pertama, amalan kecil yang diridhoi Allah.
maka tidak aneh dengan potongan kalimat sebuah hadits, bahwa menyingkirkan duri dari jalan, adalah ibadah. kecil sukar nampak, namun besar, asal diridhoi. asal Allah suka, tersentuh dengan perbuatan itu.
sekedar untuk membalas ucapan hamdalah, dari seorang yang bersin di pesisir sungai yang dilewati, membuat seorang Abu Dawud, rela membayar dirham agar pemilik perahu mau memutar balik arah layar. siapa sangka dengan itu, keesokannya semua penumpang perahu bermimpi, melihat Abu Dawud telah membeli surga hanya dengan dirham.
dawam, kontinu, berkesinambungan, adalah jenis amal yang paling disukai Allah. tak ada ukuran volum, massa, atau turunannya. amal yang terus menerus, kata Rasulullah, walaupun sedikit. maka milikilah sebisa kita, sedikit amal andalan, setelah yang wajib selesai ditunaikan.
kedua, dosa kecil yang mendapat murka Allah
sungguh, akan lebih berguna, dosa besar yang dilakukan manusia, jika itu mendatangkan taubat yang benar bagi pelakunya. dibanding kecilnya kesalahan, namun dipandang sebagai perkara remeh.
telah diatur dalam syariat hal hal yang menjadi perintah, menjadi larangan, diperbolehkan, dan hal yang samar, agar diperhatikan sebagai sebuah sistem dengan batasan dan kebebasan di dalamnya.
maka seperti amalan, bukan ukuran besar kecilnya dosa, namun, keyakinan akan besarnya dzat, besarnya kekuatan yang didurhakai. besarnya penguasa sistem, yang batasanNya telah dilanggar, namun tak diacuhkan, oleh pelaku durhaka, tanpa ada rasa salah, menyesal atas perbuatannya.
ketiga, manusia tersembunyi yang dimuliakan Allah
terbataslah pandangan kita. sampai tak akan nampak segala hal dalam hati manusia. seringkali tertutupi dengan indahnya busana, kecantikan rupa, kelimpahan harta, kadang dengan tutur kata, dan baiknya tingkah.
beruntunglah bahwa derajat taqwa tak akan nampak dengan profil jabatan, gelar, atau turunan, namun atqiya akhiya, orang taqwa yang tersembunyi.
maka dengan itu kita dapat memberikan pandangan yang sama pada semua manusia, tak ada rasa lebih tinggi, kekuatan yang merendahkan, atau kekurangan yang membuat tunduk. maka kejarlah peluang ketaqwaan, menuju akhir hidup kita yang semakin mendekatkan pada raihan posisi orang-orang yang dimuliakan Allah.
sesungguhnya Allah menyembunyikan ridhoNya di dalam amal amal yang diperbuat oleh manusia, dan sesungguhnya Allah menyembunyikan murkanya di balik dosa dosa yang dilakukan oleh manusia, dan sesungguhnya Allah menyembunyikan kekasih-kekasihnya di antara orang orang ramai yang diremehkan manusia.
referensi : tausiyah ustadz Salim A Fillah