Here's my half of the art trade with the wonderful @alenchikova !!! I loved drawing her snake lady Mikir <3
seen from United States

seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from Brunei
seen from Malaysia
seen from China

seen from United States

seen from Singapore

seen from T1
seen from China

seen from T1

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China

seen from Türkiye
seen from Philippines

seen from Belgium
seen from Bosnia & Herzegovina
Here's my half of the art trade with the wonderful @alenchikova !!! I loved drawing her snake lady Mikir <3
The serpent prophetess
My part of an art trade with the wonderful @alenchikova! Her gorgeous OC Mikir Inariuz. Check out her stuff! She has a lot of beautiful Kaleesh art.
Punya mulut dijaga! Jangan kalah sama pantat.
Pantat aja kalau mau kentut mikir dulu, ada yang dengerin apa ngga. Masa mulut mau ngomong ngga dipikir dulu? @naim_ku
Kalaulah seorang pemimpin besar harus memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas (hampir) terhadap segala sesuatu, maka bukankah pengetahuan, ilmu, serta wawasan yang luas pun lebih harus dimiliki oleh seorang wanita yang berkendak melahirkan sosok-sosok pemimpin tangguh?
aku
(29/06/20)
Sempat terpikirkan mengapa nasib muslim Indonesia tak se-tragis muslim2 palestina, uyghur, rohingya?
Zionis. mereka bermain dengan cantik dan secara rahasia. seperti tidak terjadi apa-apa.
untuk kali ini, sepertinya zionis menjatuhkan Indonesia lewat degradasi moral pemuda-pemuda Indonesia. karena untuk membumihanguskan rakyat muslim indonesia dipandang tidak mungkin dan terlalu memakan dana yang besar. belum lagi dengan negara2 lain yang tidak mengerti mereka. harus membuat isu-isu penutupan.
dan harapan mereka pun tercapai sekarang. moral-moral para pemuda sudah tidak ada yang waras. sudah merasa merdeka, aman, dan hidup tenang. padahal mereka sedang dibutakan oleh zionis. merasa hidup sudah nyaman dan serba ada. tinggal sedikit pemantik seperti bumbu-bumbu LGBT, pacaran, free sex, dan pergaulan-pergaulan bebas lainnya yang diharapkan menjadi hal yang biasa di indonesia untuk merusak moral pemudanya.
bedakan dengan yang terjadi di rohingya, turkistan. mereka kaum minoritas. karena minoritasnya mereka maka mudah bagi zionis untuk langsung membumihanguskan mereka. pembakaran kaum rohingya hingga harus meninggalkan tanah kelahirannya, penempatan muslim2 uyghur di camp2 konsentrasi, hingga dinding pemisah yang dibuat israel untuk rakyat palestina yang masih bertahan..
dengan begitu, terjawablah sudah pertanyaan yang akhir-akhir ini mengganggu tidurku. itulah mengapa nasib muslim bangsa indonesia tidak se-tragis muslim2 di luaran sana. karena kita mayoritas, dan para petinggi negeri ini sudah banyak yang tersusupi mereka. dan cara pemusnahannya yaitu dengan merusak dari dalam. dari aqidah, gaya hidup, hingga cara berpikir yang liberal. menjauhkan unsur-unsur agama dari kehidupan sehari-hari. hingga agama dianggap hanya formalitas belaka..
dengan begitu, secara tidak langsung muslim di Indonesia sudah musnah. baik jati dirinya maupun perawakannya. tak sedikit yang masih berani menentang agama, menyepelekan agama, menyuarakan kebebasan sebebas-bebasnya. sementara muslim di luar sana berusaha dengan gigih mempertahankan identitas muslimnya. meski harus dikejar dan dianiaya. merekalah muslim sesungguhnya.
Cinta? Manusia?
Bedanya setan dan manusia ada di potensinya untuk mencinta. Manusia rela meletakkan, bahkan menginjak logika dan harga dirinya demi cinta sehingga hilang kesombongan. Sujud pun ia laksanakan, kadang, buta saja tanpa perlu penjelasan soal apa dan mengapa.
Sujud sangat besar, luas, dalam, dan mikro maknanya. Cinta, menurutku, adalah salah satu bentuk sembahyang tertinggi seorang hamba pada Tuhannya.
Kesimpulannya, sejauh ini, dari sudut pandangku, disini letak nalar dan logika dalam menakar. Seberapa atau sejauh mana atau bijaknya bagaimana dalam mencinta. Selanjutnya, disesuaikan dengan subjek penerima.
Aku jauh dari kata perhitungan, namun ini urusan kehidupan dan ketuhanan dimana cinta adalah energi utama yang mematikan atau menghidupkan.
Rasanya ini lebih dari galau-galau itu...
.
Selanjutnya, yang paling aku takutkan, ketika mendengar tanya soal
"Man Rabbuka?"
Apa iya aku bisa menjawab sepenuh jiwa?
"Allah"
begitu?
Bagaimana jika selama ini aku salah takar dan memiliki kecenderungan yang lebih besar pada dunia? atau salah satu makhlukNya? kucing misalnya, anak misalnya, karir, harta, atau jawaban lain yang bersifat posesif pada keduniawian. Bagaimana?
.
.
Apa ini tujuan Tuhan mematahkanku berkali-kali pada berbagai macam aspek kehidupan?
Agar pecah keduniawianku, kemudian utuh jiwaku untuk mencintaMu.
Agar mulus lisanku, menyebut asmaMu. Sepenuh-penuhnya inti hidupku. Kemudian berkasih dengan segalaMu, semestaMu.
.
Mungkin, patah-patahku ini tak ada apa-apanya, dibandingkan dengan sepi-sepi ketika Kau lepas kesadaranku tentangMu.
.
Jangan lepaskan aku, biar aku lepas yang perlu kulepas dengan kuat-kuat yang Allah kasih untukku. Biar. Biar saja.
walaupun sebenarnya aku juga ingin, tentu saja, jika diberi izin.
Dasar manusia, labil, dasar aku!
Anak-anak kekinian berebut berubah untuk menjadi beda. Padahal setiap manusia, pun yang kembar, fitrahnya dilahirkan tak pernah sama. Alih-alih menjadi beda, mengapa kita tidak berusaha untuk menjadi diri sendiri?
Tidak semua akan segera paham dengan pilihan-pilihan kita. Lebih banyak pihak yang butuh penjelasan untuk banyaknya pilihan-pilihan kita. Pilihan yang kita ambil bukanlah pilihan yang berdampak untuk diri kita sendiri, tetapi untuk (si)apapun yang ada di sekitar kita, dan berhubungan dengan kita.
jangan egois, kita tidak hanya hidup sendirian.