau berubah, ya gitu2 aja.