Nih aku kasih tau...
Salah satu problematika terbesar hidup kita tuh terlalu ambil pusing sama perkataan orang. Tidak semua perkataan orang tuh harus dilakukan. Jangankan dilakukan, didengarpun ada juga yang enggak perlu. With special notes ya hihi.
Kenapa? Dalam hidup tuh akan selalu ada orang yang memainkan peran dalam menanyakan, mengomentari setiap apapun keputusan, sikap, dan tindakan yang kita ambil. Bukan hanya yang buruk, yang baik pun tetap aja pasti ada yang ngomen.
Contoh, ada orang yang menanyakan "Udah usia 25 kok belum nikah. Kapan nikah?", karena ditanya gitu akhirnya dia ketrigger lalu menikah. Setelah menikah, ada yang tanya "Kapan punya anak?". Setelah punya anak ditanya lagi, "Kok cuman satu. Kapan punya anak lagi?" begitu seterusnya. Udah tua pun akan ditanyain, "Kapan punya mantu?" begitu terua sampai Rayanza jadi Presiden Konoha 😇
Ya intinya begitu, selalu akan ada orang-orang yang memainkan peran dalam menanyakan segala sesuatu yang kita jalani. Ada kalanya baik, perlu kita dengar dan kita indahkan, karena barangkali hal itu bisa jadi pelecut semangat, tapi tidak sedikit yang justru menjadi panyakit.
Kuncinya satu, tidak semua perkataan otang harus didengar, apalagi dilakukan. Cukup dengarkan apa yang perlu didengar. Mungkin kamu pernah dengar, kenapa Allah berikan setiap manusia dua telinga satu mulut, hikmahnya agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara, bukan?
Kalau menurutku belum selesai sampai disitu, Allah memang ciptakan kita dua telinga agar kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara, tapi Allah juga ciptakan kita dua tangan, untuk menutup telinga dari hal-hal yang emang nggak perlu didengar. Maka gunakan dua tanganmu itu untuk menutupnya.
Imam Syafi'i pernah bilang :
"Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk."
Pada intinya sebenernya semua kembali pada diri kita. Karena kita tidak punya kendali atas ucapan orang lain ke kita, maka kendalikan apa yang bisa dikendalikan, apa itu? Respon, dan sikap kita ketika menghadapi itu. Itulah pentingnya kita kenali diri kita, tahu batasan kita; apa yang baik dan buruk buat diri kita.
Jadi,
Kapan mau nikah? Haha
Walaupun belum sampai usia yang katanya harus sudah nikah untuk perempuan, tetapi hal kayak gini menurut aku memang sangat menjadi problem yang sayangnya sudah menjadi hal biasa dan dianggap normal untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan macam ini ke orang lain.
Tujuannya basa-basi, tapi efek ke hati yang ditanya tuh ngga basa-basi. yang lagi semangat memantaskan diri bisa jadi down karena memandingkan diri dengan orang lain, ‘kok belum ada yang datang ya?’. yang sedang ikhtiar program hamil bisa jadi bertanya tentang letak kasih sayang Allah di mana?
Padahal, setiap manusia punya momennya masing-masing. Yakin aja dengan apa yang kamu jalani sekarang, ikhtiar yang terbaik, pastikan diri layak mendapatkan yang beik juga, percaya apapun yang terjadi kedepannya adalah takdir yang terbaik dari Allah. Kan kamu minta yang terbaik, masa iya Allah kasih yang ga baik? ga mungkin kan?
Pernah ditanya masalah kapan nikah jawabanku gini “kalau nanya kapan aku nikah tuh kayak nanya kapan aku meninggal” responnya langsung pada istighfar semuaa 🙃 “ya karena jodoh, kematian dan rezeki itu kan takdir yang sudah Allah atur, kapan terjadinya dan sama siapa ya aku ngga tahu, yang bisa kulakukan hanya ikhtiar dan berdoa. nanti kalau sudah ada calonnya dan ada tanggalnya juga kalian akan tahu kok” timpaku lagi *banyak-banyak senyum* *setelah itu belum dengar pertanyaan ini lagi deh 😂*





















