Tidak, aku tidak menyesal pernah mencintaimu. Aku hanya sedikit kesal karena pernah percaya bahwa kau juga merasakan hal yang sama.
(via mbeeer)
So, please just leave me now
$LAYYYTER

pixel skylines

ellievsbear
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available
Monterey Bay Aquarium
NASA
art blog(derogatory)
KIROKAZE
occasionally subtle
untitled

shark vs the universe
I'd rather be in outer space 🛸

gracie abrams
Fai_Ryy
Noah Kahan
EXPECTATIONS
Mike Driver
d e v o n
🩵 avery cochrane 🩵

seen from Malaysia
seen from Indonesia

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Togo

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from Brazil
seen from Netherlands
seen from Nicaragua
seen from Uzbekistan
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from Singapore
seen from Ukraine

seen from South Africa
seen from Ukraine

seen from Netherlands
@fatmaazzahra-blog
Tidak, aku tidak menyesal pernah mencintaimu. Aku hanya sedikit kesal karena pernah percaya bahwa kau juga merasakan hal yang sama.
(via mbeeer)
So, please just leave me now
Rasanya begitu mudah setiap impian yang diinginkan tercapai dan bahagianya aku bisa mengatasinya. Tetapi dibalik itu semua, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa ku atasi. yaitu tentang kerinduan yang datang tiba-tiba menyiksa sesak di dada. Bagaimana bisa ini terjadi, kuatkan diri ini ya Rabb.......
Sejak saat itu bagiku Cinta ibarat jaring laba-laba diantara dua bunga, dekat satu sama lain; Menjadi lingkaran cahaya tanpa awal tanpa akhir, Melingkari apa yang telah lahir dan memupuk selamanya untuk merengkuh yang akan hadir. ~Nasihat Jiwa, Kahlil Gibran Yeaayyyy, Alhamdulillah done. Smoga berkah ya perjuangan dan ilmunya. Terimaksih untuk teh @ressarere @qoryyan dan bapak saiful Amien. Teman-teman @bemfkipumm jugaaa 😊😊 (at Malang)
Seolah tak merasa
Kuharap perpisahan ini hanyalah sementara.Kau pergi ke lain hati untuk bisa belajar menerima nasihat tanpa keras kepala, dan aku pergi ke lain hati untuk belajar mengeluarkan pendapat tanpa harus berdebat. Hingga nanti ketika waktunya telah tiba, pulangmu padaku adalah tanda berakhirnya perjalanan kita berdua.
(via mbeeer)
dinding pemisah antara kau dan aku bukanlah perpisahan, tetapi awal pertemuan itu. dan itulah mengapa aku tidak sadar telah jatuh hati.
(via lembarkertas)
How can I forget you?
Tersenyumlah. Sebanyak apapun masalah yang kau hadapi selalu ingat bahwa kau adalah makhluk terbaik Tuhan yang berhak untuk bahagia. ^^
Kalau sudah dipertemukan, jangan tergesa-gesa merasa beruntung, sebab nanti masing-masing kita adalah ujian.
(via laninalathifa)
Duh iyaaa~~
(via chroniclemind)
Beri Aku Empat Tahun (2017)
Beri aku empat tahun untuk terlahir kembali menjadi seseorang yang baru
Engkau bukan segalanya hanya pernah sangat berharga dan aku bisa melangkah pergi dari kenangan yang kita miliki
Beri aku empat tahun untuk meninggalkan kenangan kita
Aku bukannya tak mampu Aku hanya butuh waktu dan aku akan bangkit dari jatuhku; kembali berdiri tegar di hadapanmu
Aku tidak terburu-buru Aku akan memberi waktu untuk diriku pulih dari sakitku
Empat tahun: Waktu kita telah bersama; Waktu aku akan pulih dari semua
Beri aku empat tahun untuk kembali mencintai lagi
JAKARTA, 20 Januari 2017 16.28
Shaqina Said @kebun-pikiran
Sejatinya aku tak berhak mencampuri urusan hidupmu dalam setiap pilihan. Silahkan kaulah yang memiliki hak untuk memilih siapa yang terbaik dan tepat menurut versi kau. Sejak dahulu kau pun pernah menasihatiku untuk tidak terlalu dalam segala hal termasuk dengan kau. Tapi saat ini aku hanya ingin kau beri aku penjelasan yang sebenarnya, aku tak mau berlama-lama dalam prasangka ini. Dengan segala ikhlas aku hanya ingin tau dan jika memang kau ingin mengakhirinya, silahkan aku siap. Mari akhiri dengan baik baik. Aku masih percaya kau orang baik yang pernah aku temui. Mari akhiri dengan kebaikan pula.
I just tried to make all of time like ussually we do.
Hei, mengapa mendadak 32 jam terakhir mood mkanku menghilang? Ini menyedihkan dari apa yang kau fikirkan
I don't have any choices, can we end up all of this with saying goodbye.
untukmu yang memilih pergi; semoga Tuhan menjagamu saban hari
orang selalu bilang, “lupakan. ikhlaskan. toh hidup kalian sudah tak lagi saling bersinggungan.” tapi sedari dulu saya lebih memilih percaya pada hal-hal baik yang terkadang naif dan terdengar sulit dipahami. termasuk soal terus mendoakanmu sampai hari ini.
jangan terkikik dan tinggi hati karena merasa saya masih menyimpan hati. ini jauh lebih dalam dari sekedar mengajukan permohonan untuk orang yang dicintai. mendoakanmu, malah jadi mantra bagi saya untuk menyembuhkan diri sendiri. setelah sedalam itu kamu meninggalkan lebam di hati, serpih-serpih doa perlahan melekatkannya kembali.
ini memang terdengar gila sekali. karenamu saya sempat tidak pernah percaya bahagia akan datang lagi. tapi saya malah terus berharap semoga Tuhan tak pernah lupa menjagamu saban hari.
semoga engsel hatimu dijaga Tuhan kali ini. agar kau tak gegabah memasukkan orang hanya demi menghalau sepi.
hatimu adalah lumpur hisap paling berbahaya yang pernah saya tahu. sekali pintunya terbuka, rasa sakitpun bisa mudah terhalau karena tersapu nyaman di situ. rasa kurang dihargai bisa tak nyeri di hati saat dikaburkan oleh candaanmu. kenyataan bahwa diri ini tak menjadi prioritas, anehnya membuat saya pernah merasa tetap pantas bertahan di situ.
kamu memang egois. dan keegoisanmu itu adalah bedebah paling beringas.
selepas lewat dari penyintasan yang sempat membuat diri lupa hati ini bisa terisi lagi, barulah saya menyadari bahwa kamu hanya tak bisa melawan sepi. pasangan ada bukan untuk mengisi setapak yang sejalan soal visi. kamu hanya takut sendiri. dan ketakutanmu itu pernah membuat saya meringkuk seperti siput karena kehilangan kendali hati. semoga Tuhan menjaga engsel hatimu kali ini. tidak ada orang lain yang layak disakiti hanya karena kamu enggan mengakrabi sepi.
sungguh-sungguh saya minta agar rengkuh-Nya selalu dekat. kali ini datarnya harimu tak perlu dilawan dengan percabangan yang pepat.
jatuh cinta tak harus selalu terasa seperti air terjun, Sayang. rasa yang baik membuat kita nyaman dalam segala kondisi. bahkan waktu kita bisa duduk saja tanpa bicara, kemudian saling memahami ekspresi.
kamu pernah belingsatan karena merasa bosan dan merasa sudah kekurangan tantangan. kemudian membuka cabang yang diharap bisa jadi jawaban.
tanpa harus saya bertanya, kamu tahu semua kurangku. dan itu membuat saya merasa tak pernah cukup sebagai manusia. menyalahkan diri sendiri jadi pertahanan saya sekian lama. namun kini saya tahu jawabannya. kamu saja yang terlalu pecundang untuk bertahan dalam kenyamanan lama-lama. hatimu sesungguhnya rapuh pada komitmen dan cinta. atau sesederhana, hatimu masih selalu mencari-Nya yang tak rutin kau sambangi sebagai Hamba.
selepas kamu pergi, ada doa yang selalu saya panjatkan saban hari. semoga rengkuhan-Nya terasa lebih dekat saat ini. saat rasa jengah itu datang, semoga kali ini kamu tahu kemana harus pergi. bukan mencari distraksi yang ujungnya menyakiti salah satu hati.
semoga, hanya saya yang Tuhan buat percaya pada kata “selamanya”. tak ada lagi yang layak sakit karena beberapa silabel sederhana. untuk itu, saya tak akan berhenti berdoa.
kemampuanmu memberi janji harus diakui layak membuat siapapun angkat topi. kamu adalah rajanya persuasi. kontak matamu tak pernah gagal meluluhkan hati.
di sampingmu saya sempat percaya bahwa satuan “selamanya” akan ada. kita sudah berbincang soal menjadi tua bersama. tentang saya yang tak pernah keberatan memeluk perutmu yang makin buncit tiap malamnya.
namun ternyata selamanya untukmu itu seperti kerupuk yang kena angin saja. pffft… ia melempem dan menguap begitu saja. meninggalkan ia yang percaya ternganga lama.
semoga Tuhan hanya memberikan kedunguan itu pada saya. tak perlu lagi ada orang lain yang merasa dibodohi oleh kata yang seharusnya sakral maknanya.
kamu jelas sudah tak signifikan lagi. tapi saya masih mendoakanmu sampai hari ini. kamu sudah tahu ini bukan karena urusan hati. doa yang tak henti-henti menyembuhkan hati. doa ini juga menjaga mereka yang kelak kembali kau sakiti.
-jogjakarta-