The Meaning of Friendship *part 3
Dan hari ini tadi, tepatnya 2 hari setelah aku sedang dibakar rasa penyesalan karena memblokir teman baikku sendiri dan hati yang masih "sakit", aku mengikuti perkuliahan agama Islam II pertemuan pertama di semester 8.
dr. Lestari selaku dosen pada matkul hari ini (secara tidak sengaja saat menjelaskan "Prinsip-Prinsip Agama", Hubungan Manusia dengan Manusia) membuatku tersadar akan satu hal yaitu TITIPAN. Aku tahu bahwa ini mungkin petunjuk dari Allah, bahwa selama ini ada persepsi dan perasaan yang HARUS DILURUSKAN. Kata beliau begini
"Hidup tuh jangan terlalu gampang dibuat baper. Jangan dibuat stress akan apa yang bukan menjadi milik kita. Ingat lagi tujuan hidup kita di dunia itu apa ?! Sebagai hamba Allah yang mengabdi kepadaNya dan sebagai khalifah di muka bumi. Oke?
Maka, apapun yang saat ini ada di hadapan kita, JANGAN PERNAH MERASA MEMILIKI, Semua itu HANYA TITIPAN dari Sang Pencipta. Titipan yang harus kita jaga baik² dan rawat baik², LANTAS jangan sampai membuat kita terlena sehingga membuat diri baper (yang tak berkesudahan) atas kehilangan apapun (atau kehilangan seseorang) yang mungkin "berarti" dalam hidup kita, atas masalah yang timbul akibat seseorang yg kita anggap sebagai "milik kita". Serahkan saja sama Allah Sang Maha Pemilik Dunia ini."
Yaa.. saat itu lah, aku sadar, bahwa sahabatpun hanyalah titipan. Titipan yang indah dari Sang Maha Indah. Titipan yang harus di-manage dengan baik agar hubungan tetap selalu baik. Titipan yang Allah kasih agar kita bisa saling bekerja sama dan mengingatkan dalam kebaikan satu sama lain.
Semua masalah dan arti persahabatan yang baru aku temukan saat usia kepala dua pun, tidak ingin aku lewatkan begitu saja. Aku jadikan sebagai loncatan pendewasaan diri, sebagai suatu bentuk muhasabah bahwa diri hanyalah HambaNya yang sangat lalai akan makna hidup. Dan itu lah mengapa aku ingin menceritakan semuanya di blog ini, agar kita sama² saling mengingatkan akan KESABARAN DARI SEBUAH UJIAN itu membuahkan "BUAH" yang manis di akhir.
Semoga, siapapun yg menjadi sahabat kalian, ingat! bahwa mereka adalah titipan indahNya yang jangan gampang dibuat baper yang tdk berkesudahan. Baper gk papa lhoo.. tpi yang salah adalah tdk berujungnya kebaperan itu dan tanpa adanya muhasabah dari diri dan kemudian silakan membuat keputusan yang terbaik yaitu tetap bersamanya atau kita ikhlaskan dia pergi dengan cara yang baik.
Jaga baik2 yaaa sahabat kalian 🤗, kalau dia adalah orang baik, maka peganglah erat², ajak utk berlomba dalam kebaikan, ajak dia untuk bersama mendekat kepada Allah, dan jadikan hal itu sebagai pertemanan until jannah, insyaAllah, aamiin🥰.
Jangan sampai hal sepele bisa membuat hubungan menjadi tidak karuan. Jika ada masalah, menepi-lah sejenak tanpa membuat sakit hati sahabatmu, lalu banyak² istighfar dan intropeksi diri. Semoga Allah menjaga setiap hubungan yang kita miliki (*titipan Allah), aamiin.
Akhir dari ceritaku, insyaAllah aku akan tetap menggenggam erat my bestie, dan mencoba memperbaiki hubungan, karena memang dari awal ini adalah murni kekhilafanku atas kebaperan ku sendiri, tapi aku bersyukur karena dengan masalah ini aku diingatkan Allah akan banyak hal.
Aku harap, ada manfaat dalam tulisan ini maupun tulisan² yg lain, sebagai alarm reminder ttg apapun yang menjadi ujian dalam kehidupan yang sementara ini. Semoga Allah selalu meluruskan niat kita, aamiin
dan ini adalah salah satu ujian driNya saat² penyusunan proposal skripsi bab 2 yang belum selesai juga, padahal sdh memasuki smt 8 :"( Allah, mudahkan nggih, aamiin
Malam maghrib, 23 feb 2021. Hati yang sudah pulih atas izinNya. Alhamdulillah.