Sakjane aku pingin guyu tapi yo saksenengmu waelah. Tak nikmati.
Cosimo Galluzzi

pixel skylines

Kiana Khansmith
No title available

bliss lane
EXPECTATIONS
Today's Document

gracie abrams
h

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!

oozey mess
Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
Not today Justin

seen from United States
seen from Colombia

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Pakistan

seen from Uzbekistan
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from India

seen from Moldova

seen from Israel
seen from Philippines

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from United States

seen from China

seen from United States

seen from Ecuador
@ferempuan-blog
Sakjane aku pingin guyu tapi yo saksenengmu waelah. Tak nikmati.
Sudah jarang sih merasakan bahagia banget. Karena sadar kalau semua hal di dunia ini ada takarannya, ada masanya.
Selamat menulis dan membaca di Tumblr kembali dengan aman, kalian.
Ketika perasaan lagi ga enak, badan juga ga enak dan belum ngantuk sampai jam segini. Ya baru jam segini sih memang. Tapi badan sudah lelah dan sudah sengaja dilelahkan biar bisa cepat tidur. Salah satunya karena teman insomnia yang sudah direnggut. Hehehe... Ingin membanjiri dia dengan pertanyaan, cerita bahkan hujatan seperti biasa. Tapi traumanya masih membayang.
Betapa tidur itu terlihat begitu nikmat untuk orang-orang yang ingin tidur tapi tidak bisa tidur.
Hingga Pukul Dua Dini Hari
Cukup banyak hal hari ini yang membuat saya belum bisa tidur hingga selarut ini.
Pertama mungkin karena terlalu memikirkan kalau besok sudah harus kerja lagi. Selamat tinggal mandi pagi yang kesiangan, bebas make up, bebas pakai daster dan santai ngemil kue lebaran, hehe. Dan mikir keharusan masuk pagi justru membuat saya masih melek selarut ini. Hehe.
Kedua tanpa sadar seharian ini saya sudah minum kopi tiga gelas. Pagi membuat sendiri. Sore disuguhi waktu bertamu ke rumah saudara. Dan menghabiskan kopi saudaraku yang lain, yang tidak mau kopi. Ya, setelah sebulan mengurangi minum kopi kan. Jadi efeknya ya begini.
Ketiga karena seorang sahabat yang membuat saya senyum-senyum dan ketawa. Awalnya curhat karena kesal sekali dengan perlakuan seseorang yang tidak tahu diri. Akhirnya malah gantian curhat. Dia itu sahabat yang dulu hilang dan kini telah kembali pulang. Halah bahasa saya. Sedih susah tidur. Bahagia juga susah tidur. Maumu apa toh, Nduk.
Keempat karena pesan dari seseorang di masa lalu. Basi sih sebenarnya basa-basinya. Cuma ya gitu. Saya pikir lucu saja. Saya hanya menjawab dua kalimat terus sudah tidak saya lanjutkan. Eh, setelah itu dia ganti foto profil dengan foto pasangannya. Maksudnya apa? Tapi terserah dia sih ya, hehe. Bebas mah. Cuma ya kok kebetulan setelah itu tanpa sengaja saya membaca tulisan lama kok pas tentang dia dulu. Asli ini kebetulan.
Kelima, jadi kapan saya tidur? Sudah jam dua. Tidur dua jam sepertinya lumayan. Terima kasih untuk setiap kebahagiaan. Untuk yang pernah, untuk yang masih dan untuk yang akan. Semoga kebahagiaan juga selalu menyertai kalian. Aamiin.
Rahman, ya Rahman
Sa'idni Ya Rahman
Israh Shodri Qur'an
Imlak Qolbi Qur'an
Wasqi Hayati Qur'an
Setiap mendengarkan ini rasanya nyes. Damai.
Tak perlu menyapa bila hanya menambah luka.
Sudah, pergilah saja. Saya tidak sedang ingin bermain, saya hanya butuh teman bicara. Dan saya mengerti bahwa telingamu hanya ingin mendengar sanjungan bukan keluhan atau cerita tak berujung pangkal.
Baru nyadar kalo pengikut udah banyak, tapi aku udah males mau nulis. Lagian udah jarang yang on di tumblr kan gara-gara diblokir.
Pilih A atau R
Maksudnya?
bertahan atau menyerah ?
Bertahan
Apa yang harus diperjuangkan? Kali ini saya sama sekali tidak antusias.
Seberapa berharga seorang lelaki untuk dipertahankan sementara ia hanya menyia-nyiakan dan dengan sangat mudah berpindah hati.
(via ferempuan)
Rindu. Kembali. Aku. Kita. Entah. Kecewa. Cemburu. Dia. Setia. Masih. Mimpi. Bagus. Puisi. Kata. Luka. Lepas. Sakit. Perih. Air mata. Kamu. Sayang. Selamanya. Bahagia. Senyum. Indah. Surga. Mati. Malaikat. Hidup. Hilang. Satu. Lirih. Hati. Maya. Nada. Senja. Pergi. Cinta.
They all think I'm crazy but to me it's perfect sense.
Semakin hari, tingkat keingintahuanku terhadap suatu hal yang tidak perlu kuketahui kurasa semakin berkurang. Meski selintas terbersit tanya “Siapa dia?”, “Apa itu?” atau “Kenapa?”; tapi kemudian kubiarkan berlalu begitu saja. Anehnya, Allah membuka satu persatu pertanyaan-pertanyaan yang sekilas terbersit tadi dengan caraNya yang ajaib. Hingga sampai pada jawaban “Oh ternyata ini.”
...dan jawaban-jawaban tersebut mengantarku pada kesadaran atau ketidakpedulian yang lebih dalam.
Qaddarullaahi wa maa syaa a fa’al
Take a deep breath